
happy Reading for you
tinggalkan jejak setelah membaca ya
like komen vote dan hadiah 🖤 🖤
Di sebuah ruangan lebih tepat di sebuah kamar terlihat seorang gadis cantik yang sedang terbaring lemah, mata nya yang bulat perlahan mengerjab ngerjab sebentar menyesuaikan dengan cahaya yang masuk .
segera dia bangkit dengan menggunakan Sebelah tangan nya yang di gunakan untuk menumpu di pinggir kasur.
"Gue di mana?" Ucap nya memegangi kepala nya yang masih terasa sakit.
"Daddy!" Teriak Zoya namun hening tak ada satu jawaban atas teriakan nya.
Bola mata nya menelisik satu persatu benda benda yang di ruangan, hampir secara keseluruhan ruangan itu di dominasi Dengan warna hitam dan abu abu.
"Ini bukan kamar apartemen gue, gue di mana?" Panik nya berjalan menuruni kasur dan mengambil langkah seribu menuju pintu kamar. Sebelah tangan nya memutar handle pintu
"Shittt" umpat Zoya ketika pintu itu tidak bisa di buka alias di kunci dari luar.
Kedua mata dan tangan nya bergerak mencari cari di mana keberadaan kunci itu, semua ruangan sudah di jelajahi tak ada satu pun yang terlewat namun kunci itu tidak ada di mana mana.
Tak menyerah sampai di situ saja zoya menyibakkan lebar lebar gorden jendela kamar hingga mata nya bisa melihat dengan jelas pemandangan yang terpampang dengan nyata.
Bak berada di sebuah negeri dongeng Zoya seketika terpesona dengan keindahan alam yang jelas nyata.
Namun kekaguman nya hanya sebentar otak waras nya langsung bekerja, ini bukan saat nya terpesona yang harus di pikir kan adalah bagaimana cara keluar dari ruangan ini.
"Sial.." umpat Zoya langsung menutup gorden jendela, ekspresi nya bergidik ngeri melihat betapa tinggi nya ruangan yang dia tempati. Mungkin bila dia nekat melompat bisa bisa tubuh nya hancur lebur.
Dengan lesu Zoya melangkah kan Kembali kaki nya menuju kasur, pikiran nya berkelana bertanya tanya.
Di mana dia sekarang?? Kenapa Daddy Alvi meninggalkan nya??
Bagaimana kalau dia di culik orang jahat??
__ADS_1
Tapi memang sekarang dia sedang di culik.
Zoya hanya mampu terdiam menerima keadaan semoga ada orang yang membuka pintu nya!!
Ceklek
Bunyi pintu di buka dengan cepat cepat Zoya langsung menghampiri nya. Terlihat seorang wanita memakai baju pelayan yang kira kira usia nya lebih tua beberapa tahun dari nya membawa troli yang berisi makanan.
"Selamat pagi nona muda, saya datang membawa sarapan untuk anda. Silahkan di makan" ucap nya sopan dengan senyum manis di bibir nya kemudian meletakan beberapa piring makanan di atas meja.
Zoya mengerutkan kening nya bingung ketika melihat pelayan itu menyajikan beberapa makanan kesukaan nya.
Ini semakin aneh saja.
"Kau siapa. Dan ini di mana?" Tanya Zoya penasaran, ekor mata nya mengikuti semua gerak gerik pelayan wanita itu.
Sedikit dia memasang gerakan waspada takut pelayan itu berniat jahat pada nya.
Bukan nya menjawab pelayan wanita itu hanya tersenyum dan menggeleng kan kepala nya pelan.tugas nya hanya memberikan sarapan untuk nona muda itu bukan untuk memberi info atau menjawab.
"Ini di kediaman calon suami anda, nona!" Jawab nya ambigu.
"Calon suami!" Ulang Zoya bingung
Sejak kapan dia punya calon suami, punya pacar saja tidak yang dia punya hanya sugar Daddy yaitu om Alvi.
Mana mungkin punya calon suami.
"Kau pasti salah membawa orang nona, aku bukan orang yang kau maksud dan lagi pula aku juga tidak punya calon suami yang anda maksud Tadi" Kekeh zoya mencoba menjelaskan takut orang yang ada di hadapan nya itu salah membawa orang.
"Tuan besar mana mungkin salah
Anda memang calon istri nya nona" kata nya mendorong Keluar troli.
"Heiii anda salah nona,, dan siapa tuan mu itu ?" Teriak Zoya namun terlambat karna pintu nya sudah di tutup kembali dan sial nya lagi pintu itu di kunci oleh pelayan tadi.
__ADS_1
"siall," maki Zoya menggedor gedor pintu dengan keras namun percuma karna tak ada satu pun orang yang menyauti teriakan nya.
"sebenernya siapa tuan nya itu?" tanya Zoya bingung, mata nya menatap lapar hidangan yang berada tepat di hadapan nya. cacing nya berkrubuk meminta di isi namun Zoya masih ragu untuk memakan nya takut di kasih racun.
namun rasa lapar yang di alami nya mengalah kan rasa takut nya dengan pelan pelan Zoya menyedokkan nasi plus sayur itu pada piring nya.
satu suap sudah mendarat di mulut nya dengan ragu perlahan dia menguyah nya.
5 menit kemudian setelah di rasa rasa tidak terjadi apa apa pun dengan tubuh nya.
Zoya pun meneruskan memakan makanan nya. setidak nya dia mati dengan perut kenyang.
"lihat lah omicron dia memakan makanan buatan ku dengan lahap, ahh betapa menggemaskan nya calon istri ku itu" kata seseorang yang terus memperhatikan Zoya dari layar besar yang ada di hadapan nya.
mata nya menatap Zoya dengan pandangan memuja dan penuh cinta,bahkan seluruh ruangan yang di tempati sekarang banyak sekali Poto Zoya mulai dari jarak dekat hingga jauh
sang asisten yang di panggil omicron hanya menggeleng kan kepala nya, tuan nya memang sangat bucin dan perhatian dengan calon nona muda nya.
betapa beruntungnya gadis yang akan menjadi istri nya kelak namun dia juga sangat khawatir takut cinta tuan nya di tolak.
apalagi dia membawa gadis itu dengan cara menculik nya apalagi gadis itu merupakan milik rival bebuyutan nya.
dia hanya mempu berdoa semoga saja dua kelompok mafia besar itu tidak akan saling menyerang walau semua pasti akan terjadi.
dia hanya mampu berjaga jaga melindungi semua anggota nya.
"aku akan menyapa gadis ku dulu dan kau pergi lah hubungi semua anak buah mu untuk berjaga jaga.
aku yakin Alvi tidak akan tinggal diam karna aku menculik gadis nya" titah orang itu
yap dia adalah RA
ketua mafia dari the araster kelompok mafia terkuat nomor dua di dunia.
dan merupakan orang yang sangat mencintai zoya
__ADS_1
bye.bye🖤🖤