
happy Reading for you 🖤🖤🖤
tinggalkan jejak setelah membaca ya
Like komen vote dan hadiah 🖤🖤🖤
di sebuah restoran ternama di ibu kota Jakarta
di tempat ini lah sita berada dengan gaya yang elegan khas wanita wanita sosialita , terlihat dia sedang duduk dengan anggun nya berhadapan dengan seorang laki laki paruh baya yang umur nya sedikit lebih muda dari sita.
"mana laporan yang aku minta Mario" ucap sita memulai pembicaraan
"ini nyonya" kata nya formal menyerahkan sebuah berkas berisi biodata lengkap milik Zoya.
senyum puas pun tercetak jelas di wajah anggun sita.dengan ini sudah satu langkah untuk memulai rencana nya.
"lengkap?" tanya sita menerima berkas itu.
"lengkap semua nya nyonya. tidak ada yang tertinggal" jawab nya yakin.
"bagus aku suka kinerja mu memang selalu memuaskan ,
dan ini bayaran mu" ucap nya menyodorkan sebuah amplop coklat dan terlihat sangat tebal.
dengan senang hati Mario langsung mengambil amplop yang merupakan upah atas kerja keras nya.
"terima kasih nyonya sita, kalau tidak ada urusan lagi saya pamit dulu" kata nya formal.
"apa kau tidak tergoda dengan makanan yang ada di depan mu Mario,? padahal makanan ini makanan kesukaan mu.
tapi sayang sekali kau seperti nya harus pergi terburu buru,
apa istri mu menunggu mu?" tebak sita
"heem" angguk Mario.
"kau sendiri tau kan bagaimana galak nya istri ku
kalau aku tidak pulang tepat waktu" kata Mario terkekeh membayangkan wajah istri nya yang sedang marah marah.
saat ini dia tidak lagi menggunakan bahasa formal karna sudah lewat dari jam kerja nya.
"ternyata anggun masih sama seperti dulu,
tetap posesif dan galak " kekeh sita.
anggun Mariana merupakan nama istri Mario yang juga merupakan teman satu geng nya sita.
tak heran kalau sita tau luar dan dalam nya sifat anggun.
"biar pun begitu aku mencintai nya" sambung nya
"hahahaha
kau kan memang bucin nya si anggun" ledek sita tertawa
bahkan dia masih ingat betul kejadian beberapa tahun lalu di mana saat itu Mario dan anggun masih berpacaran,
di mana ada anggun di situ ada Mario tak heran kalau sita menjuluki diri nya sebagai bucin nya anggun
"Yap kau benar sampai saat ini aku masih tergila gila pada nya,
lain kali kita mengobrol lagi tapi untuk kali ini aku harus benar benar pergi" pamit beranjak dari kursi nya.sesekali mata nya melirik ke arah jam tangan mewah yang melingkar di pergelangan tangan nya.
"baik lah,
__ADS_1
Sampai kan salam ku pada anggun" ucap sita di balas jempol oleh Mario.
"pelayan " panggil sita
mendengar panggilan sita salah satu pelayan langsung menghampiri nya, setelah selesai melakukan pembayaran sita pun langsung meninggal restoran tak lupa dia membungkuskan beberapa jenis makanan untuk di bawa pulang agar varrel tak curiga karna dia tadi bilang mau membeli makanan di restoran.
****
sedangkan di tempat lain tepat nya di apartemen pribadi milik Alvi.
"baby,,,bangun by" ucap Alvi lembut menoel Noel pipi chubby milk Zoya.
terlihat pipi itu beberapa kali bergetar ketika tangan Alvi dengan sengaja memainkan nya.
"baby bangun,,,"lanjut nya menusuk nusuk pipi bakpao Zoya.
"ehhh" lenguh Zoya tanpa sadar menghempas kan tangan Alvi dari pipi nya Karna itu sangat mengganggu.
"baby bakpao ayo bangun
apa kau tidak lapar" tanya Alvi masih dengan nada lembut.
"hemmm" dehem Zoya dengan suara Serak
tubuh nya menggeliat merasakan bagian bawah nya seperti sedang di remas.
Zoya masih tidak sadar dan tetap melanjutkan kegiatan tidur nya menganggap semua itu hanya lah mimpi belaka.sampai ketika remasan itu semakin intens dan cepat baru lah Zoya sadar.
"ahhh" ***** Zoya
mata nya langsung membulat sempurna melihat posisi tubuh Alvi yang sudah berada tepat di atas tubuh nya mengungkung nya,
namun kesadaran Zoya seolah tak membuat Alvi menghentikan kegiatan nya malah dia terlihat dengan santai nya terus memainkan salah satu ****** milik Zoya.
"ahhh" desah Zoya tertahan
"membangun kan mu" santai nya beranjak turun dari tubuh Zoya.
"cepat sana mandi,
Daddy tunggu penjelasan mu?" kata nya penuh penekanan
glek
~ sial, gue kira Daddy udah lupa soal yang tadi
gue harus gimana coba ngejelasin nya ~ batin Zoya resah
"kenapa masih di situ?? sana cepet mandi,, atau mau Daddy mandiin" goda nya mengeringkan mata nya nakal.
dan lihat lah wajah gadis nya kini sudah berubah menjadi merah semerah tomat .mudah sekali wajah nya memerah.
"nggak,,,nggak,,,,
Zoya mandi sendiri aja" teriak Zoya langsung berlari ke arah kamar mandi.
"hahahaha dasar gadis ku" ucap Alvi geleng geleng melihat kelakuan Zoya.
setelah 30 menit baru lah Zoya keluar dari kamar mandi.hanya dengan menggunakan sebuah handuk berwarna putih yang melilit membalut tubuh seksi nya dengan pede nya dia berjalan ke arah alvi yang sedang memainkan ponsel nya.
ntah dia sadar atau tidak kalau Alvi itu pria normal yang bisa berhasrat ketika melihat tubuh mulus nya.
"dad" panggil Zoya pelan
"iya ken,,,,Napa??" tanya Alvi mengalihkan pandangan nya melihat ke arah Zoya, detik itu juga dia langsung membelakkan mata nya tak percaya dengan pemandangan indah Yang di suguh kan hadapan nya, mulus bro
__ADS_1
dengan susah payah di menelan Saliva nya.
~sial
dia terlihat sangat seksi~ rutuk alvi
"Zoya gak ada baju" ucap Zoya lirih menundukan wajah nya malu.
belum lagi dengan tatapan Alvi yang seolah olah sedang melihat makanan yang lezat.
Zoya sendiri tidak tau apa maksud dari tatapan Alvi?? tapi itu terlihat sangat berbahaya!!
"baju mu ada di lemari" tunjuk Alvi mengalihkan pandangan ke arah jendela apartemen.tak mau lama lama melihat paha mulus itu.
dengan santai nya seolah tak ada beban Zoya langsung berjalan ke arah lemari pakaian
di buka nya lemari kaca itu dan terpampang lah banyak Baju
mulai dari modelan kaos oblong,dress,Hoodie,celana jeans,kulot,treaning,sweater, baju tidur dan baju ntah nama nya lengkap di situ. namun ada satu set baju yang menarik perhatian Zoya.
dengan penuh rasa penasaran Zoya langsung mengambil salah satu dari baju itu. merah maroon
"daddy,, ini baju apa?" tanya Zoya polos sambil memperlihatkan sebuah lingerai seksi yang terlihat sangat menantang di mata alvi apalagi dengan warna nya merah maroon.
"kau dapat baju ini dari mana?"tanya Alvi dengan cepat langsung mengambil lingerai itu dari Zoya.
"dari lemari baju, tadi Zoya liat ada beberapa set,
tunggu jawab dulu pertanyaan Zoya tadi
itu baju apa?" tanya zoya yang masih penasaran
karna sebelum sebelum nya dia tidak pernah melihat baju itu. bahkan belum pernah memiliki nya
apa baju itu modelan baru??
"dan kenapa baju nya transparan banget, kek nya bagus deh kalau Zoya pake" gumam Zoya yang masih bisa di dengar alvi
"siniin baju nya dad, Zoya mau nyoba make
terus update ke Instagram kek nya Bagus" ucap Zoya hendak mengambil lingerie yang Alvi ambil tadi,namun dengan cepat Alvi langsung menyembunyikan di belakang tubuh nya.
"big nooo
pakai baju mu yang lain jangan pake ini"tolak nya membuat Zoya heran?? tadi nyuruh pake baju?? lah sekarang mau pake baju itu kepada di larang?? aneh!!
"tapi dad,,"
"tidak ada tapi tapian,
cepat pake baju sana nanti kamu masuk angin" ucap nya
"hishhh" dengus Zoya kesal
~sialan Lo Dan,
beliin baju Zoya gak pilih pilih dulu ~batin Alvi menggerutu memperhatikan lingerai yang ada di tangan nya.
hatchiiim
"sialan,,, siapa yang berani ngumpatin gue "ucap Daniel yang tiba tiba bersin.
"sini duduk dan jelaskan ,,,semua nya pada Daddy" ucap Alvi penuh penekanan pada akhir kalimat nya
bye
__ADS_1
bye