Suamiku Tua

Suamiku Tua
Chapter 10


__ADS_3

Penampilan Aya, kini sudah seperti detektif. Memakai kacamata hitam besar, topi baseball, dan masker demi memata-matai sang suami.


Pasangan itu kemudian menuju mobil, mobil yang sangat Aya kenali, tak salah lagi itu mobil Dewa. Aya menyetop taxi.


"Pak, cepat ikuti mobil hitam di depan, ingat jangan sampai ketahuan ya Pak" perintah Aya pada sopir taxi, matanya terus menatap tajam mobil sang suami.


"Baik Nona"


Taxi mulai melaju, membaur bersama kendaraan lain. Terus mengikuti mobil SUV di depannya.


Mata Aya terbelalak melihat mobil suaminya berhenti di sebuah hotel mewah.


...Hah? Gak mungkin....


Setelah membayar ongkos taxi, Aya mengendap-endap terus mengikuti suaminya. Ia bersembunyi di balik tembok begitu melihat Dewa berhenti di resepsionis.


Air matanya tanpa sadar menetes, hatinya sakit.


Hai hati, kenapa kau merasa sakit, bukankah kau bilang tidak memcintainya?


Aya sudah tak sanggup melihat kenyataan ini, seorang lelaki dewasa dengan wanita dewasa memasuki hotel, kemudian memesan kamar, tidak mungkin tidak terjadi apa-apa.


Pantas ia tak pernah memintaku melayaninya, ternyata sudah ada perempuan lain yang memuaskannya, begitu yang ada di hati Aya.


"Tuan, apa anda yakin dengan rencana anda, saya melihat nona Aya keluar dari hotel ini dengan menangis" ucap Samuel.

__ADS_1


"Biarkan saja" ucapnya datar


Sebenarnya, Dewa dan perempuan itu, yang tak lain adalah Katrin sedang meeting di mall yang kebetulan ada Aya dan Andre yang sedang makan siang bersama.


Selesai meeting, mereka memutuskan makan siang bersama di restoran depan foodcourt tempat dimana Aya dan Andre sedang makan siang.


Dewa yang mengetahui istrinya sedang jalan dengan sang mantan ingin sekali melabrak lelaki tersebut, mengingat ini tempat umum, dan sebentar lagi akan ada meeting dengan pemilik hotel Sriwijaya Star ditambah lagi ia seorang yang berpengaruh di kota ini, membuatnya urung melakukan hal bodoh tersebut.


Terlintas sebuah ide untuk mengerjai sang istri, Dewa yakin Aya akan cemburu. Meski keyakinannya hanya 15% rencana itu akan berhasil, toh apa salahnya mencoba.


"Katrin" panggilnya pada wanita yang ada didepan Dewa


"Ya tuan"


"Bersikaplah seolah kau adalah kekasihku"


"Kamu lihat arah pukul sembilan, disana ada istri saya bersama mantannya, saya ingin melakukan seperti apa yang mereka lakukan, karena saya ingin melihat bagaimana reaksi istri saya" ucapnya panjang lebar


Katrin pun menoleh, benar saja. Karena Dewa atasan sekaligus teman yang sangat baik, Katrin pun menyetujui rencana itu.


Tanpa diduga, rencananya berhasil bahkan sangat memuaskan Dewa, Dewa tak menyangka Aya akn mengikutinya sampai sejauh ini, hingga ikut masuk ke dalam hotel, meski hanya sampai loby


Dewa sangat puas, itu berarti Aya mempunyai perasaan padanya tapi belum menyadari bahwa perasaan itu sudah muncul.


Mood Dewa hari ini begitu bagus, bahkan pemilik hotel Sriwijaya Star sangat terkesan dengan sikap Dewa kali ini, jika pada biasanya Dewa sangat datar dan irit bicara, tapi tidak dengan saat ini. Dewa begitu ramah dan hangat.

__ADS_1


Dert... Dert..


"Hallo Bik Sum" ucap Dewa setelah menggeser tombol hijau dan menempelkan benda pipih itu ke telinganya.


"Tuan, tadi Den Ayu pulang dengan menangis" ucap suara diseberang sana.


"Sedang apa dia sekarang"


"Den Ayu sedari pulang masih di gazebo belakang rumah, Tuan"


"Biarkan dia sendiri, aku akan pulang beberapa hari lagi, berikan apa yang dia butuhkan"


"Baik Tuan"


Klik, sambungan terputus. Dewa semakin mengembangkan senyumnya. Perempuan, apa susahnya tinggal mengungkapkan perasaan.


"Sam" panggil sang majikan


"Saya tuan" jawabnya sigap


"Awasi Andre, pantau pergerakannya"


"Sendiko ndawuh tuan" ucapnya sambil terkekeh


Dewa mengernyit, tak paham dengan ucapan asistennya "Apa yang kau bilang"

__ADS_1


Samuel hanya tersenyum, ia meletakkan tangannya di dahi "Siap laksanakan tuan!"


Dewa menggelengkan kepalanya, asistennya ini absurd banget kelakuannya.


__ADS_2