
happy Reading for you π€π€
tinggalkan jejak setelah membaca ya
Like komen dan vote
love love segudang buat yang baca π€π€π€
tap
tap
tap
setelah hampir 20 menit menunggu baru lah varrel keluar dari kamar nya dengan penampilan khas anak cowok kalau di rumah,
rambut nya terlihat basah mungkin efek karna habis mandi atau basah karna cuci muka
ntahlah hanya varrel saja yang tau.
"maaf lama" ucap nya duduk di sofa yang pas bersampingan dengan Zoya karna hanya sofa itu lah yang tersisa.
"nggak papa santai saja" balas Reno santai tanpa mengalihkan pandangan mata nya yang masih asik dengan dunia game nya.
begitu pun dengan Vivi,Vini dan Zoya mereka bertiga juga sibukk dengan ponsel nya masing masing.
"Dad,π₯Ίπ₯Ίπ₯Ί," chat Zoya pada om Alvi dan hanya centang satu abu abu.
"Daddy kemana?" tambah nya
" Daddy kemana lagi sih?" batin Zoya kesal karna tiba tiba sugar Daddy itu menghilang
padahal baru satu menit yang lalu mereka chattan dengan mesra nya
dan sekarang malah menghilang tak berpamitan.
" ayo kata nya mau ngerjain tugas" ucap Zoya kesal memilih menonaktifkan ponsel nya dan menyimpan nya di saku seragam nya. mood nya berantakan karna om Alvi menghilang tanpa berpamitan membuat yang lain harus kenapa imbas nya.
yang lain pun meninggal kan kegiatan nya dan mulai mengeluarkan buku nya masing masing.
"jadi siapa yang mau nyari jawaban nya?" tanya Zoya serius menatap mereka berempoat secara bergantian,
karna tak mungkin diri nya yang mencari, dia adalah sosok yang paling malas kalau harus berurusan dengan yang nama nya mencari jawaban.
dia lebih suka praktek dari pada teori.
yang lain justru langsung menatap ke arah Vivi kemudian bergantian ke arah Reno.
pilihan nya pasti hanya ada pada mereka berdua.
"gue " jawab kedua nya kompak menatap satu sama lain dengan tajam.
terlihat api persaingan pun langsung berkilat sengit di kedua mata mereka.
" mulai lagi" keluh mereka bersamaan menepuk jidat nya masing masing.
"gue aja"
"gue"
"gue"
"gue"
"gue"
Zoya yang memang dalam keadaan kesal justru di buat tambah kesal dengan tingkah kedua manusia itu ,
dia langsung mengeluarkan jurus andalan mematikan milik nya
"BISA DIEMMMMM GAK KALIAN BERDUA,KAlAU NGGAK KELUAR AJA DARI SINI,," sentak Zoya dengan mata melotot, sungguh sangat mengerikan.
alhasil kedua nya pun langsung terdiam seribu bahasa begitu pun dengan varrel,Reno dan Vini yang justru malah ikut terdiam juga.
~Zoya sudah mengeluarkan taring nya~ batin mereka was was
"huppppptty" Zoya menghembuskan nafas nya kasar.
mereka tidak bersalah jadi jangan jadi kan mereka pelampiasan kekesalan mu batin Zoya mengingatkan
"biar gue aja yang nyari, kalau nunggu kalian berdua berdebat nggak bakal ada habis nya" putus Zoya akhir nya
Vivi dan reno pun hanya diam saja menerima keputusan Zoya kedua tidak berani membantah.
__ADS_1
karna kalau membantah pasti ujung ujung nya mereka juga yang bakal kalah dan di salah kan.jadi lebih baik mencari jalan aman saja dengan cara diam.
"ngapa diem,?" tanya Zoya menatap Reno
membuat Reno menelan ludah nya kasar di dalam hati dia
berdoa semoga bukan dia yang bakal jadi korban nya Zoya.
" emm gue,,,g,,,mmm,,,mmm,,emmm" gugup nya
" ngapa lu jadi gagu,bantuin gue," kata Zoya mengambil buku di hadapan nya.
"i,,,ya,
mana yang harus gue cari?" tanya Reno mendekat ke arah Zoya.
" ini sama ini" tunjuk Zoya pada bulu tebal milik nya
" kalian juga bantuin gue nyari" tunjuk Zoya pada mereka
"iya"balas mereka bersamaan
alhasil mereka pun mengerjakan tugas dalam diam dan penuh keheningan, tidak ada satu pun yang berani berbicara mereka pokus pada tugas nya masing masing.
mereka takut salah bicara dan membuat Zoya semakin marah terutama Reno dan vivi yang menjadi tersangka utama marah nya Zoya.
~apa gue semenakut kan itu~ batin Zoya bertanya dia gak sadar kalau dia memang sangat menyeramkan kalau sedang marah.
" Zoy,,, gue minta maaf kalau udah buat lu marah" mohon Vivi
dengan mata berkaca kaca.
tangan nya menggenggam erat tangan nya Zoya.
~seperti gue udah keterlaluan banget sama mereka,
mereka kayak takut banget sama gue~ batin Zoya menyesal
"gue juga salah udah bentak kalian" jawab Zoya menyesal
"maafin gue ya" sambung Zoya
" kita semua salah, andai gue gak berdebat sama Reno mungkin tugas kita udah selesai dari tadi dan lu juga gak bakal marah"
kita di sini semua nya salah" ucap VARREL membuka suara
setelah permasalahan itu selesai mereka pun akhir nya mengerjakan tugas nya kembali.namun beda nya sekarang ada canda tawa yang menghiasi nya.
sesekali mereka ngerumpi kalau cape menulis.
" ehhh lagi ngerjain tugas apa nih?" tanya seseorang dari arah belakang
membuat mereka semua terjengkat kaget.
"mamah" pekik Varrel memegang jantung nya yang terasa hampir berpindah dari tempat nya.
begitu pun dengan Reno,Vivi,Zoya dan Vini yang tak kalah kaget nya
bahkan Zoya saja sampai tidak sengaja mencoret buku sangking kaget nya.
"ehh maaf ya kalau Tante bikin kalian kaget" sesal wanita itu yang tak lain adalah mamah nya varrel
"gak papa Tan" balas zoya kikuk
"ya udah lanjutin aja belajar nya Tante mau ke dapur dulu" pamit nya berjalan ke arah dapur
"gila bro
nyokap Lo bikin gue kaget aja" ucap Reno dengan tangan yang masih setia memegangi dada nya yang berdetak sangat kencang.
"lu kira lu doang yang kaget.
gue juga" balas varrel menyandar kepala nya pada sofa.
"yahhhhh
buku gue kecoret" pekik Zoya yang baru menyadari buku nya tercoret pulpen
apalagi coretan nya cukup panjang.
" coba gue liat" balas varrel meraih buku tulis Zoya yang malah tak sengaja memegang tangan Zoya yang sedang memegang buku.
detak jantung Varrel berirama dengan sangat cepat saat tangan besar nya menyentuh tangan mulus milik Zoya.
__ADS_1
begitu pun dengan zoya yang tak menyangka bahwa kedua tangan mereka malah saling memegang.
"ehemmm,,,ehemmmm" dehem Reno,Vini dan Vivi menggoda Zoya dan varrel yang masih saling bertatapan, sontak saja kedua nya langsung tersadar dan memutus kontak mata mereka berdua.
pipi Zoya dan varrel langsung berubah menjadi merah dan terkesan kikuk.
mereka tidak tau saja kalau ada seseorang yang sedang mengawasi kedua nya dengan pandangan yang terlihat sangat murka dan bibir nya menggeram marah melihat kejadian yang padahal tak di sengaja itu, sebelah tangan nya memegang kuat sebuah gelas kaca yang berisi setengah wine dengan sangat kuat sampai membuat nya pecah dan berserakan di lantai.
darah pun mengucur dengan deras nya membasahi lantai.
"Mike" teriak nya
"iya tuan,,, tuan tangan anda berdarah tuan"panik nya
" siapkan penerbang kita ke Indonesia sekarang juga" ucap nya mutlak mematikan layar yang ada di hadapan nya
" tapi tuan kita masih harus menangani beberapa meeting lagi"
"aku tak perduli
gadis ku sedang berniat bermain dengan ku rupa nya"
"baik tuan " pasrah nya
karna kalau sudah menyangkut gadis milik tuan nya
maka dia tidak bis melakukan apa apa lagi selain menuruti nya.
"tunggu hukuman mu gadis nakal" gumam nya berjalan keluar
"kami pamit dulu rel
udah sore soal nya takut di cariin nyokap " ucap Vini membereskan buku nya begitu juga dengan yang lain nya.
"ya udah
gue anter ke depan"
"ehhh mau pulang ya"tanya mamah varrel dari dapur
"iya Tan
udah sore" jawab Vini
"ya udah kalau gitu
kapan kapan ke sini lagi ya"
"iya Tan"
perlahan kendaraan mereka mulai keluar dari pekarangan ruang varrel.
"kamu suka sama gadis itu sayang?"tanya mamah varrel
melirik ke arah varrel yang terlihat kikuk
"iya mah
tapi dia udah punya pacar" lirih varrel sedih
masuk kedalam rumah nya
"mamah bakal cari cara
supaya dia bisa jadi milik kamu syang,
termasuk dengan cara kotor" gumam mamah varrel nelihat ke arah varrel yang sudah menaiki tangga menuju kamar nya di lantai dua.
bye
bye
π€π€π€
Hay Hay author udah bikin cerita nya panjang
seneng gak?
hampir 1,200 kata
author mau hadiah
kasih dong??π₯Ίπ₯Ίπ₯Ί
__ADS_1