Suamiku Tua

Suamiku Tua
Chapter 18


__ADS_3

..._selamat membaca_...


Dewa sudah sampai di kantornya, senyum terus menghiasi wajah tampan itu.


Sesekali ia juga bersiul, membuat seluruh karyawan yang kebetulan berpapasan dengannya merasa heran.


Pasalnya selama ini, Dewa hanya balas mengangguk jika para karyawan menyapanya.


Samuel yang melihat kedatangan Boss-nya pun segera menghampiri.


"Tuan, anda terlihat bahagia sekali pagi ini" ucap Samuel seramah mungkin.


"Hem, tentu Sam, kami sudah sah menjadi suami istri seutuhnya" Ucap Dewa menepuk pelan bahu Samuel dan kembali berjalan menuju ruangannya.


Mendengar hal itu raut wajah Samuel berubah, ia mengepalkan tangannya. Rahangnya mengeras, namun itu hanya sebentar karena buru-buru ia menyusul Dewa.


Selama ini, tak ada yang Dewa rahasiakan pada Samuel. Semua ia ceritakan karena Samuel adalah anak Bik Sum, orang yang sudah merawatnya sejak ia kecil.


Sementara itu, Aya yang masih rebahan diganggu dengan suara deringan ponselnya.


Kontak bernama Andre, terus menelpon, bahkan sudah sampai sepuluh kali dan ini untuk yang kesebelas kalinya.


Terpaksa Aya mengangkat telpon itu. Ia duduk di tepi ranjang, mengangkat kaki dan menumpunya pada kaki sebelahnya.

__ADS_1


"Hallo?" ucapnya.


"Ay, lo dimana? Kok gak ngampus? Sakit" ucap suara diseberang telpon.


"Lagi gak enak badan aja"


"Kemarin kamu bilang lagi sama suami, itu boongan kan, Ay. Kamu gak beneran kan ngomong gitu"


"Aku serius"


"Kita bahkan belum putus, Ay. Aku tau kamu pasti lagi bales ngerjain aku. Ayolah Ay, kamu kan tahu sendiri alasan aku menghilang gak ada kabar itu apa. Aku lanjutin kuliah di Malaysia ikut kakak aku. Dan sekarang aku udah balik demi kamu, kamu malah gini" ucap Andre panjang lebar.


"Ndre, kita cuma pacaran, cinta monyet aja. Gak perlu acara formal buat mengakhiri hubungan kita kan? Dengan kamu gak ada kabar selama itu, aku udah mutusin sepihak kalau kita pisah" balas Aya.


"Kamu nikah sama siapa? Kamu gak bahagiakan nikah sama orang itu?"


Tutt, Aya memutuskan panggilan tersebut, dan segera memblokir nomor Andre, terdengar kekanak-kanakan memang, tapi ini yang terbaik menurutnya. Dia tak ingin Dewa terus salah paham.


Diseberang sana, seorang lelaki mengumpat kasar, dibantingnya dengan kencang benda pipih tersebut. Ia meremas kasar rambutnya, seperti orang yang tengah frustasi.


"Gak mungkin! Gak mungkin dia udah nikah" Lelaki tersebut melangkahkan kakinya menuju parkiran,


Menstarter motor sport dan melajukannya dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Kamu hanya milikku, Aya. Milikku!


Tak butuh waktu lama, lima belas menit saja Andre sudah tiba di sebuah rumah mewah nan megah.


Dipencetnya bel rumah berkali-kali dengan sesekali menggoyang keras pagar besi rumah tersebut, menimbulkan suara gaduh.


"Woy, siapa loe. Jangan bikin keributan di sini" gertak satpam komplek yang sedang tugas berpatroli.


Mendengar suara keributan yang semakin kencang, Pak Suganda keluar.


"Ada apa ini, apa yang anda lakukan di rumah majikan saya" tanyanya tegas,


"Dimana Aya, saya mau ketemu dia, penting!" balas Andre


"Siapa anda, tak sembarangan orang bisa ketemu dengan majikan saya"


"Saya pacarnya" Andre kemudian berteriak memanggil nama Aya "Aya.... Aya... Keluar kamu".


"Hei, jangan kurang ajar kamu" Pak Suganda berusaha menahan tubuh Andre yang terus mencoba menerobos masuk.


Dari balik jendela kamarnya, Aya menyaksikan keributan tersebut. Dirinya terus mondar mandir tak karuan, bagaimana jika suaminya sampai tahu, oh tidak! Suaminyabpasti tahu.


Karena apapun yang terjadi di rumahnya, pelayan setianya akan melaporkan kejadian itu dengan runtut.

__ADS_1


Belum lagi cctv yang terpasang di setiap sudut rumah megah itu.


Author mohon vote, komen dan like ya readers


__ADS_2