
Hari ini semua karyawan Shoppa Lova tampak sedang sibuk. Bahkan kesibukannya naik hingga 2 kali lipat dari hari biasanya. Semua itu karena deadline event ulang tahun perusahaan yang tinggal menghitung hari.
Setiap divisi diminta mengerahkan kemampuan terbaik mereka. Event itu akan diselenggarakan secara live di beberapa stasiun televisi swasta. Dalam event itu akan dihibur dengan penampilan banyak artis kenamaan, penyanyi, hingga grup band. Dalam kesempatan itu juga, mereka akan mengadakan lelang yang hasilnya akan didonasikan ke beberapa yayasan sosial seperti panti asuhan dan panti jompo yang telah lebih dahulu di data oleh pihak humas Shoppa Lova.
Kini kesehatan Zola telah pulih seperti sedia kala. Ia pun telah kembali bekerja sebagai sekretaris Ellard. Hingga sekarang, Ellard belum membuka informasi tentang dirinya di hadapan karyawan Shoppa Lova. Kalaupun ada pertemuan dengan klien, ia selalu mewakilkannya pada Gerry. Kalau ada yang bertanya, kapan Ellard akan membuka penyamarannya, tentu ia sudah mengatur saat yang tepat. Bahkan ia juga telah merencanakan akan membuka jati dirinya sebagai suami Zola agar tiada lagi yang berani mengusik keberadaan dan kehidupan Zola.
Tok tok tok ...
Zola mengetuk pintu ruang kerja Zola. Setelah dipersilahkan masuk, Zola pun masuk sambil memeluk tumpukan berkas yang membutuhkan bubuhan tanda tangan Ellard.
"Tuan , ini berkas-berkas yang harus Anda tanda tangani." ujar Zola dengan gaya formal ala karyawan teladan. Lalu Zola meletakkan berkas-berkas itu di meja Ellard.
Ellard berdecak kesal saat mendengar gaya bicara Zola yang terlalu formal padanya padahal saat ini mereka sedang berdua saja.
"Ck ... Sweety, kan aku udah bilang, kalau kita cuma berdua jangan panggil aku tuan, tapi panggil aku seperti biasa kau memanggilku." desis Ellard dengan bibir mencebik.
Zola yang melihat ekspresi sebal Ellard tampak mengulum senyum, bahkan ia hampir menyemburkan tawanya.
"Ck ... " decaknya lagi. "Sepertinya kau harus diberi hukuman lagi." desis Ellard dengan mata memicing.
Zola yang sangat paham dengan jenis hukuman dari Ellard merasa was-was. Tubuhnya sudah sigap ingin melarikan diri dari Ellard, tapi sayang gerakannya masih kalah cepat dari Ellard.
Ellard justru telah memeluknya dari belakang lalu ia mengecup tengkuk Zola disertai sedikit isapan. Ia kini tengah menggambar strawberry di tengkuk Zola seperti biasanya sehingga keluarlah erangan dari bibir menggoda Zola.
"Eeungh ... " Zola mengerang. Matanya sudah meremang dengan buku kuduk yang berdiri.
Lalu Ellard membalik tubuh Zola dan menatapnya lekat.
"Sweety .... kenapa berkasnya banyak sekali?" tanya Ellard pelan tepat di depan wajah Zola. Kini tubuh Ellard telah membelakangi pintu.
Zola mengelus rahang Ellard yang kasar karena ditumbuhi rambut tipis, membuat kadar ketampanannya meningkat berkali-kali lipat.
__ADS_1
"Event ulang tahun perusahaan sudah di depan mata, hubby, tentu pekerjaan kita makin banyak, jadi wajar pekerjaanmu makin menumpuk." ucap Zola lembut.
Suara Zola yang mendayu-dayu selalu saja berhasil membuat perasaan Ellard membuncah. Ia pun mengusap bibir Zola yang hanya dilapisi lipstik berwarna soft pink. Membuat warna alami bibirnya makin terlihat indah.
"Give me vitamin, please!" bisik Ellard di telinga Zola.
Zola mengerutkan keningnya merasa bingung.
"Vitamin?" tanyanya ulang.
"Yes, baby. Vitamin. Aku membutuhkan vitamin supaya aku lebih bersemangat mengerjakan berkas-berkas itu." ucap Ellard dengan mimik wajah meyakinkan.
"Kau membutuhkan vitamin? Vitamin apa itu? Sebutkan saja merk-nya, aku akan coba cari di apotek online." ujar Zola sambil merogoh ponsel yang ada di saku blazernya.
Ellard terkekeh geli saat mendengar Zola yang mengira vitamin yang ia maksud adalah vitamin sungguhan. Lalu ia kembali berbisik di telinga Zola hingga membuat Zola mengerucutkan bibirnya dan menepuk bahu Ellard kesal.
"Ayolah, please!" ucap Ellard seraya memohon.
"I don't care. Yang aku butuhkan sekarang adalah vitaminku." ucapnya lagi.
Lalu tanpa aba-aba Ellard menarik tengkuk Zola dan menyatukan bibir mereka. Ellard mencecap bibir Zola bergantian atas dan bawah yang disertai luma tan. Lalu Zola membuka sedikit celah bibirnya , memberi akses bagi Ellard untuk menyusupkan lidahnya hingga terjadilah pergulatan lidah di ruangan itu.
Tanpa mereka sadari, di balik pintu yang tak tertutup rapat itu ada seorang perempuan yang terkejut melihat adegan itu hingga ia nyaris memekik kaget. Tapi dengan segera ia membekap mulutnya sendiri agar tidak mengeluarkan suara. Tak mau kehilangan berita bagus, perempuan itu segera mengambil ponselnya dan memotret kegiatan itu kemudian berlalu dari sana sebelum aksinya tertangkap basah. Akibat terlalu bersemangat karena mendapat berita bagus, ia sampai lupa kalau setiap sudut di perusahaan itu telah dilengkapi kamera CCTV yang kendalinya ada di bawah pengawasan Ellard secara langsung.
"Ell ... eungh ..." lenguh Zola disela adegan kissing-nya. Tangan Zola terulur mendorong dada Ellard agar melepaskan ciumannya.
Ellard yang paham pun melepaskan ciuman itu. Ditatapnya lembut wajah Zola yang telah memerah karena lagi-lagi ciuman Ellard mampu membuat sekujur tubuhnya memanas hingga ke pipi.
Nafas keduanya tersengal, kemudian mereka terkekeh sendiri menyadari aksi absurd mereka di kantor. Sungguh tindakan yang tak patut dicontoh bagi bawahan, tapi suka-suka bagi atasan toh dia yang memegang kekuasaan. *Bos mah bebas gitu loh!
...***...
__ADS_1
Brakkk* ...
Clara masuk ke ruangan Regan dan membanting pintunya hingga tertutup membuat Regan menjengit kaget.
"Apa-apaan kau, Cla? Kau kira ini rumahmu hah seenaknya masuk dan keluar ruangan ku dengan membanting pintu." bentak Regan dengan sorot mata menajam , menahan emosi yang membuncah di dalam dada.
Clara hanya tersenyum sambil menatap Regan dengan tatapan mencemooh.
"Kau masih mengharapkan Zola, hm?" desisnya.
Mata Regan memicing. Emosi yang baru saja hendak mereda, kembali menyala saat mendengar Clara menyebutkan nama Zola. Bukan marah karena nama Zola kembali disebut, tapi marah karena Clara-lah yang menyebutkan nama itu. Baginya, Clara-lah penyebab ia kehilangan Zola. Andai ia tidak pernah termakan bujuk rayu Clara, pasti saat ini ia telah bahagia dengan Zola yang sudah menjadi istrinya. Bahkan ia juga baru tau kalau ia telah ditipu mentah-mentah oleh Clara dengan berpura-pura hamil membuat kebenciannya makin bertambah besar.
"Jangan ucapkan nama Zola dengan mulut kotormu itu, j*lang!" desis Regan tidak terima mendengar nama Zola keluar dari mulut berbisa Clara.
Clara terkekeh geli melihat Regan yang tampak emosi saat ia menyebutkan nama Zola.
"Kalau kau melihat ini, apakah kau akan masih mengharapkan Zola, Re! Aku harap setelah melihat ini, kau akan tau siapakah jal*ng yang sebenarnya." desis Clara disertai seringaian.
Lalu Clara mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan foto yang sempat ia ambil tadi ke Regan. Bahkan ia juga menyertakan sebuah video singkat yang hanya berdurasi beberapa detik untuk memperkuat buktinya membuat Regan menggeram emosi saat melihatnya.
"Tak cukup bermain dengan OB, kini CEO kita pun masuk ke perangkapnya. Yah, wajar sih, OB itu memang sangat tampan, tapi ..." Clara menjeda ucapannya sambil melirik Regan, "Tapi dia miskin." imbuhnya lagi sambil tergelak merasa bahagia berhasil memancing emosi Regan.
Sedangkan Regan, masih mematung dengan wajah memerah. Ia tak mempedulikan Clara yang terus mencemooh Zola, tapi yang ada dipikirannya kini adalah, mengapa Zola jadi seperti itu? Apakah inilah wajah asli Zola sebenarnya? Selama ini Zola sok polos dan anti perselingkuhan, tapi nyatanya dia sendiri yang bermain api dengan seorang OB dan CEO perusahaan mereka. Emosinya makin membuncah saat otaknya kembali memutar adegan ciuman Zola dan CEO mereka di ruangan kerja atasannya itu. Bahkan Regan saja belum pernah berciuman sampai seperti itu dengan Zola , tapi kini ia malah melihat video ciuman mesra Zola dengan atasannya.
"Sialan! Brengs*k!" umpat Regan kesal seraya meremas ponselnya.
...***...
...Oh ya kakak2 readers tersayang, othor sekarang udah ada grup chat ya! Yang mau gabung silahkan ya kali aja mau curcol atau sharing sesuatu atau saling sapa menyapa tuk menjalin silaturahmi, silahkan bergabung! ☺️...
...***...
__ADS_1
...Happy reading 🥰🥰🥰...