
happy Reading for you 🖤🖤🖤
tinggalkan jejak setelah membaca ya
like komen vote dan hadiah 🖤🖤
" pernikahan ?" tanya Alvi terkekeh pelan benar benar lucu sekali.
seperti nya ucapan nya barusan telah di salah tanggapi oleh dua manusia yang di hadapan nya ini.
sedangkan tuan mahmed dan Kinan saling berpandangan kening keduanya mengerut pertanda bingung. kenapa tuan Alvi tertawa?. apa ada yang salah dengan ucapan mahmed barusan?
"tuan mengapa anda tertawa?" tanya mahmed akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.
rasa penasaran nya ternyata lebih mendominasi setelah mendengar pertanyaan Alvi yang cukup membingungkan bagi nya.
"siapa yang akan menikah?"tanya Alvi sinis.
raut wajah nya langsung menunjukkan ekspresi yang sangat tidak bersahabat
"anda dan putri saya tentunya? bukan kah tadi anda yang berkata demikian" bingung mahmed
" kapan aku berkata akan menikahi putri anda tuan Mahmed? aku tidak berkata seperti itu hahaha" gelak Alvi tertawa namun ekspresi tetap seperti tadi sinis dan meremehkan.
"maksud nya"
"Yap benar. aku memang akan membawa putri mu masuk ke dalam rumahku.
tapi bukan sebagai istri tapi sebagai pembantu! secara kebetulan sekali di rumah ku memang sedang kekurangan beberapa orang pembantu dan tukang kebun.kebetulan sekali anda menawarkan putri anda pada saya, karna saya sedang butuh maka nya saya ambil.
dan jangan salah kan saya
bukan kah anda sendiri yang tadi menyerahkan putri anda pada saya" telak Alvi tanpa perasaan.
raut wajah mahmed seketika langsung berubah mendengar perkataan Alvi yang seakan menginjak nginjak harga diri nya.
kedua tangan nya langsung mengepal dengan kuat di bawah meja begitu juga dengan Kinan wajah yang langsung berubah pias
khayalan nya ternyata jauh dari kenyataan.
"beraninya kau bermain main dengan ku tuan Alvi!" teriak mahmed marah menggebrak meja dengan keras namun hanya di tanggapi santai oleh Alvi.
ekspresi seolah olah tak terganggu sama sekali dengan suara keras itu.
sebenar nya di sini bukan lah alvi yang bersalah
__ADS_1
tapi mahmed lah yang keliru akan perkataan Alvi tadi
otak yang dangkal menyalah artikan maksud perkataan alvi
"aku sedang tidak bermain main tuan Ahmed, bukan kah ucapan ku adalah kebenaran?" sinis Alvi melirik ke arah mahmed dan Kinan secara bergantian.
"dan lagi pula orang bodoh mana yang akan menerima bekasan banyak orang sebagai istrinya , so pasti nya aku salah satu dari mereka yang tak suka barang bekas" ucap Alvi sarkas membuat tubuh Kinan menegang
apakah Alvi tau semua perbuatan Kinan?? bahkan keluarga nya saja tidak ada yang tau!!
"apa maksud anda tuan?" bingung mahmed melihat alvi
karna selama ini putrinya adalah sosok anak yang baik dan penurut, walau pun pergaulan sangat bebas namun dia sangat membatasi nya.
bertemu klien pun hanya untuk minum minum dan menggoda nya namun tidak sampai melakukan *** bebas.
"tanyakan saja pada putri kesayangan mu itu
sudah berapa banyak pria yang bermain dengan nya?"
"dan satu lagi aku tidak mau bekerja sama dengan orang yang tak profesional seperti mu?" ucap Alvi melenggang pergi.
"tapi tuan,," cegah nya namun terlambat karna Alvi sudah terlebih dahulu pergi.
"papi,,,hiks,,hiks
harapan nya untuk menjadi nyonya besar Atdmaja benar benar gugur, padahal tadi hanya selangkah lagi.
kejadian ini juga di luar kuasa mahmed dia tidak tau kalau semua nya akan menjadi seperti ini.
harapan nya untuk bekerja sama dengan perusahaan besar seperti LA company benar benar tidak dapat terjadi.
semua ini adalah kesalahan nya andai tadi dia mendengar kan semua perkataan asisten nya kalau tuan Alvi itu tidak suka dengan orang yang tidak profesional dalam bekerja apalagi melibatkan wanita di dalam nya untuk sebuah kerja sama.
andai dia tadi tidak keras kepala pasti semua nya tidak akan jadi seperti ini.
andai
andai
dan Andai
namun semua nya sudah berlalu dan tidak dapat terulang lagi.
"papi juga tidak tau akan jadi seperti ini " sesal mahmed yang melupakan ucapan Alvi tentang putrinya.
__ADS_1
kepala nya benar benar seperti akan pecah apalagi ditambah dengan kondisi perusahaan nya yang sedang berada di ujung tanduk akibat korupsi yang di lakukan anak buah nya, hanya perusahaan besar seperti Alvi lah yang bisa menolong nya.
mencari bantuan ke perusahaan lain pun akan sangat percuma saja
karna semua sahabat nya seakan menjauh dan berpura pura tidak mengenali nya.
"aku gak mau miskin pih!! Pokok nya Kinan gak mau tau kita harus jadi kaya lagi, titik" bentak Kinan memilih pergi meninggal mahmed di ruangan sendiri.
apa kata teman teman nya nanti kalau dia menjadi miskin??
"ya Tuhan aku harus bagaimana?" lirih nya bingung
dengan langkah terseok Seok tak berdaya mahmed pun ikut memilih pergi meninggalkan restoran.
"tuan ,,," panggil salah satu pelayan sebelum mahmed meraih gagang pintu
"ada apa?" tanya mahmed lemah.
"ruangan yang ada pesan tadi belum anda lunasi pembayaran nya?" kata pelayan itu menyerahkan kertas tagihan yang berjumlah 10 juta.
apa lagi ini ya tuhan?? tagihan? apa tadi tuan Alvi tidak berniat untuk membayarnya?
"apa tuan Alvi tidak membayarnya?" tanya mahmed lemas dengan ragu ragu dia mengeluarkan dompet hitamnya dan mengeluarkan kartu untuk membayar
"apa anda berharap tuan Alvi akan membayar ruangan yang anda pesan tapi tuan!" sahut pelayan itu mengejek menerima kartu itu dan melakukan transaksi pembayaran.
"kalau miskin miskin saja tuan,
jangan sok Sok an pesan ruangan mahal" sinis pelayan itu pergi.
lihat lah bahkan sekarang seorang pelayan saja sudah berani mencibir nya tepat di hadapan nya.
coba saja dulu untuk menatap nya saja mereka sudah tidak Berani
berita tentang kebangkrutan perusahaan besar mahmed kini menjadi buah bibir publik, kebanyakan dari mereka bersyukur dan menertawakan kebangkrutan perusahaan besar itu.
siapa sih yang tidak mengenal mahmed Khan CEO dari mahmed company!
CEO yang terkenal sangat sombong dan suka menindas perusahaan perusahaan kecil
apalagi dengan putri nya itu yang tak kalah sombong dari ayah nya itu.
bye
bye🖤🖤🖤
__ADS_1
vote mana vote🤧🤧
biar author tambah semangat update nya🔥🔥