Suamiku Si OB Ganteng

Suamiku Si OB Ganteng
Ch.44 Please, forgive me!


__ADS_3

Lalu Ellard melepas pelukannya dan membawa Zola untuk duduk di sofa . Sedangkan Ellard bersimpuh di depan kaki Zola membuat Zola mengerutkan dahinya.


"Zo, i'm so sorry." lirihnya seraya menangkup kedua tangan Zola dalam genggamannya.


Zola tak bergeming. Ia masih menantikan penjelasan Ellard yang selanjutnya. Ellard pun masih setia di posisinya, duduk bersimpuh di bawah kaki Zola dengan kedua tangan di atas pangkuan Zola. Kepalanya menengadah, menghunus tepat di netra Zola.


"Seperti yang pernah aku ceritakan tempo hari, aku melihatmu di cafe sedang bersama si brengs*k itu. Karena itu aku bekerja sebagai OB tujuannya supaya bisa lebih dekat kamu. Aku percaya, kamu bukanlah gadis sembarangan yang bisa mudah ditaklukkan dengan harta kekayaan maupun jabatan. Lagipula waktu itu, aku memang baru kembali dan belum diberi tanggung jawab mengurus Shoppa Lova. Selain itu, aku memiliki pengalaman tidak menyenangkan dengan perempuan yang hanya mendekatiku untuk mengincar kekayaan keluargaku. Semenjak aku mengetahui fakta itu, aku menjaga jarak dengan semua wanita. Aku ingin menemukan wanita yang menerimaku apa adanya. Dari situ aku memilih menjadi orang biasa, bukan karena aku tidak percaya padamu, justru sebaliknya. Aku takut kau menjauh saat tahu identitasku yang sebenarnya." tutur Ellard jujur.


Zola masih bergeming sambil menatap lekat manik mata Ellard. Ia tau, apa yang Ellard katakan itu sebuah kejujuran. Tapi ia masih ingin mendengar lebih detail penjelasan itu agar hatinya bisa lebih tenang tanpa beban.


"Selain itu, aku dan Gerry sedang menjalankan misi . Ada sekelompok orang yang sepertinya sangat terorganisir melakukan penggelapan dana. Dengan aku menyamar sebagai OB, orang-orang takkan ada yang curiga dengan apa yang akan aku lakukan. " lanjutnya lagi.


Lalu Ellard mendekatkan tangan Zola ke bibirnya dan mengecupnya dalam kemudian melepasnya.


"Aku mohon Sweety, forgive me , please! Aku tahu aku salah karena tidak secepatnya jujur padamu. Aku yakin kamu paham situasi dan perasaanku saat itu. Aku sungguh-sungguh mencintaimu dengan segenap jiwa dan ragaku, sweety. Aku mohon maafkan aku. Aku tak tahan melihatmu hanya diam tanpa suara. Aku memang bisa bersikap tenang di hadapan orang lain, tapi di sini ..." Ellard menunjuk dadanya ,"terasa sangat tidak nyaman. Seakan ada beban ribuan ton yang menghimpit dadaku. Please, sweety, forgive me!" mohon Ellard dengan wajah memelas.


Zola melepaskan tangannya dari genggaman tangan Ellard membuat Ellard gugup dan khawatir Zola tidak terima dan memilih melepaskannya. Tapi rasa khawatir itu lenyap seketika, saat sebuah tangan yang kulitnya tidak terlalu halus itu menangkup pipi Ellard membelai wajahnya dengan lembut.


"Ada lagi yang kau rahasikan?" tanya Zola penuh selidik. Ellard menggeleng yakin. Karena memang tak ada lagi yang ia rahasiakan.

__ADS_1


"Baiklah, aku percaya. Mulai hari ini, aku mohon jangan ada yang dirahasiakan lagi dari aku, oke!" ucap Zola dengan tersenyum manis.


"Yes, baby, i'm promise. Terima kasih, sweety kau mau mengerti dan memaafkanku." lirih Ellard yang ditanggapi Zola dengan senyuman. "Mmm ... kamu mau nggak entar malam ketemu sama orang tuaku?" tanya Ellard.


Deg ...


Senyum manis Zola seketika hilang. Ia gugup dan was-was, bagaimana kalau tuan Jhonny dan ny. Arriana tidak menyukai dirinya? Bagaimana kalau tiba-tiba mereka memintanya meninggalkan Ellard? Bagaimana bila mereka mempertanyakan tentang keluarganya? Tangan Zola mendadak dingin, lidahnya Kelu harus mengatakan apa.


"Kenapa, hm? Kau takut?" tanya Ellard seakan paham apa yang ada di pikiran Zola.


Zola mengangguk ragu dengan senyum terpaksa.


"Kau tenang saja, orang tuaku baik. Malah mereka udah memaksa memintaku mengenalkanmu pada mereka. Terutama mommy. Ia belum yakin aku mempunyai seseorang yang aku sukai sebelum bertemu secara langsung. Kau tau, kemarin saat mommy datang, ia mengancam akan menjodohkan ku dengan Raline bila tidak segera membawamu ke hadapan mereka." ungkap Ellard mengejutkan Zola.


"Kau tidak perlu mengkhawatirkan sesuatu yang belum tentu tejadi, Sweety. Gunakan otakmu ini hanya untuk berpikir yang positif. Buang pikiran negatif yang belum tentu terjadi." ujar Ellard seraya mengetuk dahi Zola dengan telunjuknya.


"Kalau itu benar-benar terjadi bagaimana?" tanya Zola yang masih ragu .


"Maka aku akan menjadi kstaria pelindungmu. Satu hal yang harus kau tau, walaupun seluruh dunia menentangmu berdiri di sisiku, aku takkan peduli karena yang ku inginkan hanya kamu seorang. Hanya kamu , Zola Amaria yang pantas dan berhak jadi pendampingku dan jadi ibu dari calon anak-anakku kelak." ucap Ellard dengan yakin membuat Zola tersenyum lalu berhambur ke dalam pelukan Ellard.

__ADS_1


Ellard pun merengkuh tubuh Zola dan memeluknya dengan erat seraya melepaskan kecupan-kecupan hangat di kepala Zola.


...***...


Saat ini Gerry dan Raline sedang bersantai di cafe yang letaknya menghadap langsung ke pantai. Raline tersenyum senang karena Gerry mentraktirnya di tempat yang bagus dan menarik.


"Kau mau surfing?" tawar Gerry.


"Sepertinya menarik. Aku mau." seru Raline penuh semangat.


Cafe yang mereka singgahi juga menyediakan peralatan untuk berselancar, jadi mereka tidak perlu repot-repot mencari tempat penyewaan perlengkapan untuk berselancar. Mereka pun segera masuk ke kamar ganti untuk memakai pakaian khusus surfing yang juga mereka beli di sana. Gerry keluar dari kamar ganti hanya dengan memakai celana pendek membuatnya terlihat seksi. Sedangkan Raline memakai pakaian renang yang tidak terlalu seksi , namun cukup ketat hingga mencetak lekukan tubuhnya dengan sempurna. Gerry yang melihat itu sampai meneguk salivanya sendiri. Namun ia segera tepis pikiran aneh yang sempat berseliweran di otaknya.


Setelah selesai, mereka memilih papan selancar yang sesuai dengan keinginan mereka. Setelah siap, mereka pun mulai berselancar mengikuti pergerakan arus gelombang yang bergerak naik turun. Surfing merupakan salah satu olahraga yang membangkitkan adrenalin. Tak Gerry duga, ternyata Raline cukup mahir dalam menaklukkan gelombang. Ia tidak memiliki rasa takut sedikitpun. Raline justru tertawa lepas saat berhasil menaklukkan gelombang-gelombang itu. Gerry pun makin bersemangat saat melihat Raline terlihat sangat bersemangat dan bahagia.


Selesai berselancar, mereka merebahkan tubuhnya yang basah di atas pasir. Mereka saling melirik lalu tertawa lepas. Sudah lama Gerry tidak menikmati harinya dengan melakukan hal menyenangkan seperti ini. Pekerjaan yang menumpuk membuatnya malas untuk melakukan aktivitas lain walaupun di waktu senggangnya. Setiap senggang, Gerry lebih suka beristirahat atau sekedar minum di club bersama teman-temannya.


"Kau senang?" tanya Gerry sambil menoleh ke arah Raline.


"Yes, aku sangat senang. Thanks, Gerry." ucapnya dengan tersenyum lebar.

__ADS_1


...***...


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2