Suamiku Si OB Ganteng

Suamiku Si OB Ganteng
Ch.64 Bingung mengambil keputusan


__ADS_3

Kondisi Zola dan baby yang telah jauh lebih baik membuat mereka dapat pulang lebih awal dan di sinilah mereka saat ini, di sebuah mansion yang sangat besar , tempat tinggal kedua orang tua Ellard.


Semenjak mengetahui kehamilan Zola, sikap Ellard sangat protektif dan makin menjadi saat ia telah melahirkan. Ia dilarang mengerjakan apapun, bahkan untuk makan pun ia dilayani. Zola sampai pusing sendiri menghadapi sikap Ellard. Tapi ia tidak bisa marah, justru ia senang sebab hal tersebut membuktikan betapa besar rasa cinta Ellard baik pada dirinya maupun pada putrinya, baby Elza.


"Sweety, kau mau kemana, hm?" tanya Ellard saat melihat Zola berusaha turun dari atas tempat tidur.


"Aku mau ke kamar mandi." ujar Zola lalu tanpa aba-aba, Ellard langsung menyelipkan tangannya di antara lipatan kaki dan pundak Zola kemudian mengangkatnya.


"Aargh ... Ell, kau mengagetkan ku." pekik Zola dengan kedua tangan reflek memeluk leher Ellard.


Ellard hanya tersenyum simpul, ia sudah biasa mendengar Zola menggerutu karena perbuatan dirinya .


Cup ...


"Kau minta diciumkan! Atau masih kurang?" ujar Ellard sambil menyeringai.


Zola cemberut, wajahnya ditekuk. Enggan menjawab.


Setibanya di kamar mandi, Ellard dengan pelan mendudukkan Zola di atas closet.

__ADS_1


"Mau ku bantu?" tanya Ellard dengan menaik turunkan alisnya.


"Ck ... sana keluar!" seru Zola kesal.


Ellard pun menuruti kata-kata Zola dengan segera keluar. Baru saja Zola membuka pintu, ternyata Ellard telah berdiri menjulang tinggi di depan pintu lalu kembali mengangkat tubuh Zola dan mendudukannya di atas tempat tidur. Baru saja Zola duduk di atas tempat tidur, terdengar suara tangis baby Elza. Ellard pun dengan sigap mendekati ranjang baby Elza dan menggendongnya dengan gerakan berayun-ayun. Sungguh pemandangan yang sangat manis, benak Zola . Tapi setelah sekian menit berlalu, tangis baby Elza tidak mau berhenti.


"Sepertinya baby Elza haus, dad. Ayo, baby, kemari !" lalu Zola mengulurkan tangannya agar Ellard segera menyerahkan baby Elza padanya untuk disusui.


Lalu Ellard pun mendekatkan baby Elza pada Zola dan benar saja, baby Elza tampak begitu kelaparan. Ia menyesap makanannya secara langsung dengan begitu semangat membuat Zola terkekeh geli.


"Hmm ... sekarang kita harus berbagi, baby! Kau tau yang kau hisap itu mainan kesukaan Daddy. Rasanya Daddy pun ingin melakukan hal yang sama. Ternyata kita memiliki hobi yang sama, baby." ujar Ellard seraya terkekeh.


"Makanya jangan bicara macam-macam." ketus Zola. Ellard tampak mencerna penyebab Zola marah, setelah menyadarinya Ellard sontak terkekeh sendiri.


"Tapi kan itu memang hobiku. Bahkan aku belum bisa tidur bila tidak membenamkan wajahku di antara keduanya. Hangat dan nyaman." ucapnya dengan seringai mesum.


"Makin hari otakmu sepertinya makin bermasalah, hubby. Mungkin kamu terkena syndrom mes*m." ejek Zola.


"Oh ya! Hmm ... sepertinya begitu. Tapi sayangnya syndrom ini hanya aktif saat aku bersamamu." tukas Ellard seraya mengusap dagunya.

__ADS_1


Mata Zola memicing, "Jadi kau berharap kau juga bisa begitu saat bersama perempuan lain? Kau siap-siap saja kali begitu!" ancam Zola.


"Siap-siap apa?" tanya Ellard waspada terhadap ancaman Zola.


"Aku akan memotong sosismu lalu ku panggang kemudian aku berikan kepada Choji, anjing tetangga kita." tukas Zola dengan seringai mengancam membuat Ellard bergidik ngeri mendengar ancaman itu.


"Bila itu sampai terjadi, kau pasti akan menyesal karena kehilangan sosis favoritmu." sahut Ellard seraya berlari dari hadapan Zola yabg sudah bersiap melemparinya dengan bantal.


...***...


Karena Ellard yang masih ingin menemani Zola yang belum lama melahirkan, terpaksa Gerry menggantikan setiap tugas Ellard di perusahaan. Alhasil, bulan madu yang ia impikan jauh-jauh hari menjadi tertunda. Namun sebagai gantinya, nanti ia akan diberikan dia buah tiket untuk honeymoon ke Munich. Tentu saja Gerry senang luar biasa. Biarlah ia menunda bulan madunya asal ia bisa mendapatkan tiket pesawat gratis berikut semua fasilitasnya.


Selain itu, Gerry juga diberi tugas untuk mencari calon asisten kedua untuk membantu Gerry meringankan pekerjaannya juga menggantikannya bila ia sedang ada urusan lain. Untuk jabatan sekretaris, sementara dikosongkan sebab jabatan itu akan tetap dipegang oleh Zola.


Gerry memijit pelipisnya yang mulai pening. Sudah berjam-jam ia berkutat dengan CV para pelamar calon asisten pribadi kedua Ellard, tapi tak ada satupun yang kriterianya sesuai yang diharapkan. Hingga fokus Gerry teralih ke berkas terakhir. Mata Gerry memicing saat melihat siapa pemilik berkas terakhir itu. Spesifikasinya memang sesuai yang dibutuhkan, tetapi orangnya lah yang tidak Gerry butuhkan kehadirannya. Ingin menolaknya secara langsung, tetapi itu tidaklah profesional. Tetapi bila diterima, tentu itu kapan waktu bisa menjadi bumerang bagi hubungan Zola dan Ellard. Gerry bimbang. Untuk pertama kalinya selama bekerja di Shoppa Lova, ia bingung mengambil keputusan.


...***...


...****Happy**** reading 🥰🥰🙏...

__ADS_1


__ADS_2