
Happy Reading for you 🖤🖤
tinggalkan jejak setelah membaca
like komen vote dan hadiah 🖤🖤
pagi hari telah tiba, sang Surya telah menampakkan sinar hangatnya terlihat di kamar sebuah apartemen mewah seorang gadis cantik tengah menggeliat dalam tidur nya kemudian ia merenggangkan otot otot tangan nya yang terasa kaku.
wajah nya yang sangat cantik walau sekali pun tak memakai make up terlihat melirik ke sana ke mari merasa asing dengan kamar yang dia tempati, baru lah setelah beberapa menit dia sadar kalau sekarang dia sedang berada di kamar apartemen bukan lagi di rumah nya.
"hoammmm,,,,jam berapa sekarang?" tanya Zoya mendudukkan diri di atas kasur.
mata nya yang bulat terasa sangat berat untuk di buka, sebalah tangan nya meraba raba mencari benda pipih kesayangannya. namun,,,
"ehhh hp gue di mana ya?" tanya Zoya yang kini terlihat sibuk mencari keberadaan ponsel nya, dia baru ingat Kalau sejak kemarin dia tidak lagi memegang ponsel nya terakhir kali itu pun saat dia mengerjakan tugas di rumah varrel setelah itu dia tidak tau lagi.
"gue kemaren naro di mana ya?? apa jangan jangan di simpen Daddy? tapi massa iya sih?" ucap zoya berpikir.
sekelabat pandangannya melihat ke arah meja di samping kasur nya terlihat benda berbentuk persegi itu tengah tergeletak dengan nyaman nya.
"nah itu dia" tunjuk Zoya bangkit dari kasur nya dan segera mengambil hp nya.
"ehhh kok mati sih?? " kesal Zoya
" apa Daddy matiin Kali ya" pikir zoya lagi kemudian menekan lama tombol panjang di samping ponsel nya.
tak butuh waktu lama ponsel itu pun sudah kembali menyala menampil kan banyak nya pesan dan panggilan tak terjawab dari sang sahabat Vivi.
"shittt!! gue lupa lagi ngabarin Vivi kemaren
pasti dia khawatir banget sama gue" ucap Zoya membaca ratusan pesan yang di kirimkan Vivi pada nya yang pastinya menanyakan keadaan nya.
pucuk di cinta ulam pun tiba ternyata orang yang kini sedang kita bicarakan justru menelpon dengan cepat Zoya langsung mengangkat nya. namun sebelum itu dia sudah terlebih dahulu menjauh kan ponsel dari telinga nya
"hallo,,," ucap Zoya ketika panggilan kedua nya sudah terhubung satu sama lain.
"kyakkkk akhir nya lu angkat juga telpon gue Zoy ? gimana keadaan loh sekarang?? sehat kan lu gak masuk rumah sakit kan?
loh gak di pukulin lagi sama kakek loh kan??
gue kemaren sempet kek rumah loh tapi kata satpam loh gak ada di rumah?? lu gak kabur lagi kan zoy?? " cerocos Vivi panjang lebar di kali tinggi
" gak usah teriak teriak juga Vivi gue gak budeg kok" kesal Zoya mengusap ngusap telinga nya yang terasa pengang akibat suara Vivi yang cempreng membahana.
"heheheh sorry lah Zoy.
gue terlalu khawatir sama keadaan loh"
"btw makasih loh Vi udah ngekhawatirin keadaan gue
gue gak papa kok?"
"terus lu di mana sekarang" tanya vivi
" gue udah gak tinggal lagi di mansion kakek ,
gue sekarang di apartemen Daddy gue"
"maksud lu ?? lu minggat"
"ehmmm gak sih"
"terus"
__ADS_1
"inti nya gue gak tinggal lagi di mansion"
"ya udah kirim alamat lu sekarang
biar gue ke sana"
"lu gak sekolah?"
"ehhh maksud gue abis sekolah hehehehe"
"ehhh udah dulu ya zoy
Bu killer udah Dateng"
"jangan lupa izinin gue"
"siap bye"
tut
"mandi seger kali ya" ucap Zoya menyambar handuk nya kemudian memasuki kamar mandi.
ceklek
tepat setelah Zoya masuk ke dalam kamar mandi
om Alvi datang dengan menenteng beberapa kantong plastik di tangan nya.
terlihat dia celingak celinguk mencari keberadaan gadis yang sejak tadi malam memenuhi pikiran nya.
namun ketika mendengar gemecik air di dalam kamar mandi baru lah dia paham kalau gadis nya sedang mandi.
Alvi memilih untuk pergi ke dapur, kemudian membuka lemari dan mengambil beberapa piring dan gelas.
ceklek
"hemmm wangi enak? harum makanan dari mana nih?" ucap Zoya mengikuti bau harum yang ternyata berasal dari dapur.
dapat Zoya lihat dari arah belakang seorang pria gagah yang terlihat sedang sibuk menata makanan di dalam piring.
"Daddy " ucap Zoya memastikan bahwa pemikiran nya itu benar.
"apa baby?" tanya Alvi dengan suara maskulin.
"Daddy kapan datang?" tanya Zoya menghampiri Alvi. kemudian memeluk nya dari samping.
"baru saja," kata nya
"zoya kok gak tau"
"kau mandi baby"
"hehehe" kekeh zoya
"Daddy lagi apa?" tanya Zoya basa basi padahal dia sudah tau Daddy sedang apa.
" buat sarapan kita"
"ouhh"
"sini duduk kita sarapan dulu" ajak nya menarik salah satu kursi dan mempersilahkan Zoya untuk duduk.
setelah selesai dengan acara sarapan pagi nya,
__ADS_1
kedua nya kini tengah berada di ruang tamu, tangan besar Alvi sibuk mengusap ngusap kepala zoya yang tengah bersandar dengan nyaman nya di dalam dada bidangnya. dengan di temani ocehan yang berasal dari TV, kedua hanyut dalam kegiatan masing masing .
"dad" panggil Zoya
"kanapa"
"emm nanti Vivi datang ke sini
gak papa kan" tanya Zoya hati hati
"teman mu" tanya nya
"Iyah"
"don't forget baby"
"ahhh thanks you dad"
"Daddy Zoya bosen" ungkap Zoya
"mau jalan" tanya nya
"heem," angguk zoya
"tapi keadaan mu baby" ragu jya
"aku sudah sembuh dad
lihat lah " ucap nya berdiri memperagakan beberapa gerakan.
"baik lah
ganti dulu baju mu" titah nya
"loh kok ganti sih dad" bingung Zoya
"di luar banyak buaya" kata nya
"buaya" ulang Zoya mengernyit bingung
"heem buaya kelaparan?" kesal nya
"kita kan cuma jalan di sekitar apartemen dad
bukan nya ke penangkaran buaya
mana ada buaya" polos Zoya
"Pokok nya ganti baju mu sekarang"tegas nya
"oke oke"
"Dady menyebalkan" gerutu nya
"berhenti lah menggerutu Zoya
Daddy mendengar nya
dan ingatlah perkataan daddy semalam" peringat nya
bye
bye🖤🖤🖤
__ADS_1