
Sebelum menuju ruangan dimana Joana diperiksa, Zola terlebih dahulu meminta Ellard menyelidiki segala sesuatu yang berhubungan dengan Joana. Tentu ia melakukan apapun yang istrinya itu punya. Ia pun segera memanggil Gerry untuk segera melaksanakan tugasnya.
Setelah itu, barulah mereka berdua pergi menemui Joana. Beruntung saat itu Raline sedang berkunjung, jadi ia bisa menitipkan baby Elza pada Raline sebentar. Sebelum menitipkan baby Elza, Zola terlebih dahulu menyusuinya untuk mencegahnya kelaparan di saat ia sedang melakukan sesi interogasi dengan Joana.
Tentu ia memaklumi kekhawatiran Ellard yang bukan hanya bisa berdampak pada Ellard sendiri, tetapi juga dirinya. Sikap antisipasi Ellard sudah sangat membuatnya bangga. Itu artinya, Ellard sangat menghargai keberadaannya sebagai seorang istri. Karena itu, kini tugasnyalah untuk mencari tau apa tujuan Joana datang ke perusahaan ini. Murni membutuhkan pekerjaan ataukah ada tujuan lain. Ia harus berhati-hati dalam bertindak , demi menjaga keutuhan keluarganya.
Zola dan Ellard telah tiba di depan ruangan perawatan Joana. Zola pun mengetuk pintu dan masuk ke dalamnya saat suara mempersilahkan masuk terdengar dari dalam.
"Hai, perkenalkan, aku Zola, istri dari Ellard." ucap Zola memperkenalkan diri membuat Joana tidak begitu terkejut. Dapat dilihat bagaimana cara Ellard memperlakukannya dengan begitu baik dan istimewa. Hanya perempuan bodoh yang mau melepaskan pria sebaik dan sehebat Ellard. Yah, termasuk dirinya.
"Ah, hai, aku ... Joana. Maaf kalau aku merepotkan kalian." balas Joana seraya tertunduk merasa tak enak hati.
"Tak masalah. Bagaimana keadaanmu sekarang!" tanya Zola basa-basi, sedangkan Ellard hanya berdiam diri sambil bersandar di pintu dengan kedua lengan tersimpan di dalam saku celananya.
"Ah, aku sudah merasa lebih baik. Terima kasih atas bantuannya." ucap Joana tulus.
"Oh ya, tadi di lobi, kau terus berteriak pada Ellard, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Zola penuh selidik. Namun ia tetap menampilkan senyuman hangatnya agar ia tidak terkesan terlalu menyelidik.
Joana pun lantas menegakkan punggungnya hingga terduduk lalu ia memberanikan menatap Ellard dan Zola bergantian.
"Ah, iya, mumpung kalian di sini , aku mohon, berikan aku pekerjaan. Aku sangat membutuhkan pekerjaan ini, aku mohon." ucapnya memelas.
__ADS_1
Zola sempat melihat riwayat pendidikan dan pekerjaannya sebelumnya, yang kesemuanya bagus karena itu ia pun memenuhi kualifikasi untuk menempati kedudukan sebagai asisten kedua di bawah Gerry. Yang menjadi pertanyaannya adalah mengapa ia sampai keluar dari pekerjaan itu bila posisinya saja sudah bagus?
Tak lama kemudian, Gerry datang dan menunjukkan beberapa file yang dikirimkan orang-orang Gerry melalui email. Zola pun meminta izin Joana sebentar untuk melihat apa informasi yang didapatkan Gerry. Ellard dan Zola berdecak kagum atas kecepatan Gerry dalam mendapatkan informasi. Ellard dan Zola mengerutkan keningnya saat melihat informasi yang tertera di hadapannya.
Lalu Zola kembali mengambil tempat, duduk di sebuah kursi yang berhadapan dengan Joana.
"Dari riwayat pekerjaanmu selama ini, kau memiliki posisi yang bagus-bagus, tetapi kenapa kau keluar?" tanya Zola mulai menyelidiki.
Joana menelan ludahnya kasar. Haruskah ia jujur? Tapi rasanya malu sekali mengungkapkannya. Tapi ia sudah diblacklist di beberapa perusahaan besar akibat perbuatannya itu. Walaupun ia sebenarnya sedikit terpaksa, tapi ia tidak memiliki daya untuk menolak.
"Saya ... saya ... "
"Tak perlu ragu dan takut, Jo. Mungkin dengan kau mengungkapkan semuanya, aku bisa sedikit membantumu memberikan pekerjaan." tukas Zola yakin.
"Ell, maafkan aku yang dulu memanfaatkan mu. Tapi sungguh, itu awalnya bukan kehendakku, tapi ayahku. Ayahku selalu memanfaatkan ku sebagai sumber keuangannya. Tapi semenjak kau pergi, aku berhenti menuruti permintaannya. Namun beberapa tahun terakhir, lebih tepatnya semenjak ibuku sakit, ia kembali mengancamku. Bila aku tidak menurutinya, maka ia akan menghentikan pengobatan ibu. Ibuku mengalami gagal ginjal jadi ia harus menjalani cuci darah secara rutin setiap bulannya. Karena itu, aku memilih jalan pintas dengan menjadi simpanan pemilik perusahaan dimana aku bekerja dan berakhir ketahuan. Aku pun dipecat secara tidak hormat dan di-blacklist dari perusahaan itu. Dan itu terjadi berulang. Tapi sumpah, saat ini aku sudah berubah. Apalagi ibuku telah tiada. Tapi aku tetap butuh pekerjaan sebab mungkin kini tibalah karma ayahku. Kini ayahku sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Jantungnya bermasalah. Walaupun ia selalu memanfaatkanku, tetapi tetap saja dia ayahku. Satu-satunya keluargaku. Semenjak ibuku meninggal, aku sudah tidak bekerja. Aku tidak memiliki penghasilan jadi bagaimana aku bisa membiayai pengobatan ayahku. Dan tepat dimana lowongan kerja di perusahaan ini terbuka, merupakan hari dimana ayahku masuk rumah sakit. Karena itu, tujuanku mencari pekerjaan untuk pertama kali adalah perusahaan ini. Aku juga bahkan baru tau kalau pemimpin perusahaan ini adalah Ellard." Joana menceritakan yang sebenarnya. "Ell, aku mohon, berikan aku pekerjaan. Aku mohon, Ell. " pinta Joana dengan wajah memelas dan mata berkaca-kaca.
Sesuai yang Ellard dan Zola baca, memang apa yang diungkapkan Joana itu jujur. Tapi tetap saja, rasa khawatir itu ada. Apalagi pengalaman Joana sebagai seorang simpanan membuat Zola sedikit khawatir bila ia bekerja di sekitar Ellard. Bukankah kejahatan itu ada bukan hanya karena niat pelakunya, tetapi juga karena adanya kesempatan. Sama seperti perselingkuhan, awalnya mereka tak ada niat, tetapi frekuensi pertemuan yang berkelanjutan membuat mereka saling nyaman lalu terus ke jenjang yang lebih tinggi lagi, yaitu perselingkuhan. Pilihan Ellard untuk tidak mempekerjakannya di sekitarnya itu sudah bagus. Tetapi tidak membantunya juga bukan pilihan tepat. Zola membayangkan bila ia yang berada di posisi Joana, tentu itu sangat membingungkan.
Ellard tampak diam saja, hatinya tak tergerak sama sekali. Tetapi tidak bagi Zola, ia tak bisa mengabaikannya begitu saja. Ia pun menoleh ke arah Ellard. Ellard yang merasa diperhatikan menaikkan alisnya sebelah seakan bertanya 'Ada apa?'.
"Hubby, bukankah 2 hari yang lalu kau mengatakan perusahaan FMCG mu di Santa Clarita sedang membutuhkan manager penjualan? Bagaimana kalau kau memberikan Joana kesempatan untuk memegang jabatan itu?" tanya Zola. Ia ingin tetap membantu, tapi tidak dengan memberikan posisi yang membuatnya harus sering berinteraksi dengan Ellard.
__ADS_1
Ellard mengerutkan keningnya lalu tersenyum, ide bagus, pikirnya.
"Baiklah, aku akan meminta Gerry mengirimkan CV mu ke Kenzler agar kau bisa lekas bekerja di sana." seru Ellard menyetujui saran Zola.
"Benarkah? Terima kasih, Zola, Ellard. Kalian sungguh baik. Dan kalian juga memang pasangan serasi." puji Joana yang merasa sangat senang seraya mengucapkan terima kasih.
Lalu Zola bergerak menuju Ellard dan memeluknya. Ia senang Ellard selalu mendukung tindakannya. Ia juga senang, setiap tindakan Ellard selalu memikirkan perasaannya.
"Thank's for all, hubby. I love you." bisik Zola.
"I love you more and more than you know." balas Ellard sebelum ia melepaskan sebuah kecupan hangat di bibir Zola.
"Ekhem, sepertinya semua urusan sudah selesai. Kalau begitu, saya permisi bos!" tukas Gerry kesal saat dihadiahi tontonan romantis secara gratis dari atasannya.
Gerry pun segera berbelok menuju lift. Ia ingin segera menemui istrinya, Raline dan melakukan hal yang sama seperti yang Ellard lakukan. Ah, Gerry lupa, kalau Raline sedang diminta menjaga baby Elza. 😄
Begitulah cara Ellard dan Zola menyelesaikan masalah. Mengutamakan memikirkan perasaan pasangan. Tidak sembarangan dan selalu hati-hati. Selalu terbuka tanpa ada yang ditutup-tutupi. Mereka berusaha selalu membentengi diri dari masuknya pihak ketiga yang bisa kapan saja menghancurkan rumah tangga mereka. Dalam setiap tindakan, mereka juga selalu memperingatkan diri sendiri bahwa ada hati yang harus dijaga. Ingatlah, kejujuran dan komunikasi merupakan kunci keharmonisan dalam keluarga.
Fast Moving Consumer Goods (FMCG) merupakan sebuah perusahaan yang menjual produk dengan harga terjangkau dalam rentang waktu yang cepat. Istilah ini juga sering disebut dengan perusahaan Consumer Packaged Good (CPG) yakni produk-produk yang memiliki kemasan seperti minuman dan makanan dalam kemasan, juga kosmetik.
Sekian kisah Ellard dan Zola. Sampai jumpa di cerita selanjutnya. Mohon maaf bila endingnya tidak sesuai ekspektasi. 🙏
__ADS_1
...***...
...Happy reading 🥰🥰🥰...