
Happy Reading for you 🖤🖤🖤
tinggalkan jejak setelah membaca
like komen dan vote
love love segudang buat yang baca 🖤🖤🖤
terlihat di antara sekian banyak nya kerumunan lautan manusia, dua orang gadis yang tak lain dan tak bukan Zoya dan Vivi sedang duduk manis di tempat khusus untuk para siswa menonton basket di temani dengan beberapa bungkus makanan ringan dan dua botol minuman dingin di tangan mereka masing masing yang mereka beli di kantin sekolah.
kedua nya larut dalam obrolan ringan khas para gadis yang tak jauh jauh dari kata belanja dan Drakor.
" gimana kemaren langsung belah duren gak?" goda Vivi menyenggol lengan Zoya.
ahhh Vivi sangat penasaran dengan kejadian kemaren mengingat tingkah Zoya yang kelewat agresif terhadap sugar Daddy nya.
apakah sahabat nya itu sudah belah duren seperti dirinya??
atau masih perawan Ting Ting??
blushh
seketika pipi Zoya memanas rona wajah nya langsung berubah menjadi merah seperti memakai blush on.
pertanyaan Vivi membuat nya kembali mengingat kejadian panas kemaren , membuat nya menjadi salah tingkah dan malu malu kambing.
melihat tingkah Zoya yang malu malu membuat keyakinan Vivi semakin bertambah kalau sahabat nya itu sudah belah duren.
tapi dia tidak mau menarik kesimpulan dari sudut pandang nya saja dia harus mendengar nya langsung dari mulut Zoya sendiri.
"ishhh zoya,,
ceritain dong gue penasaran banget?" desak Vivi menggoyang goyangkan bahu Zoya seperti Anak kecil yang minta di belikan permen pada ibu nya.
huhhh sahabat nya itu memang sangat sangat kepo.
"siapa juga yang belah duren," kata Zoya memalingkan wajah nya.
__ADS_1
"hahhh,
jadi kalian belum gitu gituan" lantang Vivi tanpa filter
seketika saja Zoya langsung membekap mulut Vivi dengan kedua tangan nya , dasar mulut rombeng!! kenapa dia bisa mengucapakan kalimat itu tanpa di filter dulu!!
bagaimana kalau ada teman sekolah mereka yang mendengar nya
kan bisa bahaya!!
" dasar Mak lampir, gimana kalau ada yang denger Siti" decak Zoya kesal setelah melepaskan bekapan tangan nya dari mulut Vivi
" lu mau bikin gue mati ya
sarkiyem" tuding Vivi mengelap mulut nya dengan saja satu tangan nya
"enak aja" elak zoya
" lu habis makan apaan sih Zoy??
" habis ngegaruk ketek dulu tadi,
asin ya?? gak papa sih telen aja.
anggap aja lu makan garam gratis" ucap Zoya enteng sepeti tidak ada dosa
"****** lu" teriak Vivi memukuli tubuh Zoya
"hahahhah
ampun ampun
gue bercanda doang" kata Zoya mencoba menghentikan kegiatan Vivi yang terus memukuli nya
" huuuhhh untung aja gak beneran" ucap Vivi lega mengelus dada nya
*tapi boong lanjut Zoya di dalam hati terkekeh geli
__ADS_1
Mana berani dia mengatakan yang sejujur nya
bisa bisa dia habis di pukuli Vivi.
walau pun badan nya kecil alias mungil tapi tenaga nya mirip seperti samson
ingat Samson bukan bison ya guys*
kedua nya pun kembali melanjutkan cerita mereka yang sempat tertunda akibat kejahilan Zoya tadi,renyah tawa pun terdengar begitu nyaring membuat semua orang mengalihkan perhatian nya pada kedua gadis cantik itu.
terlihat dari kejauhan seorang siswi yang merupakan adik kelas Zoya berlari menghampiri kedua nya.
"kak Zoya ada yang nyariin !!" kata nya
membuat Zoya menaikan sebelah alis nya
tumben sekali ada yang nyariin
jangan jangan rentenir lagi!!
"siapa?" tanya Zoya bangkit dari tempat duduk nya
di ikuti vivi
"nggak tau!" balas nya menggedik kan bahu nya tak tau
"tapi orang nya ganteng banget kak kek cowok yang ada di novel novel gitu,,
sempurna" puji nya semakin membuat Zoya penasaran
" korban novel dia Zoy" bisik Vivi
"kayak lu kagak aja" sinis Zoya di balas cengiran oleh Vivi
bye bye
__ADS_1