Suamiku Tua

Suamiku Tua
Chapter 13


__ADS_3

..._selamat membaca_...


"Ehem" Aya menutup pintu membuat mereka berhenti dari aktifitasnya.


Ya sebelum Aya masuk ke ruangan Dewa, Katrin sudah masuk terlebih dulu karena Dewa yang menyuruhnya, tapi saat mereka sedang membicarakan rencana untuk mengerjai Aya, tiba-tiba kaki Katrin tersandung sebelah kakinya sendiri, membuat badannya hampir jatuh


Dengan sigap Dewa menahan tubuh Katrin, seperti orang sedang berpelukan dan kejadian itu dilihat langsung oleh Aya.


Katrin segera melepaskan diri dari pelukan Dewa, ia tampak gugup.


"Maaf, saya keluar dulu" dia menunduk hormat pada Aya, bajunya sedikit berantakan.


Aya menatap Dewa tak percaya, seolah menuntut penjelasan. Sedangkan Dewa hanya menanggapinya santai.


Dewa duduk di sofa sambil menopang kaki kanan pada kaki kirinya, ia menepuk sofa itu.


Aya yang sudah paham dengan maksud Dewa, segera ia menghampiri suami yang sangat ia rindukan.


"Ada apa Aya" Dewa akhirnya membuka suara, sudah lima menit mereka hanya duduk diam tanpa suara, sedang Aya, masih memangku kotak makan yang ia bawa dari rumah.


"Oh hampir saja lupa, aku bawa sarapan untuk Mas, ayo kita makan" ucap Aya gugup. Pikirannya masih teringat bagaimana Dewa memeluk Katrin.


"Terimakasih, kau makanlah aku sudah makan" tolak Dewa halus


"Kalau begitu aku pulang dulu" ia langsung berlari keluar, airmatanya sudah tak mampu ia bendung lagi.


Matanya melirik ke meja yang terletak di depan ruangan Dewa yang saat ia akan masuk kosong dan kini, wanita itu duduk di sana.


...Oh jadi perempuan itu sekertaris Mas Dewa....


Matanya bertemu dengan manik indah mata Katrin, tatapan yang sulit di artikan. Aya memutuskan pergi dari kantor suaminya, harapan hubungannya dengan Dewa bisa membaik, kini malah semakin merenggang.

__ADS_1


Bahkan kamu tak mencegah kepergianku, Mas.


Dert..Dert..Dert..


Ponsel Aya bergetar, ada panggilan masuk. Hatinya sedikit terhibur mengira kalau Dewa yang menelponnya, tapi saat dilihatnya layar pipih itu, Aya harus menerima kenyataan kalau bukan Dewa yang menelponnya.


"Hallo.." ucap Aya dengan suara serak karena menangis


"Kamu gak masuk kuliah Ay" ucap suara diseberang telpon


"Gak dulu, titip absen yah"


"Its Ok"


Klik, sambungan terputus. Aya menekan aplikasi chatting berwarna hijau. Menekan kontak Tika.


(Bolos yuk, kita ngeMall)


Sent, read, typing.


(*Boleh, ketemu disana langsung yah)


(Ok*) balas Aya.


Hampir setengah jam dua belas, mereka terus berkeliling Mall, Tika terus menggerutu karena Aya hanya mengajaknya jalan-jalan saja.


"Seenggaknya ngopi-ngopi cantik kek, kalau cuma mau puterin ini Mall kenapa harus ngajak aku sih" sungut Tika.


"Ok, kita ngopi yuk"..


---------

__ADS_1


"srupuuuuuuutttt, ah. Segernya"


"Ish jorok banget sih kamu, Tik. Bikin aku pengen pipis aja" ucap Aya.


"Ya udah gih sono, tapi jangan coba-coba kabur, yang bayar ini siapa" Tika melotot


"Iya ah"


_Toilet


Mata Aya terus menatap punggung seorang perempuan yang sangat ia kenali, bahkan baju yang dipakainya pun masih sama dengan baju yang tadi pagi perempuan itu kenakan.


Di lorong toilet Mall, perempuan itu terus bergelayut manja pada lengan lelaki disampingnya.


"Tak bisa kubiarkan" gerutu Aya, ia melangkah lebar menghampiri dua sejoli yang sedang bermesraan.


Setelah dekat, dicekalnya perempuan tersebut, Aya kemudian menghempaskannya kasar hingga perempuan itu membentur dinding lorong toilet.


"Ahhh" jerit perempuan itu, kejadiannya sangat cepat hingga ia tak mampu mengelak.


"Apa kau sudah gila, apa yang kau lakukan Haa!" bentak lelaki tersebut pada Aya.


Perempuan itu, ya dia Katrin.


Tak mau kalah, Aya balas membentak "Aku melakukan apa yang seharusnya aku lakukan!"


"Nona Aya" Katrin mengerjap, begitu ia mampu berdiri tegak, kaget bahwa yang mendorongnya adalah Aya.


"Ya ini aku, kenapa? kau kaget!" Aya bersedekap, tersenyum sinis memandang Katrin


"Dan kau!!" tunjuknya pada lelaki yang bersama Katrin "Korban yang keberapa kau, kau tahu? Dia berselingkuh dengan suamiku yang juga atasannya"

__ADS_1


"Apa? Kau selingkuh dengan Dewa?" Lelaki itu menatap tak percaya pada Katrin


"Calm down honey, aku bisa jelasin. Dan anda nona, mari kita cari tempat untuk bicara. Ada yang harus di luruskan disini"


__ADS_2