
happy Reading for you 🖤🖤
tinggalkan jejak setelah membaca ya
like komen vote dan hadiah 🖤🖤
Selamat malam tuan" sapa anak buah Alvi dan Bryan bersamaan. Alvi dan Daniel hanya merespon dengan menganggukkan kepala nya sebagai balasan. Setidak nya mereka sudah menjawab nya sebagai bentuk untuk menghormati kehadiran mereka semua.
Tanpa bertanya atau berbasa basi terlebih dahulu alvi dan Daniel segera melangkah kan kakinya menuju salah satu ruangan yang berada di pojok kanan atas gedung.
Ruangan yang memang di khususkan untuk tempat intograsi sekaligus tempat penyiksaan para tahanan.
Tak ada satu pun dari anak buah Alvi yang berani memasuki ruangan itu, hanya para orang terdekat Alvi lah yang bisa kecuali kalau mereka memang di minta untuk datang ke sana.
Ruangan dengan nuansa serba hitam dan memancarkan aura gelap yang pekat merupakan ciri khas dari ruangan yang di masuki alvi, Jangan lupakan berbagai macam alat alat mulai dari pisau,katana,pedang,busur,kapak,gergaji dan alat lain nya berjejer dengan rapih memenuhi dinding ruangan. Koleksi tengkorak wanita dan pria terlihat menjadi ciri khas saat memasuki ruangan.
Bila kalian yang tak tahan dengan bau darah yang pekat mungkin kalian sudah pingsan terlebih dahulu, genangan darah merah pekat hampir berwarna hitam memenuhi seluruh sisi sisi ruangan.bahkan terlihat masih ada darah yang masih baru dengan warna merah segar.
"Ckckck panggil Refki, Ali, khan dan vion ke sini" perintah Alvi dingin pada Daniel.
"Baik boss" dengan cepat Daniel segera meninggalkan ruangan.
Setelah kepergian Daniel, Alvi hanya memandang datar sekelompok pria yang di posisi kan menumpuk seperti kayu bakar dengan tangan dan kaki yang di ikat, tanpa perasaan iba Alvi menendang keras satu persatu wajah mereka untuk menyadarkan mereka dari pingsan nya.
Tak cukup di situ dia juga menyiram mereka dengan air dingin yang di ambil dari alat pendingin.
Tak butuh waktu lama hampir secara bersamaan mereka mulai membuka mata nya masing masing , ekspresi wajah mereka langsung menunjukkan ketakutan yang luar biasa ketika melihat Alvi di hadapan mereka.
~banci~ batin alvi tersenyum sinis.
Belum apa apa mereka sudah ketakutan seperti itu.lalu mereka kemana kan keberanian mereka tadi saat ingin memperkosanya gadis nya.
Mengingat ketakutan Zoya ingin sekali rasa nya Alvi langsung membunuh mereka satu persatu.
Namun Kalau langsung di bunuh rasa nya itu terlalu baik untuk bajingan seperti mereka.
~akan ku buat mereka semua membayar kesakitan dan rasa trauma gadis ku dan teman nya~ tekad Alvi membara
__ADS_1
"Boss" panggil Daniel masuk di ikuti oleh 4 orang pemuda dari belakang.
Dengan gagah nya ke empat pemuda itu langsung memposisikan diri masing masing, salah satu dari pemuda itu langsung mengambil beberapa senjata di dinding kemudian membagikan nya satu satu ke anggota Lain nya.
Salah satu dari pemuda itu langsung berjalan dan menarik kerah salah satu dari kelompok yang beratus sebagai tahanan itu. Tanpa melakukan perlawanan dengan pasrah nya tahanan itu mengikuti langkah pemuda yang menarik nya itu.
Tanpa perasaan pemuda itu langsung melempar keras tubuh tahanan itu ke kursi, membuat nya terjengkang ke belakang tak bisa bangkit karna tangan dan kaki nya masih di ikat.
"Phuttt" sekuat tenaga Daniel menahan tawa nya melihat kejadian yang cukup ironis itu.selera humor nya langsung menghilang ketika melihat tatapan alvi yang seakan akan ingin memakannya hidup hidup. Daniel langsung mengatupkan mulut rapat rapat dan kembali fokus ke depan sesekali mata nya melirik ke arah Alvi yang masih menatapnya membuat serba salah dan canggung.
Begitu juga dengan pemuda yang menjengkang kan tahanan itu, badan nya bergetar ketika menyadari kesalahannya. Dengan cepat cepat pemuda yang bernama vion itu langsung membantu tahanan itu dan menundukkan nya dengan benar di kursi.
Dengan aura membunuh yang pekat Alvi berjalan menuju tahanan itu, mata nya menatap tajam dengan rahang yang mengeras.
"Jawab pertanyaan ku dengan jujur,
Siapa yang menyuruh kelompok mu untuk membunuh gadis ku dan teman nya sialan" Bentak Alvi menggelegar menatap tajam kearah tahanan itu.
Amarah nya tak bisa lagi di kendali kan setiap kali mengingat kejadian naas tadi.
Bawaan nya ingin sekali langsung membunuh nya, namun dia harus terlebih dahulu mendapatkan informasi siapa yang menyuruh mereka.
Di saat saat menegang kan seperti ini masih sempat sempat nya untuk sombong, benar benar menantang singa yang sedang mengamuk.
Blesh
Tanpa ba BI Bu Alvi langsung menebas kepala tahanan itu hingga membuat kepala nya menggelinding tepat ke arah sekelompok tahanan itu.
Badan mereka semua semakin bergetar hebat ketika melihat Alvi dengan mudah nya menebas kepala kawan mereka.
"Ckckc vion"
Vion yang tahu tugas nya pun langsung kembali menarik salah satu dari mereka dan membawa ke hadapan Alvi.
"Jawab pertanyaan ku dengan jujur atau nasib mu akan sama seperti dia, paham" ucap Alvi penuh penekanan menunjuk ke arah tubuh tanpa kepala itu.
Dengan badan bergetar takut laki laki itu lebih memilih menggigit lidah dari pada menjawab pertanyaan Alvi.
__ADS_1
"Sial,,"maki Alvi ketika menyadari kalau laki laki itu sudah mati.
Ketika melihat ke belakang yang lain pun sudah tergelatak tak bernyawa.
Ternyata mereka lebih memilih untuk mati dari pada harus membocorkan siapa tuan nya.
"Sial,,,sial,,,sial" maki Alvi memukul keras dinding hingga membuat Tangan nya berlumuran berdarah.
"Boss" panik Daniel begitu juga yang lain.
"Dasar sialan" maki Alvi terus memukuli dinding yang tak berdosa itu.
"Boss,,,mereka berasal dari kelompok the Scorpio" ucap Daniel spontan membuat Alvi menghentikan kegiatan nya.
"The Scorpio" ulang Alvi
Sialan ternyata mereka berasal dari kelompok bedebah tengik itu, pantas saja mereka lebih memilih mati dari pada membocorkan info Siapa tuan nya.
The Scorpio merupakan salah satu kelompok pembunuh bayaran kelas atas yang di akui di dunia bawah, kelompok pembunuh bayaran yang berasal dari Australia mengedepankan moto mereka " lebih baik mati dari pada berkhianat".
Sebelum bergabung mereka sudah terlebih dahulu di sumpah mati untuk setia dan tidak berkhianat.
Walau sudah beranak cabang hingga keluar negri namun moto mereka masih di pegang teguh sampai sekarang.
"Kenapa kau baru bilang sekarang Daniel" amuk Alvi mencengkeram kuat baju Daniel. hingga membuat tubuh nya sedikit berjinjit ke atas seiring semakin kuat nya cengkraman. cengkraman Alvi di kerah baju sedikit membuat nafas nya tak beraturan.
"Maaf tuan" hanya kata maaf lah yang bisa Daniel katakan sekarang, dengan nafas terengah engah baru lah Alvi melepaskan nya..
Andai tadi Daniel memberi tahu nya terlebih dahulu mungkin Alvi tidak akan membuang waktu nya sia sia. Karna mau sampai serigala beranak domba pun mereka tak akan pernah mendapat jawaban.
"Bakar mereka semua, dan kirim kepala itu ke markas pusat the Scorpio.
seperti nya mereka ingin bermain main dengan ku" titah Alvi melangkah kaki nya pergi.
Seperti dia harus bekerja sendiri untuk mendapat kan pelaku nya.
yang Alvi tau seperti nya pelaku nya berasal dari kalangan atas , membayar pembunuh bayaran the Scorpio bukan lah uang yang sedikit minimal kamu harus mempunyai uang 10 milyar sekali bunuh.
__ADS_1
bye
bye 🖤🖤