Suamiku Tua

Suamiku Tua
Chapter 20


__ADS_3

*Hai readers, makasih banyak loh udah mau baca cerita recehan ini.


Bolehkah Author minta like, komen n vote?


Thankyou 🍑🍑*.


_______


"Rumah sakit Medika Center? Kenapa dia?" gumamnya yang masih dapat didengar oleh Katrin.


"Saya gak tau, Tuan." jawab Katrin


Dewa menghela nafas kasar, langkahnya berbelok keluar perusahaan hendak menyusul Samuel.


Dengan diantar supir, Dewa sampai di rumah sakit. Langkahnya pelan, tenang namun terlihat sangat gagah.


Membuat beberapa kaum hawa yang berpapasan menjadi lumer.


Sebenarnya, kenapa para CEO terlihat gagah, dingin dan berwibawa ya?


Stop!


Berhenti di meja resepsionis "Maaf Nona, apa ada pasien bernama Samuel Prakoso?" tanyanya pada petugas resepsionis.


"Wah tampan sekali" gumam Nona resepsionis dengan meletakkan kedua tangannya di dagu, persis seperti gaya Cherrybell.


Dewa menggelengkan kepalanya, bukan menjawab petugas resepsionis tersebut justru sibuk mengagumi wajah tampan pria berjas hitam di depannya, yang tak lain adalah dirinya sendiri.


"Hai Nona, are you here?" Dewa melambai-lambaikan tangan tepat di wajah wanita tersebut.


"Oh, eh i..iya Tuan, ada yang bisa saya bantu" ucapnya setelah tersadar dari kesibukannya memandang Dewa.

__ADS_1


"Apa ada pasien bernama Samuel Prakoso disini?" ulangnya.


"Sebentar saya cek dulu, Tuan."


Tiga menit menunggu, petugas resepsionis tersebut mengatakan kalau pasien bernama Samuel Prakoso tak ada dalam daftar pasien.


Akhirnya, ia putuskan menelpon ke ponselnya sendiri dengan menggunakan telepon rumah sakit.


"Ya, hallo. Siapa ini?" Ucap suara di seberang.


"Kau dimana!"


"Emm, saya di rumah sakit, Tuan"


"Di ruangan apa"


"UGD, Tuan"


"Terimakasih, Nona, sudah meminjamkan saya telpon rumah sakit" ucapnya ramah.


Sedangkan si petugas resepsionis itu, tetap dengan kesibukannya memandang wajah Dewa.


"Terpesona, aku terpesona


Saat ku memandang wajahmu, yang tampan" Petugas resepsionis bersenandung.


Dewa kini sudah sampai di UGD, langkahnya yang panjang membuat ia sampai dengan cepat.


Beberapa orang menatap Dewa dengan raut panik. Kecuali Andre, memang mantan cinta monyet Aya belum mengenal sosok lelaki yang berjalan mendekat. Dia masih duduk bersandar di kursi tunggu pasien.


"Sam, siapa yang sakit" tanya Dewa begitu posisinya sudah ada di depan Samuel masih dengan beberapa jarak.

__ADS_1


Yang ditanya bukan menjawab, malah beradu pandang dengan wanita paruh baya di sampingnya, Bik Sum.


Ekor mata Dewa melirik kursi tunggu pasien, "Kenapa ada Andre disini?"


"Maaf Tuan, maafkan saya. Den Ayu terjatuh dari tangga" ucapnya begitu menyesal, raut wajah yang begitu cemas ia sembunyikan dengan menundukkan kepalanya.


"APA!? Sam. Kau tahu semua ini?" ucap Dewa geram "Dan tidak langsung memberitahuku!"


Samuel hanya diam, kemudian melangkah pelan mendekati Dewa "Maaf Tuan, meeting tadi sangat penting, aku memutuskan untuk..."


Belum sempat Samuel melanjutkan ucapannya, dia sudah mendapat hadiah bogem mentah dari Dewa.


"Lancang kamu!" sungutnya, kedua tangan itu masih tetap mengepal.


Lagi, Dewa mendaratkan pukulan, kali ini perut yang menjadi sasarannya.


Bik Sum hanya bisa diam terpaku, menutup mulut dengan kedua tangan sebisa mungkin untuk menahannya agar tidak mengeluarkan suara.


"Maaf Tuan, saya yang memintanya untuk datang kemari, maafkan saya Tuan" Bik Sum bersimpuh di depan Dewa.


"Tetap saja dia lancang dengan tidak memberitahuku, apapun itu, aku harus tahu keadaan istriku, Bik" suaranya kini mulai pelan walau masih geram dengan tingkah Samuel.


Andre menoleh, "Istriku? Apa maksud anda, Tuan" selidiknya.


"Devilla Soraya adalah istriku, siapa kamu? Kenapa ada di sini?" balas Dewa ketus.


Andre mengulurkan tangan "Saya Andre, teman Aya" Melihat uluran tangan Andre, Dewa melengos, membiarkan tangan kanan rivalnya memegang udara "Sudah ada saya di sini, silahkan anda pulang"


"Permisi, bisa saya bicara dengan keluarga pasien" ucap seorang dokter yang baru saja keluar dari ruang UGD, peluh masih terlihat di keningnya.


Tiga orang lelaki langsung mendekat ke dokter, membuat Dewa semakin geram.

__ADS_1


__ADS_2