
Happy Reading for you 🖤🖤🖤
tinggalkan jejak setelah membaca ya
like komen vote dan hadiah🖤🖤🖤
" sialan, kayak nya tuh mobil terus ngikutin kita deh" umpat Zoya.
sejak mobil mereka keluar dari area sekolah Pandangan mata zoya selalu memperhatikan mobil Jeep berwarna hitam itu, awal nya dia hanya mengira bahwa mobil itu hanya mobil biasa
namun semakin ke sini semakin mencurigakan saja.
karna kalau mobil Vivi belok ke kanan mereka juga akan mengikuti dengan belok ke kanan juga.
"yang bener lu zoy!! jangan bikin gue panik dong" balas Vivi tak tenang,
ekor mata nya melirik ke arah spion samping mobil dan memang Benar sekali ucapan Zoya.
mereka memang di ikuti namun ntah apa motif mereka mengikuti mobil vivi.apakah mereka mau menculik Vivi dan Zoya?? seperti yang mereka tonton di film film aksi dan lalu di jual ke sindikat penjualan anak?? atau mereka mau di rampok terus di bunuh??
dan yang lebih parah nya mobil itu berjumlah lebih dari satu ada sekitar 3 Sampai 4 mobil yang beriringan mengikuti dari belakang.
"kita harus gimana zoy" panik Vivi kalang kabut seumur hidup baru kali ini lah dia di ikuti oleh orang, terlihat sekali ekpresi cemas yang di keluarkan Vivi mata nya terus memindai pergerakan mobil yang mengikuti mereka, sedangkan kedua tangan nya fokus menyetir.
"gue juga bingung gak tau harus gimana!! pokoknya
yang penting sekarang lu harus tenangin diri lu dulu
tarik nafas terus keluarin
lu fokus aja nyetir kek biasa nya anggap aja kita pura pura gak tau,
gue mau ngehubungin Daddy dulu" instruksi zoya mencoba memberi pengarahan yang dia dapat dari bersekolah SD dulu dimana di saat kita sedang berada dalam bahaya kita harus tenang dan tidak boleh panik. padahal dalam hati nya mah sudah bergemuruh hebat antara panik dan takut.
cepat cepat dia segera mencari kontak Daddy nya dan langsung menghubunginya.
setelah beberapa menit tidak ada jawaban hanya operator saja yang menjawab
*nomor Yang anda tuju sedang sibuk
cobalah beberapa saat lagi*
"gimana zoy bisa di hubungi gak?" tanya Vivi mata nya terus melirik ke arah spion sangking gugup dan takut nya seluruh badan nya gemetar.
"gak di angkat vi
udah gue hubungi terus tapi tetep gak di angkat" ucap Zoya yang semakin menambah kepanikan Vivi.
~gue sama Zoya hak pernah nyinggung siapa pun tapi kenapa malah di incer kayak gini~ batin Vivi resah
"nih pake hp gue
__ADS_1
terus hubungin om Ronal" suruh Vivi menyerahkan ponsel milik nya.
jarak antara kedua mobil itu semakin dekat.untung saja posisi mereka sekarang masih berada di jalan raya, lalu lalang orang masih banyak di jalanan.
*nomor Yang anda tuju sedang berada di luar Service area
...cobalah beberapa saat lagi*...
"ahh siap sial, Daddy lu juga gak bisa di hubungin Vi" ucap Zoya mulai putus asa
otak nya sekarang benar benar buntu walau hanya untuk sekedar berpikir jernih, apalagi jalan raya yang tadi mereka lewati kini sudah berlalu mobil Vivi kini mulai memasuki jalanan yang terkenal sepi karna kanan dan kiri jalan di hiasi pepohonan rindang dan hutan yang jarak nya tak jauh dari jalan.
"ahhh dasar sialan
kenapa pas di butuhin kayak gini mereka gak ada yang bisa di hubungin sih" maki Vivi memukul stir mobil nya kasar.
"sekarang kita harus gimana zoy?" panik Vivi hampir menagis
kedua gadis itu benar benar di Landa kebingungan.mau melawan pun rasa nya sangat percuma mereka hanya berdua dan mereka saat banyak, belum lagi mereka pasti nya membawa senjata api.
"kita tukaran posisi
biar gue yang bawa mobil" putus Zoya cepat.
Vivi yang terus menangis membuat Zoya merasa khawatir akan keselamatan mereka berdua, dia takut Vivi akan hilang konsentrasi . lagi pula
Zoya adalah mantan pembalap nasional berbagai macam rintangan sudah sering di hadapi nya .dan semoga saja mereka tidak lebih pintar dari Zoya.
dengan amat cepat kedua nya langsung bertukar posisi.
"lu hubungi lagi Vi
biar gue yang ambil kendali semua nya" ucap Zoya yakin.
rasanya deg deg an sekali karna sudah lumayan lama dia tidak mengendarai mobil semoga saja skill nya tidak berkurang.mata terus fokus kedepan kedua tangan nya mencengkram stir mobil dengan kuat sekarang dia sudah siap dengan posisi nya.
tak mau membuang waktu lebih lama dan pastinya semakin membuat mereka dalam bahya
Zoya segara menekan pedas gas mobil dengan kuat hingga membuat mobil melaju dengan kencang.
untung saja jalanan nya yang mereka lalu sepi hanya ada beberapa kendaraan saja yang lewat hingga memudahkan mereka untuk berkendara di atas kecepatan tinggi tanpa khawtir terjadinya kecelakaan.
dor
suara kencang pelatuk di tembakkan oleh seseorang yang ada di dalam mobil jep itu.namun dengan gerakan cepat Zoya segara menghindar dengan membelokkan mobil ke arah kanan jalan. tak hanya sampai di situ
saja aksi menemak terus di lakukan oleh mobil misteris itu
target utama mereka adalah ban mobil belakang mereka.
"zoy gue takut hiks,,,hiks,," Isak Vivi memegangi dada nya yang sangat sesak.
__ADS_1
pikiran nya sudah tak karuan di situasi seperti ini pasti nya orang orang selalu berpikiran buruk dari pada berpikiran baik.
"lu jangan nangis Vi, inget lu punya penyakit asma
jangan bikin gue makin sulit sama semua ini" bentak Zoya tanpa sadar.
dia sudah tak perduli dengan Vivi yang terkena bentakannya yang penting sekarang mereka harus lolos dulu.
"Daddy,,," lirih Zoya menyebut nama om Alvi.
dor
bleshhh
tembakan terakhir yang di luncurkan tepat mengenai ban belakang mobil Zoya hingga membuat mobil itu kehilangan kendali dan menabrak pohon besar di samping kanan Jalan.
brak
"auhh sialan,,," ringis Zoya memegang jidat nya yang terasa sangat sakit.
segera dia mengabaikan rasa sakit itu yang dia khawatir kan sekarang adalah kondisi Vivi yang duduk tepat di samping nya
"Vi Vivi lu gak papa kan?" khawatir Zoya memegang pundak vivi
"gue gak papa!" ringis Vivi memegangi kepala nya
"lu masih kuat buat lari kan?" tanya Zoya di angguki Vivi.luka yang di alami kedua nya tidaklah parah hanya beberapa luka
yang mengeluarkan darah.
"ayo sekarang kita harus lari" ajak Zoya menarik tangan Vivi keluar dari pintu depan mobil. kedua nya berlari dengan kencang menuju ke arah hutan karna sekarang posisi kedua nya dekat sekali dengan area hutan.
tak lama setelah Zoya dan Vivi lari datang lah 3 mobil berwarna hitam yang mengejar mobil Vivi tadi.
"Jamal lu periksa tu mobil sekarang" titah boss nya menunjuk mobil Vivi yang sudah ringsek di bagian depan nya.
kondisi mobil itu sangat memprihatinkan mungkin tidak bisa lagi di perbaiki.
" gawat bosss kayak mereka berdua lari ke arah hutan " teriak jamal heboh sambil menunjuk hutan di samping mereka.
" sialan,,, ayo cepet kejar, jangan biarin mereka lolos" teriak boss pada anak buah nya dia terlebih dahulu lari masuk ke dalam hutan di ikuti oleh para anak buah nya yang tak kurang dari 10 orang.
mereka terus berpencar ada yang ke arah barat, timur ,selatan dan Utara.
pokok nya mereka harus segera menemukan kedua gadis itu sampai dapat karna boss nya ingin mereka bawa pulang jasad ke dua gadis itu ke hadapan nya.
bye
bye🖤🖤
jangan lupa like komen vote dan hadiah nya
__ADS_1
semakin banyak like semakin semangat author ngetik nya