
Dears, ini mas Dewa.
Setuju gak sama Aya, kalo tampang mas Dewa ini tua?. Kalo kata Author sih ini macho pisan...🤩🤩😋
_______
Dahi Dewa nampak berkerut melihat tingkah istrinya, yang terus memukul kepala. Sudut bibirnya melengkung. "Kamu, kenapa?" tanya Dewa sesekali melirik ke Aya kemudian fokus ke jalan.
Aya tersentak, "Hah.. Em.. Aku, aku gak papa kok." jawabnya terbata, merasa grogi. Dewa menggeleng.
Suasana di dalam mobil kembali hening, Aya beberapa kali terlihat menguap, kemudian larut dalam mimpi indahnya.
Melihat istrinya tidur, Dewa menepikan mobil kemudiam berhenti. Dia mengatur posisi jok mobil tempat Aya duduk, agar lebih nyaman untuk tidur.
Aya nampak sangat pulas, sehingga tak menyadari gerak-gerik Dewa. Disibaknya beberapa helai rambut yang menutupi wajah sang istri.
Dewa tersenyum, andai Aya tahu bagaimana Dewa memperlakukan dan memperhatikannya, pastilah dia merasa sangat beruntung.
Mobil pun sampai di sebuah halaman rumah, namun karena Aya tak kunjung bangun, Dewa tetap berada di mobil dan tak mau mengganggu istirahat Aya.
Kedua orangtua Aya, keluar dari rumah. Melihat mobil menantunya sudah terpakir di carport miliknya, tapi kedua anaknya tak kunjung muncul.
Pak Wahid, berjalan mendekat ke mobil, beliau mengetuk kaca mobil tersebut.
__ADS_1
Dengan gerakan sangat pelan, Dewa pun membuka kaca mobilnya.
"Maaf Ayah, Aya sepertinya sangat kelelahan. Bagaimana kalau biarkan aku menemaninya saja di sini." ucap Dewa membalas tatapan pak Wahid yang seolah bertanya.
Pak Wahid mengangguk paham, beliau kemudian mengajak istrinya kembali masuk ke rumah.
"Yah, kok gak di suruh masuk sih mereka?" tanya ibu.
"Aya ketiduran bu, Dewa takut mengganggu istirahat Aya."
"Hem, ok. Sambil nunggu Aya bangun ibu bikin cemilan dulu buat mereka ya yah."
Di mobil, Aya merentangkan kedua tangannya, "Hoaamm." namun dia kaget begitu melihat Dewa yang menopang wajahnya dengan tangan dan terus menatapnya.
"Assalamualaikum." ucap Aya dan Dewa begitu memasuki rumah.
"Waalaikum salam, sudah bangun Ay?" tanya pak Wahid. beliau duduk di sofa ruang tamu.
Aya nyengir kuda, "Kok Ayah tau Aya tidur di mobil?" Aya menghempaskan tubuhnya di sofa, duduk di samping pak Wahid, sementara Dewa duduk di seberang mereka.
"Kamu sudah sampai tiga puluh menit yang lalu sayang, karena tak kunjung keluar dari mobil ayah menhampiri kamu. Tapi kata Dewa, kalian akan turun setelah kamu bangun dengan sendirinya." Pak Wahid membelai rambut putrinya.
"Ayah, apa ayah tau maksud kedatanganku kemari?"
Pak Wahid diam sejenak, netranya melirik ke arah Dewa dan di balas anggukan oleh menantunya itu.
__ADS_1
Pak Wahid mengangguk, "Ayah, kebangkrutan keluarga kita ternyata ulah lelaki ini." ucap Aya menunjuk Dewa.
"Jaga sikapmu, Aya." tegur pak Wahid. "Ayah sudah tahu semuanya, maka dari itu kami kembali ke rumah ini."
"Ayah gak marah? Cuma gitu doang reaksi Ayah?"
Pak Wahid kembali tersenyum, menurunkan satu kaki yang sejak tadi berpangku pada kaki sebelahnya. "Ayah marah awalnya, tapi setelah mendengar penjelasan dari Dewa, Ayah memakluminya dan bahkan berterimakasih padanya."
"Betul itu, Ay. Ibu juga gak nyangka awalnya." timpal ibu yang baru bergabung dari dapur.
"Tapi Aya kecewa bu, yah sama dia." ketus Aya, menyilangkan kedua tangan di dadanya.
"Apa Dewa melakukan KDRT?" Aya menggeleng, "Apa dia selingkuh?" Aya menggeleng lagi.
"Kalau begitu, maafkanlah dia Aya, tidak ada orang yang sempurna. Apa kamu tidak melihat dampaknya?. Ibu menjadi seorang istri yang lebih baik, tidak lagi boros, dan Ayah jadi punya banyak waktu untuk keluarganya. Bukankah itu yang kamu inginkan?" ucap Ayah panjang lebar menasihati Aya.
Aya kini sedang dalam perjalanan pulang, setelah mendapat penjelasan dari kedua orangtuanya, membuat ia sedikit lega.
"Sehari, sebelum kamu tahu kebenarannya. aku sudah menjelaskan ke orangtua kamu, itu sebabnya aku ingin mengatasnamakan harta itu dengan nama kamu." ucap Dewa yang masih fokus menyetir.
Aya hanya diam, ia sendiri bingung. Mau memaafkan atau mengacuhkan. Memang benar, ibunya sudah berubah.
Tapi apa harus Dewa berbuat seperti itu? Tak ada cara lainkah?
"Dears, Author minta maaf. Author sekeluarga lagi sakit jadi up-lama. Doain Author biar cepet sembuh ya. Makasih 😋😋
__ADS_1