Sugar Baby Om CEO

Sugar Baby Om CEO
Bab #56#


__ADS_3

Happy Reading for you 🖤🖤🖤


Tinggalkan jejak setelah membaca ya


Like komen vote dan hadiah 🖤🖤


"Tumben sekali Daddy belum pulang?" Lirih Zoya melihat arah jarum jam yang sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam.sebentar lagi menuju tengah malam namun Alvi belum menunjukan tanda tanda kepulangan nya..


Mondar mandir melihat ke halaman bawah terus di lakukan Zoya. Ini baru pertama kali Alvi pulang selarut ini tanpa menghubunginya terlebih dahulu.


Nomor yang anda tuju sedang sibuk


Lagi lagi hanya suara operator lah yang menjawab telepon Zoya membuat nya menghela nafasnya panjang


"Daddy kemana sih??


Udah selarut ini belum pulang juga" kesal Zoya bercampur rasa khawatir.


Drett


Drett


Dret


Bunyi getaran ponsel mengalihkan pandangan Zoya dari halaman depan mansion. Dengan terburu buru dia menghampiri ponsel nya Seketika dahi nya mengerut bingung melihat nomor asing lah yang menghubungi nya.


"Hallo" ucap Zoya menyapa


"Benar ini dengan nona Zoya" tanya nya


"Benar saya Zoya,maaf ini siapa ya?" Tanya Zoya bingung


"Maaf menganggu malam malam


Perkenalkan saya Daniel azueela aasisten pribadi nya tuan Alvi" seketika Zoya menghela nafas nya lega.


"Iya Daniel kenapa?? Di mana tuan mu?" Tanya Zoya


"Saya mau memberi tahu untuk malam ini tuan tidak bisa pulang karna harus lembur.kemungkinan besok pagi dia baru pulang" ucap Daniel sambil melirik Alvi yang sedang fokus bekerja


"Hmm


Lalu kenapa tidak dia sendiri yang menghubungi ku" batin Zoya menerka nerka apa yang sebenernya terjadi dengan Daddy nya itu


"Ouh begitu


Baik lah" balas Zoya


"Saya tutup nona" pamit Daniel sopan


"Hmmm ya"


Tuttt


"Sudah boss" jelas Daniel melangkah kaki nya menuju sofa ruangan. Terlihat laptop milik nya masih menyala karna sedang membuat beberapa susunan untuk proyek baru mereka bersama tuan herison.


Keheningan pun melanda


Kedua nya sibuk dengan tugas nya masing masing, Alvi sebenernya ingin memulai pembicaraan namun dia takut Daniel masih marah tentang kejadian siang tadi.


Dia cukup tau diri akan kesalahannya yang masih plim plan dengan hati nya.


***


Keesokan hari nya


"Baik lah anak anak untuk pelajaran olahraga kita hari ini kita akan bergabung dengan anak kelas XI A.


Hari ini bapak akan menyebutkan nama nama siswi dan siswa yang akan mewakili sekolah kita untuk pertandingan voli putra putri untuk kejuaraan antar sekolah Minggu depan" ucap pak Jeki selaku guru olahraga


Beberapa barisan sudah tersusun rapih di sebelah kiri murid laki laki dan sebelah kanan murid perempuan.

__ADS_1


"Untuk voli putri kita akan mengirim delapan orang saja yang di ambil dari dua kelas terbaik.


_zoya selaku kapten


_vivi


_vini


_jennie


_laras


_siti


_clara


_viona


Untuk yang nama nya di sebut silahkan menjauh kan diri dari yang lain" perintah pak jeeki


"Untuk yang putra


_varrel selaku kapten


_reno


_edward


_alvin


_almet


_rio


_son hye


_alex


Dan kalian yang bapak pilih tadi silahkan laku kan pemanasan terlebih dahulu " perintah pak Jeki berlalu meninggalan 16 orang itu.


Hampir 30 menit mereka melakukan pemanasan, di tambah dengan lari mengelilingi lapangan sebanyak 10 kali cukup membuat nafas tersengal sengal.


"Mari kita mulai


Sebelum nya bapak sudah membawa lawan yang cukup untuk kalian bertanding selama 2 Minggu ke depan " ucap pak Jeki yang kemudian memanggil lawan yang di sebut nya tadi.


Sekelompok putra putri yang merupakan pemain volly terbaik menjadi pilihan untuk percobaan pertandingan


"Njrittt beuh yang di tengah mantep bat dah" ucap Vivi berbinar


"Itu yang kiri putih banget" tunjuk Vini pada seorang pemuda yang paling tampan dari yang lain dengan tubuh tinggi, putih, dan pasti nya berotot


"Gak usah di tunjuk njritt


Malu maluin" Vivi pun menepis tangan Vini yang berada di depan nya


"Hehehehe ya sorry


Abis nya ganteng bat dia" ucap Vini cengengesan


"Dasar cewek norak


Gak bisa liat cowok ganteng dikit aja udah kegatelan" ucap Clara dengan nada penuh ejekan


"Hehh Mak lampir sirik aja lu


Tubuh tubuh gue milik milk gue ngapa jadi lu yang sewot" balas vini sewot


"Keliatan banget kampungan nya" ejek jennie ikut ikutan


"Lu bilang apa tadi kampungan??

__ADS_1


Wah wah ni anak kayak nya belum tau siapa gue" sinis Vini menggulung kaos olahraga nya hingga sebatas siku


Kemudian mengambil ancang ancang seperti ingin menjambak.


"Sabar Vin


Gak usah di ladenin mak lampir kayak dia


Bisa bisa darah tinggi lu" celetuk Vivi menahan tubuh Vini yang diam


"Ehhh Jubaedah gue masih diem kenapa lu pegangin tubuh gue


Lu mau modus ya" tuding Vini membuat Vivi segera melepaskan tangan nya dari tubuh Vini


"Idihhh amit amit jabang bayi" ucap Vivi bergidik ngeri


"Udah gatel


Caper lagi


Benar benar kombinasi the ja***g gatel" ejek jennie menekan kata ******


"Wahh benar benar lu ya


Sini lu grandong


Gue abisin lu" kali ini Vini bener benar ingin menjambak rambut Jennie sampai rontok kalau perlu sampai botak biar dia gak punya muka lagi.


Ketika tangan Vini hampir menyentuh rambut Jennie terdengar teriakan seseorang membuat kelima siswi itu menegang di tempat.


"Zoya Vivi Vini sedang apa kalian?" Teriak pak Jeki dari arah koridor sekolah


Kemudian menghampiri kelima anak murid nya itu yang masih diam tak menjawab pertanyaan nya


"Hehehe bapak


Nggak loh pak


Ini kami kau kenalan sama anak baru


Ya gak girls" ucap Vivi mengambil alih kendali


Sambil merangkul pundak Jennie


"Ng...iya pak" desis Jennie merasakan kuku panjang Vivi menekan kulit nya


"Ouhh


Bener itu??


Kalian gak lagi berantem kan" tanya pak Jeki yang masih ragu


"Nggak kok


Kami kan anak baik baik mana mungkin berantem


Ya gak guys" ucap Zoya membela


"Baik lah


Kalian cepat kumpul" ucap pak Jeki terlebih dahulu pergi


"Sttt lepasin" berontak jennie menepis tangan Vivi dari pundak nya


"Wisttt


Santai ledis" ucap Vivi remeh


"Cabut guys" ucap Zoya pergi dikuti kedua sahabat nya


Bye

__ADS_1


Bye


__ADS_2