
happy Reading for you 🖤🖤
tinggalkan jejak setelah membaca ya
like komen vote dan hadiah 🖤🖤
"ahhh dasar siapan,, kenapa dokter itu begitu lama!" ucap Alvi sesekali mengumpat sambil terus mondar mandir bak setrikaan di kamar tamu,
pikiran nya begitu kacau karna sampai sekarang dokter pribadi nya belum juga datang.
Alvi khawatir akan terjadi sesuatu dengan gadis nya apalagi suhu badan nya belum juga turun padahal sudah di kompres oleh salah satu pelayan.
"sabar bos,, dokter nya pasti sebentar lagi sampai " ucap Daniel memberi pengertian supaya boss nya itu bisa lebih sabar lagi.
"sabar,,,sabar,,,
harus sampa kapan aku terus bersabar Daniel" sentak Alvi membuat Daniel seketika langsung bungkam.
oke Daniel sebaik nya kau diam saja agar boss mu itu tidak semakin marah dan akhir nya meluncur kata keramat dari mulut pedas nya itu yang berakhir akan memotong gaji mu.
dari pada melhat boss nya yang terus mondar mandir tak jelas,yang ada kalau dia terus di sini dia akan kekurangan darah akibat semprotan amarah alvi
"lebih baik aku pergi saja" pikir Daniel memilih untuk pergi dan menunggu dokter nya di depan.
"dasar asisten tidak berguna, boss lagi pusing malah pergi" decak Alvi pada Daniel yang sudah hilang dari hadapan nya, ekor mata nya sesekali melirik ke arah Zoya.
~seperti nya aku harus segera menikahi nya agar dia tak jauh jauh dari ku~ pikir alvi
__ADS_1
sekitar 15 menit baru lah dokter datang dan langsung meminta maaf akan keterlambatan nya.
Alvi yang tidak mau waktunya terbuang sia sia segera memerintahkan dokter itu untuk memeriksa kondisi Zoya.
"jadi bagaimana keadaan nya?? apa perlu kita membawa nya ke rumah sakit??" tanya Daniel beruntun setelah melihat dokter wanita itu selesai memeriksa keadaan Zoya.
dokter yang bernama lengkap Liza Arianti itu hanya bisa tersenyum melihat betapa tuan nya sangat mengkhawatir keadaan gadis muda itu.
dalam hatinya dia menerka nerka siapakah gadis muda itu?? apakah calon nyonya baru nya?? akhir nya setelah sekian lama tuan nya itu akan mempunyai istri lagi dan yang lebih membahagiakan lagi calon istri nya masih muda dan mempunyai stamina yang bagus
"nona muda hanya demam biasa tuan,
dan saya juga tadi sudah memberi kan nya obat penurun panas mungkin besok pagi nona baru bangun " jelas nya sesuai dengan keadaan Zoya.
"hah syukur lah,, lalu bagaimana dengan keadaan psikologis nya?" tanya Alvi hati hati.
Alvi hanya menganggukkan kepala nya mengerti.
"baik lah kalau begitu saya pamit dulu tuan" ungkap dokter liza membereskan semua peralatan peralatan nya.
sebelum itu dokter Liza sudah terlebih dahulu menuliskan resep obat untuk di tebus.
"hmm" dehem Alvi sebagai jawaban.rasa lega kini merayap di dalam hati nya Setelah mendengar penjelasan dokter tentang kondisi gadis nya, namun hatinya kembali resah mengingat rasa trauma pasti berbekas di ingatan Zoya.
namun kalau sampai itu terjadi maka Alvi yang akan maju paling depan untuk menyembuhkan rasa trauma itu,
asisten Daniel langsung mengundurkan diri untuk mengantarkan dokter Liza Sampai ke depan.kini di ruangan hanya tersisa Alvi dan Zoya yang belum sadarkan diri.
__ADS_1
"cepat lah sadar baby" gumam Alvi mengecup punggung tangan Zoya lembut.
lengah sedikit saja dia sudah kecolongan seperti ini apa lagi membiarkan Zoya berkeliaran sendiri.tidak.. tidak ....mulai sekarang dia harus lebih memperketat penjagaan untuk Zoya, dia tidak mau kejadian seperti hari ini akan terulang kembali.sudah cukup dua kali Zoya harus terbaring lemah seperti ini untuk seterusnya Alvi akan terus menjaganya
pikiran Alvi terus berkelana siapakah kira kira orang yang ingin membunuh Zoya?? apakah rival bisnis nya?? tapi tidak mungkin, tidak ada satu pun orang yang tau tentang Zoya.jadi siapa??
"tuan" panggil Daniel dari pintu masuk.
kemudian Daniel meletakkan kantong kresek berisi obat obatan milik Zoya yang dia tebus di apotek di dekat mansion Alvi.
"kita ke markas sekarang" ucap Alvi beranjak dari kasur.
sebelum pergi Alvi terlebih dahulu mencium kening Zoya dan memerintah para pelayan yang sudah terlatih secara pisik untuk menjaga nya.
kedua lelaki itu segera masuk ke dalam mobil dan melanjutkan nya menuju markas tersembunyi.hanya Alvi anak Buah nya dan sahabat terdekat nya lah yang tau di mana lokasi markas itu.
tak sampai 20 menit Alvi dan Daniel sudah tiba di depan gedung kosong yang jauh dari perkotaan, di sekitaran gedung di kelilingi oleh pohon pohon besar yang nampak menyeramkan, warga setempat menyebut gedung itu sebagai gedung angker.
karna julukan itu lah banyak orang yang tak mau terlalu dekat dengan gedung itu, paling hanya beberapa orang saja yang melewati nya untuk mencari kayu bakar.
terlihat beberapa mobil mobil terparkir acak di sekitar gedung, yang Alvi ketahui adalah mobil milik Anak Buah nya dan Bryan.
kedua nya segera masuk ke dalam gedung dengan menggunakan kode khusus, yang di miliki setiap ketua dan anggota inti saja.
bye
bye 🖤🖤
__ADS_1