Sugar Baby Om CEO

Sugar Baby Om CEO
Bab #39#


__ADS_3

happy Reading for you 🖤🖤


tinggalkan jejak setelah membaca ya


like komen vote dan hadiah 🖤🖤


" mau lari kemana lagi kalian gadis kecil" tiba tiba suara berat seseorang mengagetkan Vivi dan Zoya dari arah belakang pohon. suaranya yang berat dan kencang sangat Zoya kenali,


ya itu adalah suara boss dari penjahat yang ingin membunuh Zoya dan Vivi.


deg


jantung Vivi dan Zoya berdetak dengan sangat kencang, keringat dingin perlahan mulai membasahi tubuh kedua nya.


ya Tuhan jangan sampai mereka berdua tertangkap,


derap kaki terdengar mulai melangkah menghampiri Zoya dan Vivi.


" please jangan ngadep kebelakang Vi,


ikutin aba aba dari gue, gue hitung sampe tiga terus kita lari oke" bisik Zoya dengan penuh keyakinan.


ntah sampai kapan mereka harus kabur kaburan seperti ini namun untuk sekarang hanya cara itulah yang bisa mereka lakukan.


"1,,,,"hitung zoya menggenggam tangan Vivi


"2,,,,," hitung vivi mengeratkan genggaman kedua nya


"lari " teriak Zoya berlari kencang meninggalkan tempat tadi dan para penjahat. baru beberapa meter berlari Zoya dan Vivi terpaksa harus menghentikan langkah kaki nya. badan kedua nya semakin menegang ketika melihat apa yang ada di hadapan nya.


sekali mereka benar benar terjebak dan kemungkinan untuk lolos hanya sedikit kemungkinan saja .


" mau lari kemana gadis kecil " ejek salah satu penjahat melangkah kan kaki nya di ikuti oleh beberapa orang berbaju mirip preman yang mulai berdatangan dari segala penjuru arah.


Zoya terus menggenggam erat tangan Vivi seolah mengisyaratkan untuk tidak melepaskan nya, mata nya terus menatap tajam ke arah orang orang itu secara bergantian.


walau pun suasananya gelap Zoya tetap bisa melihat wajah wajah dari para penjahat itu, rata rata mereka anak anak muda dan satu dua orang saja yang sudah cukup berumur.


" boss besar memang benar kalian berdua memang sangat cantik bagaimana kalau kita bersenang senang dulu cantik " tawar boss dari para penjahat itu, mata keriput nya menatap lapar tubuh Zoya dan Vivi yang sedikit terbuka karna baju nya terdapat beberapa yang robek karna tersangkut ranting.


Vivi dan Zoya segera menyilangkan kedua tangan nya melihat tatapan cabul itu selain mengincar nyawa nya mereka juga mengincar tubuh nya.


"jangan macam macam" teriak Zoya semakin merapat kan tubuh nya dengan Vivi.


wajah nya menjadi pucat pias mendengar ucapan cabul penjahat itu.


" kulit nya juga mulus boss , tak sia sia boss besar menyuruh kita" kekeh salah satu penjahat menatap cabul ke arah Vivi yang meringkuk ketakutan.


"gue bilang jangan mendekat " teriak Zoya ketakutan


" jangan takut sayang kami tidak akan menyakiti mu hanya membuat mu tertidur,,,selama nya" ucap nya dengan nada penuh ancaman.


"sini kau gadis kecil layani aku" salah satu dari penjahat itu langsung menarik lengan Vivi dengan kasar. sekuat tenaga Vivi terus memberontak minta di lepaskan namun sia sia bahkan penjahat itu melayangkan beberapa tamparan di wajah Vivi yang membuat Zoya semakin histeris ketakutan.


"zoy,,,Zoya hiks,,,hiks" tangis Vivi kesakitan mata nya menyiratkan ketakutan yang amat mendalam,


Zoya yang melihat itu hanya bisa menangis histeris dia juga tidak bisa berbuat apa apa karna diri nya juga sedang di tahan.

__ADS_1


"ku mohon lepaskan teman ku bawa saja aku


tapi lepaskan dia" mohon Zoya tak sanggup lagi melihat penderitaan Vivi sang sahabat.


" tidak ,,,tidak,,, bawa saja aku


tapi lepaskan Zoya" mohon Vivi dengan cepat.


sudah cukup Zoya terus menerus berkorban untuk diri nya biarkan kali ini dia saja yang berkorban.


"bawa aku saja" sela Zoya


plak


plak


dua tamparan keras melayang di masing-masing wajah Zoya dan Vivi. sangking keras nya tercetak dengan jelas cap Lima jari di pipi mulus kedua nya.


"ku bilang diam


kami tidak akan melepaskan salah satu dari kalian


kalian berdua harus ikut kami" bentak boss penjahat itu Menarik Paksa lengan Zoya.


"Daddy" gumam zoya mengiba


mata nya berkaca kaca penuh kebahagiaan melihat pahlawan nya sudah datang, rasa nya seperti mimpi saja melihat kedatangan Alvi di temani asisten nya, om Ronald dan puluhan anak buah


Alvi segara menghampiri Zoya yang masih di tangan penjahat itu.


para penjahat yang kalah jumlah hanya bisa pasrah mereka tidak melakukan perlawanan apa pun apalagi ketika tau siapa yang meringkuk mereka.


mereka adalah the Tiger XX komplotan yang paling sadis dan kejam bahkan mereka menguasai beberapa kota besar.


"baby,,,


kalian cepat habisi mereka " geram Alvi marah


terbukti dari rahang nya yang mengeras dan aura yang berubah menjadi seram dan menakutkan.


kemarahan nya benar benar sudah berada di ubun ubun ketika melihat kondisi gadis dan teman nya yang sungguh sangat memprihatinkan,


wajah yang kotor dan terdapat cap Lima di pipi nya belum lagi kondisi baju yang lebih robekan dan luka yang hampir membiru di sekujur tubuh nya memuat Alvi Dejavu dengan kondisi Zoya saat berada di rumah kakek nya.


"siapa kalian ?" sentak boss penjahat tetap memegangi kuat lengan Zoya.


rasa takut menjalar di dada nya melihat sekeliling anak buah nya yang sudah meringkuk di tangan anak buah laki laki itu.siapa sebenar nya mereka??


"Daddy sakit" rintih Zoya


"bedebah tengik lepaskan gadis ku" marah Alvi langsung meninju wajah penjahat itu hingga membuat nya tersungkur ke tanah.


setelah lepas Zoya segera menghambur masuk kedalam pelukan Alvi, badan nya gemetar ketakutan akibat rasa trauma yang di alami nya.


"Daddy aku takut


mereka mau memp*****a kami hiks,,," tangis Zoya terdengar sangat pilu.

__ADS_1


mulut nya terus mengeluarkan isakan.


"maaf Daddy terlambat" sesal Alvi langsung menggendong tubuh Zoya yang terlihat sangat lemas.


"jangan habisi Meraka


bawa mereka ke markas dan segera intograsi siapa yang menyuruh mereka" perintah Alvi pergi di susul Ronald yang membawa Vivi di dalam gendongan nya.


"Daddy kenapa gak bisa di telpon hiks,, ?? Zoya takut banget?? mereka mau membunuh kami hiksss ,,,hiks?" ucap Zoya terbata bata.


"maafkan Daddy sayang ,,,maaf" sesal Alvi sekali lagi


Alvi merasa menjadi laki laki yang sangat bodoh karna lebih mementingkan pekerjaan ny dari pada keselamatan gadis nya ,


andai dia tadi telat sedikit saja mungkin gadis nya sudah celaka.


" kita pulang ya " ajak Alvi mengusap kepala Zoya


"aku takut dad,,," Isak Zoya masih menangis


pelukan nya semakin kencang pada tubuh Alvi dan pasti bisa langsung di rasakan alvi


"jangan takut ada Daddy di sini" hibur Alvi


perjalanan yang gelap di tambah sekarang meraka berada di dalam hutan liar membuat mereka sempat kesulitan mencari jalan pulang ,untung saja sebelum ke sini beberapa anak buah sudah di tugaskan oleh Alvi untuk membuat jejak di sepanjang jalan.


walaupun sudah ada beberapa yang hilang karna terkena air hujan namun akhir nya Alvi dan seluruh rombongan bisa keluar juga dari hutan dengan keadaan selamat.


" Ronald aku akan membawa gadis ku dulu ,


nanti kita akan bertemu di markas" kata Alvi memberi tahu.


"baik lah" jawab Ronald sebelum pergi membawa Vivi di dalam dekapan nya.


beberapa anak buah langsung mengawal kepergian Ronald dan Vivi demi menghindari kejadian yang tidak di inginkan.sementara yang lain nya masih stand bye di tempat


"kalian segera bawa mereka ke markas


dan tunggu saya di sana" perintah Alvi tegas Mata nya masih mengkilat marah mengingat kekerasan yang mereka lakukan lakukan kepada Zoya tepat di hadapan nya.


"baby,," panggil Alvi namun tidak ada balasan


"baby,,,hey bangun baby" panik Alvi menepuk nepuk pelan pipi Zoya, kepanikan nya semakin bertambah ketika tangan nya dingin nya merasakan suhu panas menyengat kulit nya


"sialan,


aku tak akan mengampuni Kalian" bentak Alvi terburu buru masuk ke dalam mobil , Daniel sebagai asisten segera melaksanakan tugas nya menyupiri mobil.


dengan ras panik Alvi segara membawa Zoya ke mansion nya dan meminta asisten nya untuk segara memanggil kan dokter pribadi Alvi.


bye


bye🖤🖤🖤


hadiah mana hadiah🤧🤧🤧


author udah update 2 bab loh🤧🤧🤧

__ADS_1


__ADS_2