
Selesai membuat kopi, Zola pun segera menuju ruang kerja Ellard dan meletakkan cangkir berisi kopi itu ke atas meja Ellard. Tidak seperti biasanya, Ellard hanya terdiam dengan mata fokus ke layar komputer. Zola menyandarkan bokongnya di meja kerja Ellard sambil menatap wajah tampan yang tampak sedang begitu serius itu. Ia mengerutkan keningnya, tidak biasanya Ellard hanya diam saat dirinya berada di sekitarnya. Biarpun sibuk, biasanya Ellard akan menghentikan kegiatannya sejenak, atau sekedar menyapanya sembari tersenyum.
Zola mencebikkan bibirnya, sudah hampir 10 menit Ellard tak kunjung bersuara membuatnya kesal. Merasa diacuhkan, Zola pun keluar dari ruangan Ellard sambil menghentakkan kakinya. Saat Zola telah keluar, Ellard menghentikan kegiatannya. Ia menghela nafas kasar lalu menyandarkan punggungnya di kursi kebesarannya. Ellard menggulir layar komputernya ke layar sebelumnya yang ia lihat. Ellard mengepalkan tangannya, matanya berkilat marah, nafasnya memburu dengan gigi bergemeletuk. Ia kesal, ia marah, ia tidak terima wanitanya diperlakukan seperti itu oleh Regan.
Ellard sedang berusaha menahan dirinya agar tidak segera memberikan pelajaran pada Regan. Tadi ia diam sebab ia sedang berusaha mengontrol amarahnya yang sedang membuncah. Ia juga menunggu penjelasan Zola, tapi sepertinya Zola tidak mau membuka suara. Ia tidak marah dengan Zola. Ia yakin, Zola hanya enggan membuatnya marah atau membesarkan masalah. Tapi apa yang dilakukan Regan itu sudah sangat keterlaluan. Ia diam bukan berarti ia akan terus diam , tanpa bertindak. Akan ada masanya semua akan mendapatkan hukumannya. Ia akan mengumpulkan semua bukti kejahatan Regan, bukan hanya kejahatannya pada Zola, tapi juga yang lainnya.
...***...
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Sudah waktunya karyawan Shoppa Love untuk bersiap pulang ke rumah. Begitu juga dengan Zola, ia telah membereskan barang-barangnya dan bergegas turun ke basemen kantor. Seperti biasa, ia akan menunggu Ellard di bawah.
Setelah di bawah, tak lama kemudian, Ellard muncul seperti biasa mengenakan pakaian serba biasa. Tidak seperti saat ia menjadi Ellard Miguel sebenarnya.
Zola mencebikkan bibirnya. Ia acuh tak acuh dengan Ellard. Ia masih merasa kesal karena Ellard mendiamkannya tadi. Ellard yang sudah bisa mengontrol amarahnya, hanya tersenyum simpul melihat wanita pujaannya itu mencebikkan bibirnya. Ellard merasa gemas lalu ia mengecup bibir penuh itu dengan cepat membuat Zola tertegun. Beberapa orang yang ada di basemen yang turut melihat aksi Ellard itu tampak berbisik-bisik , tapi Ellard tak peduli. Fokusnya saat ini hanyalah Zola.
"Ell ... Ck Kau ini, benar-benar tidak tau tempat. Lihat, karena kau, banyak yang memperhatikan kita." Zola berdecak kesal dengan mata mendelik tajam. Ellard bukannya takut, ia malah terkekeh dan merangkul bahu Zola. Ia mengecup singkat puncak kepala Zola dengan sayang .
"Jangan salahkan aku yang menciummu di tempat umum! Tapi salahkan bibirmu yang mengerucut tadi. Aku pikir, itu kode darimu agar aku segera menciummu, sweety." bisik Ellard dengan tersenyum jahil.
Bugh ...
"Aaarkh ..." Ellard mengerang saat tiba-tiba saja ada yang memukul rahang Ellard dari samping.
Ellard ..." pekik Zola yang terkejut saat tiba-tiba saja Regan datang dan memukul Ellard.
"Brengs*k!" umpat Ellard sembari menyeka darah yang di sudut bibirnya.
__ADS_1
"Kau yang brengs*k! Berani-beraninya kau mencium Zola, hah! Kau tau, Zola itu hanya milikku. Kau dengar itu, Zola hanya milikku." bentak Regan dengan emosi yang meletup-letup.
"Ell, kau tidak apa-apa?" tanya Zola panik.
Ellard tersenyum simpul seraya mengusap pipi Zola dengan lembut.
"Aku tidak apa-apa, sweety. Don't worry, darl!" sahut Ellard mencoba menenangkan.
Hati Regan makin panas saat melihat bagaimana Zola begitu mengkhawatirkan Ellard. Lalu ia maju, hendak melayangkan pukulan ke Ellard lagi. Tapi dengan cepat, Ellard menghindari pukulan itu.
"Kau tetap disini, sweety. Biar aku bereskan bedeb*h sial*n itu." ujar Ellard dan Zola mengangguk.
"Hati-hati!" ucap Zola .
"Regan, kau apa-apaan, hah! Mengapa kau tiba-tiba saja datang dan memukul Ellard?" pekik Zola geram.
Dihina seperti itu, bukannya membuat Ellard marah, justru ia terkekeh.
"Mengapa kalau dia miskin? Apa kau menilaiku seorang wanita yang materialistis? No, aku bukan Clara. Aku tak peduli itu. Yang aku pedulikan, ia dapat setia atau tidak."
"Kau benar-benar buta, Zo. Aku pastikan, aku akan memberitahukan hubungan mu dengan OB ini pada tuan muda Miguel. Pasti ia akan merasa jijik dengan mu. Lalu kau akan dipecat sehingga kau akan kembali padaku."
"Hahaha ... mimpimu sangat indah, tuan Regan. Common, wake up! Kau pikir aku akan melepaskan Zola begitu saja. Apa yang sudah jadi milikku akan tetap jadi milikku. She's mine, only mine. Dan kau, hanya pecundang yang mengharapkan milik orang lain. Ayo, sadarlah! Jangan bermimpi terlalu tinggi atau kau akan jatuh lalu meringis kesakitan." ejek Ellard seraya terkekeh.
"Bajing*n!" umpat Regan.
__ADS_1
Bugh ...
Regan hendak memukul Ellard, tapi pukulannya dapat Ellard patahkan dengan mudah. Lalu Ellard memukul rahang Regan dengan kuat hingga ia hampir terjungkal. Lalu Ellard melangkah maju, sepertinya ini saat yang tepat untuk menumpahkan kekesalannya tadi. Ellard pun menerjang tepat di perut Regan hingga ia batuk mengeluarkan darah.
"Regan ...!" pekik Clara yang baru saja muncul di sana. Lalu ia buru-buru membantu Regan berdiri. "Zo, kau apa-apaan hah menyuruh OB itu memukul Regan! Liat saja, akan aku pastikan besok ia dipecat dari sini supaya kalian tau rasa." kesal Clara.
Ellard terkekeh geli mendengar kata-kata Clara.
"Silahkan saja! Aku tak masalah, ya kan sweety!" sahut Ellard seraya mengerlingkan sebelah matanya. Zola lantas tersenyum lebar.
"Kau benar hubby, silahkan saja. Kita tidak masalah, ya kan!" sahut Zola. Lalu ia mengecup pipi Ellard dengan lembut membuat Regan menggeram, sedangkan Clara justru membeku.
"Apa tadi katamu? Hubby? Kalian ..." tunjuk Clara pada Ellard dan Zola.
"Ya, kau benar!" tukas Zola dengan senyum lebarnya.
"Ada apa, Cla? Mereka kenapa?"
"Mereka ... suami istri. Mereka sudah menikah." ucapnya dengan mata membola.
"Tidak ... katakan itu tidak benar, Zo! Kau hanya milikku." ucap Regan lemah. Ia tidak mempercayai apa yang didengarnya itu. "Tidak, kalian pasti berbohong. Ya, kalian pasti berbohong. Aku tidak sebodoh itu untuk percaya kata-kata kalian." tukas Regan menolak kebenaran yang diungkapkan Ellard dan Zola.
"Kalau kau tidak percaya itu urusanmu. Believe it or not, yang penting kami mengatakan fakta yang sebenarnya." pungkas Ellard seraya tersenyum meremehkan lalu ia segera melajukan motornya keluar dari basement meninggalkan kedua orang itu.
...***...
__ADS_1
...Happy reading 🥰🥰🥰...