
happy Reading for you 🖤🖤
tinggal kan jejak setelah membaca ya
like'komen vote dan hadiah🖤🖤
"Daddy malam ini mau nginap?"tanya Zoya dengan mata berbinar binar penuh harap yang membuat Alvi seketika di Landa kebingungan, apa dia menginap saja ya?? lagi pula hanya untuk malam ini saja??
tapi,,,
tidak, dia tidak boleh goyah dengan mata berbinar milik gadis nya itu.dia harus tetap mempertahankan pendirian nya walau sekalipun itu sangat menyiksa.
secara logika pun dia tetap lah lelaki normal yang akan berhasrat ketika ada wanita di sampingnya apalagi wanita itu adalah orang yang di cintai nya.
"tidak baby, Daddy harus segera pulang.lain kali saja Daddy menginap nya lagi pula pekerjaan Daddy juga masih sangat banyak" tolak alvi halus yang membuat mata berbinar itu redup.
"ahh baik lah kalau begitu?? tapi apa Daddy tidak mau melakukan hal itu dengan zoya" tanya Zoya dengan bingung.
bukan kah seorang sugar Daddy pasti akan menuntut hal itu pada sugar baby nya?? tapi kenapa om Alvi tidak pernah menuntut nya bahkan terkesan menghindar kalau Zoya menanyakan hal itu??
"kita pasti akan melakukan nya baby, tapi itu suatu hari nanti untuk sekarang tidak dulu" ucap nya tersenyum mengelus kepala Zoya.
~aku sangat menunggu hal itu baby, namun aku akan melakukan nya ketika kita sudah menikah, aku tidak mau merusakmu walau sekali pun aku sangat mencintaimu~ batin Alvi
"hmmm baik lah" ucap Zoya tersenyum.
ada sedikit rasa kecewa terselip di hati nya?? dia seperti memakan gaji buta saja
tidak bekerja namun uang tetap mengalir di dompetnya. namun rasa lega lebih mendominasi hati nya karna jujur saja dia juga belum siap untuk melepas mahkota paling berharga yang sudah di jaga nya selama 18 tahun ini.
"kau cepat lah tidur baby jangan begadang karna itu tak baik untuk kesehatanmu,
oh ya satu lagi pembantu baru mu besok pagi akan datang" ucap nya kemudian mengecup singkat bibir dan kening Zoya.
andai mereka sudah sah mungkin Alvi tidak akan tersiksa seperti ini.berjauhan dengan sang pujaan hati.
"seperti nya aku harus segara menikahi nya
takut ada yang mengambil dia dari tangan ku" batin Alvi
"baiklah
sampai besok Daddy
dan jangan terlalu memaksa kan untuk bekerja "peringat Zoya melihat kepergian Alvi yang perlahan hilang dari hadapan nya.
__ADS_1
"sebaiknya aku tidur saja" ucap Zoya mengunci pintu kemudian berjalan perlahan ke arah kamarnya yang berada tepat di pojok sebelah kiri.
karna sudah ngantuk Zoya segara menghempaskan tubuh nya kasar di tempat ternyaman di apartemen nya.
"apa benar aku menyukai sugar Daddyku sendiri?
tapi aku merasa nyaman setiap kali berada di dekat nya,
tapi apakah mungkin aku bisa memiliki nya" gumam Zoya melihat ke arah langit malam yang cerah di hiasi terangnya sinar bulan.
"akan ku buat om Alvi mencintai ku,
tidak akan ku biarkan orang lain merebut nya dari ku" tekad zoya
tersenyum membayangkan wajah tampan Alvi yang sedang tersenyum pada nya.
"cinta memang benar benar gila
padahal aku baru mengenal nya selama seminggu ini
namun aku sudah mencintai nya" kekeh zoya memejamkan mata nya dengan di temani Sinar nya bulan.
ke esokan hari nya
jam baru menunjukkan pukul 06.30 pagi dan dia sudah siap dengan baju sekolah nya, dia memang sengaja bangun lebih pagi dari biasa nya karena dia akan menyambut pembantu barunya.
"benar nona,
perkenalkan nama saya sarijah panggil aja BI Ijah" ucap nya memperkenalkan diri.
di lihat dari wajah nya sih seperti nya BI Ijah ini orangnya ramah dan sopan.
pilihan Daddy emang tak pernah salah pikir zoya.
"jangan panggil nona
panggil saya Zoya," ucap Zoya ramah memperlihatkan deretan gigi putih nya yang tersusun rapih yang di balas senyuman oleh BI Ijah.
ternyata nona muda nya sangat lah ramah berbeda dengan ekspetasi nya.
~seperti aku akan betah bekerja di sini~ batin BI ijah
"ouh ya Zoya hampir lupa ngasih tau kerjaan bibi.
bibi kerja di sini cuma tinggal beres beres apartemen sama masak aja
__ADS_1
tapi tugas utama bibi cuma nemenin Zoya doang sih hehe" cengir Zoya merangkul BI Ijah.
"mari Zoya anterin ke kamar bibi " ajak Zoya mengambil salah satu tas yang di bawa BI Ijah.
BI Ijah hanya membawa dua tas yang berukuran sedang saja yang pastinya hanya berisi baju baju saja.
"nona biar saja yang bawa" ucap BI ijah tak enak hati pada majikan nya itu.mau bagai mana pun juga gadis kecil yang ada di hadapan nya itu tetap lah majikan yang harus di hormati nya.
"biar Zoya aja
dan ingat jangan panggil nona panggil aja Z-o-y-a" ucap Zoya mengeja nama nya.
di mansion kakek nya pun semua pekerja memanggilnya Zoya karna memang Zoya melarang keras mereka untuk memanggil nya nona.
biar lebih akrab kata Zoya .
~ pantes aja den Alvi nyuruh bibi buat jagain neng Zoya
selain cantik orang nya ramah sopan lagi~ kagum BI Imah
"BIbi kok malah bengong ayo Zoya anterin ke kamar" ajak Zoya berjalan terlebih dahulu kemudian di ikuti BI Imah dari belakang.
"nah ini kamarnya" kata Zoya sambil membuka pintu kamar.
kamar dengan warna coklat itu lumayan mewah untuk ukuran sebagai pembantu.
"semoga bibi betah ya" lanjut Zoya menaruh tas BI Ijah di atas kasur.
"pasti bibi betah ini mah neng" balas BI Imah memperhatikan keadaan kamar yang akan di tempati nya itu.
"ya udah bibi istirahat aja dulu
Zoya sekolah dulu ya bi" pamit Zoya menyalimi tangan BI Ijah
yang semakin menambah rasa kagum di hati BI Imah pada nona kecil nya itu.
benar benar jarang ada gadis yang sopan dan menghormati orang tua seperti Zoya.
"hati hati neng" teriak BI Imah
bye
bye🖤🖤
konflik akan segera datang!!!
__ADS_1