Sugar Baby Om CEO

Sugar Baby Om CEO
Bab #50#


__ADS_3

happy Reading for you 🖤🖤


tinggalkan jejak setelah membaca ya


like komen vote dan hadiah 🖤🖤


"oke guys kita bagi bagi tugas nya sekarang aja mumpung ibu nya belum masuk, kalau ada yang nggak setuju langsung ngomong aja. kita mulai dari Zoya dulu, Zoya tugas loh presentasiin tugas kita. sedangkan gue tugas gue jadi moderator kelompok kita " ucap Vivi mulai menjelaskan peran mereka masing masing untuk tugas kelompok yang di berikan dua Minggu yang lalu.


Minggu kemarin baru kelompok satu dan dua saja yang berpresentasi sekarang tinggal kelompok 3 dan 4 saja yang belum.


"varrel Lo yang jadi ketua sedangkan kalian Reno sama Vini kalian yang jawab pertanyaan dari kelompok lain.setuju!" ucap Vivi meminta persetujuan dari anggota yang lain.


Reno dan Vivi yang orang nya memang mageran dengan senang hati langsung tersenyum bahagia mendengar tugas mereka yang hanya tinggal menjawab tanpa harus bicara panjang lebar.


"gue sih setuju setuju aja


secara otomatis kan gue anak paling pinter di kelompok kita" ucap Reno dengan tingkat pede nya mulai kumat.


tak ayal dia berbicara seperti itu, tujuan utama nya adalah untuk menyindir Vivi yang hanya bertugas sebagai moderator kelompok saja.


"nyindir gue lu?" sinis Vivi galak


tingkah nya yang seperti biasa nya tak mencerminkan bahwa dia mengalami rasa trauma di diri nya, sangat berbeda dengan tingkah laku nya satu Minggu yang lalu, kasus pembunuhan yang menimpa diri nya dan Zoya membuat Vivi di Landa rasa trauma yang cukup berat.walau pun sudah hampir dua minggu ini dia terus bulak balik ke dokter psikologis untuk menghilangkan trauma nya, ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan.


"bagus lah kalau lu langsung ngerasa


jadi gue gak usah repot repot ngomong panjang lebar biar lu peka" enteng Reno membuat yang lain nya langsung tepuk jidat pasti sebentar lagi musuh bebuyutan itu akan bertengkar lagi.


"apa lu bilang?" kata Vivi meninggalkan meja tugas nya dan berjalan menghampiri Reno sambil berkacak pinggang sebelah tangan nya memegang sebuah buku yang sudah di lipat sambil menunjuk ke arah Reno.


mata tajam setajam silet itu langsung mengintimidasi Reno yang berjarak sekitar 2 sampai 3 meter di depan Vivi.


"ehhh baperan banget sih loh Vi


gue kan cuma bercanda" Reno langsung cengengesan dan mengalihkan nya dengan langsung menghampiri Varrel pura pura menanyai tugas.


Vivi yang tau Reno menghindar langsung berdiri tepat di hadapan Reno yang masih berpura pura tidak melihat nya


"sekali lagi lu ngomong kalau lu lebih pinter dari gue


gue potong adek kecil loh itu nyampe abis" ancam Vivi mempraktekan kan tangan nya seperti sebuah gunting yang siap untuk memotong.


nyet!!!

__ADS_1


Reno yang mendengar ancaman Vivi mengenai adek kecil nya langsung memegangi nya takut Vivi akan benar benar melakukan ancaman nya.


bisa bisa hancur masa depan nya di tangan singa betina yang sayang nya cantik itu.


"cepetan kerjain tugas loh sekarang


atau anu loh bener bener gue potong, kebetulan banget di tas gue ada gunting rumput" ucap Vivi menakut nakuti dengan tersenyum kejam ke arah Reno yang sudah menegang di tempat.


sangat lucu sekali melihat raut wajah Reno yang biasa nya songong berubah pias seperti tidak di aliri darah.


"bwahhahahaha" setelah menahan nahan agar tidak tertawa akhir nya tawa Vivi, Zoya dan Vini pun meledak dengan keras membuat mereka menjadi pusat perhatian satu kelas. kecuali varrel yang hanya terdiam dan sesekali tersenyum tipis mendengar candaan receh teman teman nya itu.


"ya ilah gue bercanda dong ren


gak usah di bawa serius Napa" ucap Vivi menepuk nepuk pelan pundak Reno yang masih Lola( loading lama)


mencerna ucapan Vivi yang terdengar begitu sulit untuk di cerna otak kecil nya itu


"dasar lemot" ucap Vini mengejek yang sama sekali tak di gubris Reno.


"udah udah bercanda nya


sekarang kerjain tugas kita masing masing " ucap Zoya menengahi karna sebentar lagi guru akan datang.


"zoy yang ini ngejelasin nya kayak gini kan?" tanya Reno yang juga ikut ikutan


"Zoya ini bener belum?" tanya vini


" satu satu nanya nya guys, dengerin gue baik baik gak ada ulang ulangan lagi.


Vivi punya lu kurang selamat pagi nya!


lu ren tambahin lagi paragraf nya itu kurang satu paragraf


dan lu Vini punya ku udah bener.


tinggal lu bantuin gue artiin yang ini?" ucap Zoya dengan sabar nya menjawab satu persatu pertanyaan dari teman teman nya.


Vivi dan reno pun langsung Kembali mengerjakan tugas di meja masing masing sedangkan Vini langsung membantu Zoya menerjemahkan kalimat bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia.


varrel hanya terdiam duduk di kursi nya karena tugas nya sudah selesai, sesekali dia mencuri curi pandang ke arah Zoya yang terlihat begitu cantik setelah kurang lebih satu Minggu tidak sekolah karna ada urusan yang tidak dia ketahui.apalagi melihat senyum manis nya membuat dia ingin sekali memiliki gadis itu.


namun mengingat perkataan mamah nya semalam tentang siapa Zoya membuat nya harus rela mengubur dalam dalam rasa cinta nya terhadap gadis pujaan nya itu.

__ADS_1


gadis yang pertama kali membuat nya tertantang untuk menaklukkan nya dan gadis pertama yang membuat dia jatuh cinta untuk pertama kali nya juga.


flasback varrel


"sebaik nya kamu jauhi Zoya mulai sekarang dan


cari lah gadis lain di luaran sana " ucap mama nya membuat varrel membalikkan tubuh nya dan menatap tajam wanita Yang sudah melahirkan nya ke dunia itu.


bukan kah saat itu mama nya lah yang terdepan mendukung nya untuk mendekati Zoya namun sekarang kenapa malah menyuruh nya untuk mencari gadis lain.


"apa yang mamah katakan?" tanya varrel bingung


membuat mama nya menghela nafas nya kasar.


"kamu jauhi Zoya mulai sekarang karna dia adalah calon istri om kamu?" ungkap mama varrel mencoba menjelaskan status Zoya.


"maksud mamah Zoya itu calon istri nya om Alvi? yang sering om Alvi ceritakan pada kita" tanya varrel tak percaya


"bagaimana mungkin


pasti mamah salah


gadis itu pasti bukan zoya " ucap VARREL masih mencoba mengelak apa yang di ucapkan mama nya.


" terserah kamu mau percaya apa tidak


tapi mama menyaran kan lebih baik kamu melupakan Zoya dari pada kamu sakit hati nanti nya" ucap mama varrel sebelum pergi meninggalkan varrel yang sedang merenung di pinggir kolam renang


mungkin dia bisa memberikan apa pun yang di inginkan putra nya itu namun untuk merebut milik adik nya itu tidak bisa.sudah cukup dia menyakiti sedari kecil untuk kali ini dia tidak akan merebut kembali.


"argghhh sialan


kenapa harus Zoya?? kenapa???" teriak Varrel


flasback end


bye


bye


🖤🖤🖤


vote mana vote

__ADS_1


author dah update nih


__ADS_2