
Zola kini tampak sedang berdiri di depan lemari pakaian yang ada di kamar Ellard. Tadi ia sempat meminta Ellard agar mengantarkannya pulang ke apartemennya untuk mengambil pakaian yang akan ia kenakan ke rumah orang tua Ellard, ah yang lebih tepatnya mertuanya. Bukankah ia telah resmi menjadi istri dari seorang Ellard Miguel. Tapi Ellard menolak. Awalnya ia kesal sebab ia tidak membawa pakaian yang pantas yang bisa ia pakai ke rumah orang tua Ellard. Tapi dengan santainya Ellard mengatakan, semua kebutuhan Zola sudah tersedia di kamar mereka. Zola awalnya tak yakin, tapi saat ia lihat dan benar saja, berbagai jenis gaun, dress, pakaian kerja, pakaian santai, hingga pakaian dalam sudah tersedia di sana. Bukan itu saja, berbagai skincare yang biasa Zola gunakan hingga shampoo, sabun, dan pasta gigi pun juga tersedia di kamar itu. Zola terkejut bukan main. Bagaimana Ellard telah menyiapkan hari ini untuknya. Hati Zola pun menghangat seketika.
Zola tersenyum sendiri saat mengingat kebodohannya beberapa waktu ini. Betapa bodohnya ia tidak mengenali suaminya sendiri yang menjabat sebagai CEO di Shoppa Lova. Ia memang sempat berpikir mengapa mulai dari mata , postur tubuh, hingga aroma parfumnya sama persis. Bukan hanya itu, dari nama juga, tuan muda Miguel, bagaimana ia tidak menyadari Miguel adalah nama belakang Ellard. Ia merasa sangat bodoh sekali. Ia benar-benar tak menduga sebab ia pikir tak mungkin Ellard itu adalah CEO Shoppa Lova. Walaupun kadang ia merasa aneh orang seperti Ellard kok mau menjadi seorang OB, tapi ia tidak berpikir ke arah sana. "Kau benar-benar, bodoh Zola!" umpatnya sendiri sambil menggelengkan kepalanya.
Tiba-tiba ada sepasang lengan kekar yang memeluk tubuhnya dari belakang, membuat Zola sedikit tersentak. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Ellard Miguel.
"Siapa yang bodoh , sweety?" bisik Ellard di telinga Zola.
"Ah, itu, a-ku sendiri." jawabnya dengan wajah memerah.
"Siapa yang mengatakan kamu bodoh, hm? Aku akan menghukumnya. Kalau perlu, aku akan menghukumnya seumur hidup." ujar Ellard lagi seraya membuat cap strawberry di leher Zola membuat Zola menelan ludahnya sendiri.
"Itu, aku sendiri." jawabnya gugup.
"Mengapa kau mengatakan dirimu bodoh?"
"Itu karena aku tidak mengenali dirimu. Padahal kamu selalu ada di sekitarku." jawab Zola sambil menunduk malu.
"Baiklah, karena kau telah mengatakan istriku bodoh, maka kau harus menerima hukuman dariku." bisik Ellard dengan mata memicing.
Zola terkejut dan langsung membalik badannya.
"Mengapa aku harus dihukum? Aku tidak mau. Kan aku mengatai diriku sendiri mengapa aku harus dihukum." sahut Zola dengan wajah memberengut.
"Karena kau telah mengatai istriku." jawab Ellard santai.
Wajah Zola kian masam, matanya pun telah melotot tajam membuat Ellard setengah mati menahan tawanya.
"Tapi istrimu itu aku sendiri yang terhormat tuan muda Ellard Miguel." mata Zola mendelik tajam.
"Tapi kau tetap harus mendapatkan hukumanmu yang terhormat Nyonya muda Zola Miguel." Ellard membalas delikan Zola tak kalah tajam.
__ADS_1
Zola menggeram kesal, "Ya sudah, katakan apa hukumannya ?" tantang Zola sambil berkacak pinggang.
Ellard melingkarkan tangannya di pinggang Zola dan menarik tubuh Zola hingga mereka merapat sempurna.
"Hukumaanmu kau harus memberikanku anak-anak yang lucu sebagai penerus Keluarga Miguel, bagaimana? Kau bisa?" ujar Ellard dengan seringai tercetak di bibirnya.
Zola hanya bisa menganga tak percaya dengan apa yang ia dengar. Namun, setelah sepersekian detik ia tersenyum dengan wajah memerah .
"Aku tidak bisa berjanji, Ell. Tapi bila aku diberi kepercayaan, aku akan dengan senang hati menerimanya." sahut Zola mantap.
Ellard pun segera memeluk erat tubuh Zola dan menghadiahinya dengan banyak kecupan di seluruh bagian wajah dan kepala Zola. Ellard benar-benar tak menduga akan mendapatkan jawaban seindah itu.
"Terima kasih, Zo. Terima kasih kau telah hadir dan menyempurnakan hidupku. Aku mencintaimu." ucap Ellard dengan penuh keyakinan lalu ia melu mat bibir Zola dengan penuh cinta.
"Seharusnya aku yang berterima kasih padamu, my hubby. Berkatmu, hidupku yang sempat mendung kini kembali cerah bahkan berwarna. Kau membantuku bangkit dari keterpurukan. Kau membuatku bisa merasakan dicintai dan disayangi dengan tulus. Kau juga melimpahiku dengan kasih sayang dan perhatian yang sudah sekian lama tidak ku rasakan. Aku pun mencintaimu, my hubby." ucap Zola tulus.
Ellard tersenyum lebar lalu mereka melanjutkan lima tan yang sempat terjeda.
...***...
"Kalau kau ragu, lebih baik kita pulang sekarang, sweety." ujar Ellard tak mau memaksa Zola. Bagaimana pun, kenyamanan Zola saat ini lebih penting.
Tapi Zola menggeleng pelan lalu tersenyum tipis.
"Kita sudah di sini Ell. Pasti tuan Jhonny dan nyonya Arriana sudah menunggu kehadiran kita. Aku tidak ingin membuat mereka kecewa." tutur Zola lembut . Bagaimana pun, ia tidak ingin memberikan kesan buruk pada orang tua suaminya itu.
"Baiklah kalau itu maumu. Tapi kalau kau merasa tak nyaman, katakan saja tak usah ragu!" pesan Ellard yang diangguki Zola seraya tersenyum tipis.
Lalu Zola masuk ke dalam mansion itu sambil menggandeng lengan Ellard.
"Mom, dad, kami datang." seru Ellard saat telah masuk ke ruang tamu mansion keluarga Miguel.
__ADS_1
"Hai sayang, mommy senang kau akhirnya datang." seru Arriana sambil memeluk tubuh Ellard. Sedangkan Jhonny tampak duduk dengan tenang di kursinya.
Lalu tatapan mata Arriana jatuh ke Zola.. Zola yang merasa diperhatikan begitu intense pun lantas menyapa Arriana dan Jhonny dengan sopan.
"Selamat malam Tuan Jhonny dan nyonya Arriana." sapa Zola. Melihat Jhonny dan Arriana tampak diam tanpa membalas sapaannya membuat Zola menunduk lesu.
"Mom, dad, ..." tegur Ellard. Ia merasa tak tega melihat Zola merasa rendah diri seperti ini. Bahkan tangannya yang tadi sudah dingin pun terasa makin dingin.
Lalu secara tiba-tiba, Arriana memeluk tubuh Zola membuatnya membeku seketika.
"Halo sayang, maafkan mommy. Kau pasti takut tadi ya!" ujar Arriana seraya terkekeh lalu ia mengusap puncak kepala Zola membuat hati Zola menghangat. Sudah sekian tahun lamanya ia tidak merasakan hangatnya pelukan seorang ibu. Hingga tanpa sadar air matanya jatuh ke pipi.
"Hei sayang, apa mommy dan Daddy menyakiti mu? Maafkan mommy dan Daddy, sayang. Jangan menangis lagi, please!" ucap Arriana seraya menghapus bulir-bulir air mata yang jatuh di pipi Zola.
Zola menggeleng lalu ia menghapus air mata itu dengan punggung tangannya .
"Zola hanya sedang teringat dengan mommy, Zola, nyonya."
"Memang dimana mommymu , sayang?"
"Mommy sudah lama pergi, nyonya. Pergi untuk selamanya."
"Maafkan, mommy sayang. Mommy tidak tahu. Mulai sekarang, panggil saya mommy dan dia, Daddy. Okay! Sekarang kau adalah bagian dari kami jadi kau harus seperti Ellard memanggil kami mommy dan Daddy. " ucap Arriana tanpa keraguan membuat hati Zola kian bahagia. Akhirnya, ia bisa merasakan kehangatan keluarga sesungguhnya setelah sekian lamanya kehilangan sang ibu.
"Yang dikatakan mommy benar, sayang. Panggil aku Daddy dan dia mommy. Bagaimana pun kau adalah menantu keluarga ini." imbuh Jhonny membuat Zola dan Arriana terkejut bukan main
"Jadi ... mereka telah menikah?" seru Arriana tak percaya.
Ellard hanya tersenyum bahagia. Ia tak menduga, keluarganya bisa menerima Zola dengan tangan terbuka.
...***...
__ADS_1
...Happy reading 🥰🥰🥰...