
happy Reading for you 🖤🖤
tinggalkan jejak setelah membaca ya
like komen vote dan hadiah 🖤🖤🖤
Dret
Dret
Dret
"Hallo" sapa Alvi ketika melihat nama kepala pelayan mansion tertera di layar ponsel nya.
Tumben sekali mereka menelpon diri nya, apa terjadi sesuatu dengan gadis nya???
"Hal,,,,hallo tu,,tuan" gugup sang penelepon dengan nada suara yang bergetar.
Nada suara nya yang gugup membuat Alvi mengernyitkan dahi nya bingung, kemudian memposisikan ponsel nya tepat di telinga kanan nya.
Hati nya was was mendengar nada yang terdengar tak bersahabat di telinga Alvi.
"Ada apa?" Dingin Alvi yang justru semakin menambah kegugupan kepala pelayan itu.
Ya Tuhan harus bagaimana cara dia untuk memberitahu tuan besar nya!! Habis lah sudah riwayat nya!! Tuan nya pasti akan marah besar akibat kelalaiannya.
"Hal,,hallo kalau tidak ada yang penting aku matikan" Alvi mendengus kesal karna sedari tadi pelayan itu hanya terdiam saja. Benar benar membuang waktu berharga nya saja.
" Tuan, nona Zoya di culik" Kata pelayan itu cepat.jantung nya berdetak sangat kencang ketika kata kata itu keluar begitu lancar dari mulut nya.
"Kata kan sekali lagi!" Titah Alvi karna ucapan pelayan tadi terdengar tak begitu jelas.
"Nona muda zoya di culik tuan, tadi ada beberapa orang yang datang langsung menyerang kami dengan obat bius!" Jelasnya membuat Alvi mengepal kan tangan nya. Sebelah tangan nya yang menggenggam ponsel itu langsung meremukkan benda pipih itu hingga hancur tak terbentuk kemudian membanting nya keras ke dinding ruangan.
"Bedebah tengik, dasar anak buah tidak berguna" bentak Alvi menggelegar, suara nya yang keras bak petir di tengah tengah hujan membuat anak buah berbondong bondong datang menghampiri nya termasuk Daniel dan Bryan yang terlihat cemas dan panik.
"Tuan ada apa?" Tanya Daniel panik.
Ekor mata nya tak sengaja menangkap sileunt benda pipih berwarna hitam dengan harga puluhan juta yang sudah tergoletak dengan naas nya di bawah dinding ruangan.
__ADS_1
Ada apa sebenernya dengan tuan nya itu??
Tanpa menjawab pertanyaan Daniel, Alvi langsung menghampiri Bryan, yang justru membuat Bryan di Landa kegugupan karna takut dia adalah sumber kemarahan Alvi tadi.
"Bryan kerahkan kelompok Red Blood sekarang juga dan Kirim mereka ke mansion ku!" Titah Alvi tegas kemudian langsung melanggang pergi meninggalkan tanda tanya besar bagi para anak buah nya yang tak tau apa masalah nya
"Kenapa kau malah diam Daniel, apa kau tidak mau ikut!" Tanya Alvi setengah membentak Daniel yang terdiam mematung seperti menekin.
Suara Alvi yang keras membuat Daniel sadar dan cepat cepat mengikuti langkah boss nya yang sudah lumayan jauh.
Ya Tuhan apa yang sebenernya terjadi??
Anak anak yang lain hanya saling melirik bingung terkecuali Bryan yang sudah pergi menelpon anggota red blood.
"Boss ada apa?" Tanya Daniel takut takut.
"Zoya di culik dan aku curiga kalau RA yang melakukan nya" jelas Alvi berargumen,
Alvi mempunyai alasan tersendiri mengapa dia mencurigai laki laki yang berinisial RA itu.
Suara nya yang lumayan keras membuat anak anak yang lain bisa mendengar ucapan nya, baru lah mereka paham kenapa Alvi bisa semarah tadi sampai menghancurkan benda kesayangan nya.
ternyata pengaruh nona muda sangat besar di kehidupan Alvi.
Dia tau betul siapa itu RA tak mungkin dia yang menculik Zoya kecuali karna ada alasan yang lain.
"Apa yang tidak mungkin di lakukan kaparat sialan itu" sentak Alvi membuat Daniel memilih untuk diam saja.
Kendaraan beroda 4 itu keluar dari area gedung dengan kecepatan tinggi, di susul beberapa mobil mengikuti dari belakang.
Malam hari yang dingin terganggu dengan suara deruman mobil yang terlihat seperti kompoi dari arah hutan.
Kendraan beroda itu melaju menuju satu tujuan yang Sama.
"Tuan Alvi" sapa salah satu anggota red blood yang sudah terlebih dahulu sampai. Kelompok Red blood terdiri dari 30 orang pilihan yang siap mati untuk suatu misi.
Kelompok yang sudah di didirikan Alvi sejak 10 tahun yang lalu kini sudah sangat terkenal akan kekejaman nya dalam membantai musuh.
"Segera kalian geledah mansion ini dan cari barang bukti yang mereka tinggalkan " titah Alvi memandang wajah mereka satu persatu.
__ADS_1
"Siap tuan"jawab mereka serempak dan mulai melakukan tugas mereka masing masing.
mereka langsung menyuruh para pelayan untuk segera keluar terlebih dahulu dan memerintah kan untuk menghadap Alvi di depan.dengan tubuh gemetar seluruh pelayan saling menyikut satu sama lain untuk terlebih dahulu menghampiri tuan besar nya.
Para pelayan yang terdiri dari 5 orang laki laki dan 4 orang perempuan itu langsung menjatuh kan tubuh nya tepat di hadapan alvi.mereka sadar akan kelalaian mereka dan siap untuk menerima hukuman apa pun diberikan Alvi pada mereka
"Kalian sudah tau apa hukuman kalian?" Tanya Alvi bersidekap dada menetap satu persatu wajah dari pelayan nya di balas anggukan oleh seluruh pelayan.
"Cepat pergi dan pastikan hukuman kalian berjalan selama 1 tahun ke depan" tegas Alvi membuang nafas nya kasar .
Andai saja mereka semua bukan pelayan kepercayaan Alvi mungkin mereka langsung di hukum mati namun atas kerja keras mereka selama 10 tahun lama nya Alvi sedikit menolerir hukuman mereka.
"Kami permisi tuan" pamit mereka setelah berdiri dan mulai memasuki mobil satu persatu menuju tempat hukuman yang berada di tengah tengah hutan pedalaman.
Isak tangis terdengar dari mulut para pelayan mereka bukan sedih karena harus menerima hukuman namun Mereke sedih karena harus berpisah dan tidak bisa bekerja bersama Alvi selama 1 tahun ke depan.
"Tuan Alvi, kami menemukan ini di samping kasur yang di tempati nona Zoya" ucap Bryan menyerahkan suatu benda berbentuk persegi yang terdapat lambang dua kalajengking dengan kepala tengkorak di tengah tengah nya.
"Sialan,,, ternyata dia sudah bergerak duluan,
Zoya adalah milik ku Sampai kapan pun dia tetap milikku" gumam Alvi sambil memperhatikan lambang yang ada di tangan nya.
"Tuan kita harus bagiamana sekarang" tanya Daniel membuat Alvi menatap mereka semua.
"Kalian lebih baik kembali ke markas sekarang, dan segera istirahat besok baru kita susun rencana untuk menyelamatkan gadis ku" ucap Alvi yang peka dengan keadaan anak buah nya yang sudah kelelahan akibat penculikan tadi.dia tidak mau menambah dengan harus bergerak sekarang untuk menyelamatkan gadis nya bagiamana pun juga kesehatan harus di utamakan.
Alvi juga yakin kalau RA tidak akan menyakiti gadis yang di cintai nya ,jadi untuk malam ini aman.
Kerumunan pun perlahan bubar, hanya tinggal dua orang saja yaitu Daniel dan Alvi.
"Kau juga harus pulang Daniel" titah Alvi melihat ke arah Daniel yang berdiri tepat di samping nya.
"Aku menginap saja boss,
Malas juga harus pulang" jawab Daniel menolak untuk pulang kemudian melangkah kan kaki nya menuju ke arah mansion meninggal Alvi sendiri.
"Ku harap kau baik baik saja baby,
Besok Daddy akan menjemputmu" ucap Alvi sebelum berbalik dan menyusul Daniel yang sudah hilang di balik pintu.
__ADS_1
Bye
Bye