Suamiku Tua

Suamiku Tua
Chapter 21


__ADS_3

***Hai readers, aku ucapin makasih banyak buat kamu yang masih setia baca ceritaku.


untuk pembaca baru, selamat menikmati. Author menerima kritik dan saran.


Bolehkah Author minta like, komen dan vote?


Thankyou***.


______


Dewa sebenarnya ingin sekali melihat keadaan Aya, tapi dia juga harus mendengar penjelasan dokter.


"Bik, tolong temani Aya sebentar." titahnya pada kepala pelayan tersebut.


Dewa kemudian mengikuti dokter menuju ruangan lelaki berjas putih tersebut.


Setelah duduk saling berhadapan di meja kerja dokter, Dewa bertanya "Bagaimana keadaan istri saya, dokter?"


"Begini Tuan, setelah melakukan rangkaian pemeriksaan bisa disimpulkan tulang tengkorak Nona sedikit retak, hal ini sangat berpengaruh pada keseimbangan tubuh Nona Soraya. Beliau akan mudah sekali merasa pusing dan mual, mengingat yang terbentur adalah bagian belakang kepala, yang berfungsi mengatur keseimbangan." jelas dokter.


"Apa ini bahaya dokter?" Dewa mulai cemas.


Dokter tersenyum "Jangan khawatir, Tuan. Kami akan melakukan yang terbaik untuk kesembuhan istri anda"


Dewa mencerna kata demi kata yang dokter tersebut terangkan, melangkah lebih cepat menemui istri tercintanya.


Aya masih terbaring di brangkar rumah sakit, setelah beberapa saat di pindahkan ke ruang rawat.


"Sam, kau bisa kembali ke kantor. Handle semua pekerjaan." titahnya.


"Baik, Tuan." Samuel mengangguk, memandang sekilas pada wajah cantik yang masih terbaring.


Berat rasanya meninggalkan ruangan beraroma karbol dan obat-obatan tempat dimana pujaan hatinya berada.


"Dan kau, kenapa masih ada di sini?" ucap Dewa pada Andre dengan menekan kata di sini.


Andre mendengus kesal, "kali ini aku mengalah, tapi aku akan kembali, Ay." batinnya.

__ADS_1


Di genggamnya jemari Aya penuh dengan kelembutan, "Apa yang terjadi, Bik?" tanya Dewa pada Bik Sum, namun pandangannya masih tertuju pada gadis yang sedang terpejam akibat obat bius.


Tubuh Bik Sum bergetar, Dewa memang ia rawat sejak kecil. Namun majikan tetaplah majikan yang perkataannya akan sangat menakutkan, terlebih jika sedang menginterogasi sesuatu "Maaf Tuan, setelah Tuan pergi ke kantor, tak berselang lama lelaki itu datang, mencoba menerobos masuk. Hingga menimbulkan suara gaduh dan Den Ayu keluar. Saat Bibi mendengar suara benda jatuh dengan keras, Tau-tau Den Ayu sudah...sudah. Maafkan Bibi Tuan, maaf"


"Bibi pulang, bawakan pakaian ganti untukku dan istriku" Dewa sebisa mungkin menahan amarahnya, dengan menggeretakkan giginya. Tak ingin mengusik istirahat sang istri.


Kini hanya tinggal sepasang suami istri itu berdua, "Kenapa kau ceroboh sekali, seharusnya kau menuruti perintahku. Bukankah kau sudah berjanji akan menjadi istri yang baik untukku?"


"Arrgghhh" Dewa menjambak rambutnya, ia sangat frustasi. Ingin sekali memberi hukuman pada Aya karena tidak menurut. Dia sangat ingin bersikap posesif namun takut melukai Aya.


Dia tahu bagaimana rasanya dikekang, tidak didengar apa pendapatnya, dan menjadikan ia sangat menderita.


Sepenggal kisah tentang Dewa Saktaraya, dia lahir diluar hubungan pernikahan. Terjadi karena sebuah kesalahan yang mengharuskan Dewa menanggung semua sendiri.


31 tahun yang lalu. Jennifer, seorang putri konglomerat. Mencintai dunia malam, setiap hari dia akan menghabiskan malam panjangnya di Bar, bergonta-ganti pasangan dari lelaki satu ke lelaki lain.


Ayahnya selalu sibuk dengan dunia bisnis, sang ibu-pun tak jauh beda, asik melancong ke berbagai negeri, melupakan kodrat mereka sebagai orang tua, yang harusnya mencurahkan kasih sayang pada anak-anak mereka.


Siapa sangka, supir pribadi jennifer menaruh hati pada majikan cantiknya itu, setiap hari dia akan selalu setia memdampingi nona mudanya, kemana-pun ia pergi.


Dalam penjagaan Jayadi, tak ada lagi lelaki yang jatuh ke dalam pelukan Jennifer, karena dia punya berbagai cara untuk menjauhkan Jennifer dengan lelaki hidung belang.


Jennifer sang cassanova merasa hampa, mengapa tak ada satupun lelaki yang mendekat. Apa dia kurang cantik? Atau kurang sexy? Malam itu, sang cassanova wanita mabuk. Jayadi sedang ada di toilet salah satu bar, meninggalkan Jennifer karena hasrat buang air kecilnya sunggguh tak mampu ia tahan.


"Sial!" umpatnya karena toilet begitu antre.


Sementara itu, seorang lelaki dengan gelas berisi racun cinta mendekat ke arah Jennifer.


"Hai cantik." sapa lelaki tersebut.


Jennifer menoleh "Oh, hai." balasnya.


"Boleh aku menemanimu?"


Jennifer mengangguk, ia kemudian menepuk pelan sofa di samping tempatnya duduk.


Lelaki itu kemudian duduk, meletakkan gelasnya di meja "Mari kita bersulang" mengambil gelas milik Jennifer, "Hei itu gelasku." ucap Jennifer menghentikan tangan lelaki tersebut.

__ADS_1


"Its Ok teman, ini caraku memulai sebuah hubungan. Bagaimana? Tenang saja, aku bahkan belum meminumnya. So, itu bukan bekas bibirku." lelaki tersebut mengerlingkan matanya.


"Ok." mereka bersulang dengan bertukar gelas.


Jayadi baru saja kembali, melihat nona mudanya duduk dengan seorang lelaki, emosinya memuncak. Jika ia bertindak gegabah dengan menyerang lelaki tersebut secara langsung, otomatis dia akan diseret keluar dari club ini.


Akhirnya, mengambil segelas wine, kemudian berjalan dengan sempoyongam dia mendekat ke arah mereka, lagaknya seorang pemabuk berat dia jatuh tepat mengenai badab lelaki tersebut.


Menumpahkan segelas wine di baju teman duduk Jennifer. "Oh shit!" umpat lelaki tersebut.


"Jayadi! What are you doing. Stupid!" sungut Jennifer


Jayadi pura-pura tak sadar, mulutnya terus meracau. "Dia temanmu?" tanya lelaki itu.


"No. He is my bodyguard. Emm.. sorry, maafkan kecerobohannya, dia tak pernah minum, ini untuk pertama kalinya, So. Maklumin ya aku akan bertanggung jawab" ucap Jennifer.


"Its ok, aku akan ke toilet" lelaki itu berdiri. Setelah memastikan situasi aman lewat ekor matanya, Jayadi bangun dari pura-pura pingsannya. Mendekat ke arah Jennifer tanpa babibu Jayadi langsung memanggul Jennifer di pundaknya. Mirip karung beras. 😁


"Hei! Are you crazy? Cepat turunkan aku bodoh!" Jennifer terus memberontak, memukul punggung Jayadi sekuat tenaga berharap Jayadi akan menurunkannya.


"Berhenti." seorang penjaga club menghentikan langkah Jayadi tepat di depan pintu keluar. "Turunkan perempuan ini" titah security.


"Maaf pak, ini istri saya. Saya terpaksa seperti ini karena dia lancang ke club dan mabuk" jelas Jayadi.


Security tersebut mundur, mempersilahkan Jayadi melanjutkan langkahnya.


Membuka pintu mobil, dan menghempaskan tubuh Jennifer dengan kasar. Efek racun cinta mulai bekerja, Jennifer merasa aneh dengan tubuhnya. Beberapa kali ia mencoba merobek pakaiannya sendiri.


Dan..


Melihat keadaan Jennifer yang tak mungkin untuk ia bawa pulang ke rumah, Jayadi memutuskan menginap di sebuah hotel. Malam panjang mereka lalui berdua, Jayadi mengobati jennifer terlepas dari racun cinta dengan beberapa kali pelepasan.


Jika Jennifer melakukannya tanpa sadar, berbeda dengan Jayadi. Ia bahkan berterimakasih pada lelaki di bar tersebut, karena telah menaruh racun cinta di gelas milik jennifer.


Karena cinta satu malamnya, Jennifer mengandung. Naluri keibuannya muncul, meski kedua orangtua Jennifer menentang kehamilan tersebut. Pasalnya, anak gadis mereka hamil di luar pernikahan. Apa kata dunia?


Berulang kali Jayadi meyakinkan bahwa ia akan bertanggung jawab, segera menikahi Jennifer dan membangun keluarga kecil penuh cinta. Sayangnya, Jennifer tak mencintai Jayadi, pernikahan itu berlangsung setahun.

__ADS_1


__ADS_2