
happy Reading for you 🖤🖤
tinggalkan jejak setelah membaca ya
like' komen vote dan hadiah 🖤🖤
"selamat pagi sayang" sapa RA dengan lembut
Zoya yang terlalu fokus dengan buku novel di tangan nya tidak menyadari kehadiran laki laki yang kini berdiri tepat di samping tempat duduk nya itu.
Tubuh nya langsung menegang ketika merasakan ada tangan asing yang mengusap lembut kepala nya, dengan sikap waspada Zoya langsung melihat siapa yang berani melakukan itu, dan deg mata nya langsung membulat dengan sempurna.
"bapak,," kaget nya langsung berdiri dan melangkah kaki nya mundur beberapa langkah.
"Kenapa sayang, kaget" ucap nya tanpa dosa
"Pak ricko" gumam Zoya semakin mundur karna pak ricko mendekat maju ke arah nya.
Bagaimana bisa pak ricko ada di sini?? Dan apa tadi panggilan nya, sayang?? Apa jangan jangan dia adalah orang yang menculik Zoya seperti yang di bilang pelayan tadi.
" Apa maksud bapak menculik saya?" Pekik Zoya emosi.
Tangan nya mengepal kuat ketika melihat ekspresi ricko yang menatap nya seolah tanpa dosa.
Ricko hanya terkekeh pelan mendengar pekikan Zoya yang terbawa emosi, gadis itu memang tidak pernah berubah mudah emosi dan mudah baperan.
"Kau tidak perlu sekaget itu sayang? Bukan kah kau sudah tau apa motif aku melakukan ini semua?" Ucap nya mengelus lembut pipi Zoya.
Tubuh zoya yang sudah mentok di dinding kamar membuat nya tidak bisa mengelak akan perlakuan ricko pada nya, sekuat tenaga dia mencoba menghindar namun percuma semakin ingin menghindari semakin kuat pula cengkraman tangan ricko pada tubuh nya.
"Bukan kah dulu kau pernah bilang kalau kau mencintai ku sayang" tanya nya seolah olah mencoba mengingat kan Zoya tentang ucapan di masa lalu nya.
elusan tangan yang tadi nya di pipi kini berpindah menuju benda kenyal yang menarik perhatian setiap kaki laki.
Zoya yang melihat tatapan ricko terkunci pada bibir nya langsung memberontak.
Sedikit kewalahan akan tingkah Zoya yang bar bar dengan berat hati ricko melepaskan cengkraman tangan nya.
"Kau,," emosi Zoya menunjuk ricko tepat di depan wajah nya.
__ADS_1
Zoya yang terlanjur terbawa emosi tidak lagi mengingat sopan santun akan orang yang lebih tua walau ricko berstatus sebagai kepala sekolahnya persetan dengan semua itu.
"Hehe kenapa kau seemosi itu sayang, aku hanya menatap nya bukan mencicipi nya" kekeh nya menggoda Zoya.
Zoya yang sudah muak akan perlakuan ricko yang semakin tak tahu diri memilih nekat untuk melarikan diri selagi ada kesempatan.
Tanpa aba aba zoya langsung menendang keras perut ricko dengan kaki nya, ricko yang kaget mendapat serangan tiba tiba itu pun tidak sempat untuk mengelak.
Melihat ricko yang sudah tergugu di lantai, sedikit Zoya sungging kan senyum puas melihat ekspresi kesakitan yang muncul di wajah ricko.
Namun untuk kabur itu hanya lah angan angan Zoya saja bukti nya walau sekuat apa pun Zoya tadi menendang nya ricko tetap bisa berdiri dengan sempurna.
Ekspresi wajah ricko yang sekarang sangat berbeda dengan tadi, aura menjadi lebih menyeramkan dan ekspresi berubah menjadi dingin rupa nya gadis itu ingin bermain main dulu dengan nya.
Baik lah mari kita lihat selanjut nya...
"Mau mencoba kabur dari ku sayang" ucap nya dengan aura dingin Mengelilingi nya.
Mematung dan tak bisa berkutik itu lah yang Zoya rasakan, tubuh nya seolah terkunci dengan tatapan mematikan ricko pada nya.
Kemana sikap hangat nya tadi?? Zoya ragu kalau orang yang ada di hadapan nya ini adalah orang yang sama!!
"Jangan harap bisa kabur dari sini sayang, karna nanti malam kita akan menikah. Persiap kan diri mu" ucap nya meletakan tubuh Zoya dengan lembut di kasur,
Kemudian melangkah kan kaki nya keluar kamar mengabaikan teriakan dan gedoran Zoya di pintu.
"Lepasin gue bajingan, sialan, brengsek
Lepasin gue" teriak Zoya mengumpati ricko dengan kata kata kasar.
"Dasar siapan Lo ricko" teriak Zoya untuk yang terakhir kali nya.
****
"Daniel Lo yakin di sini markas nya?" tanya Alvi ragu menatap sebuah mansion mewah dengan di lengkapi sebuah gerbang menjulang tinggi di hadapan nya.
lokasi nya yang berada di pinggiran kota dengan di kelilingi hutan membuat Alvi dan rombongan nya sedikit kewalahan mencari lokasi di tambah dengan lemot nya jaringan internet yang putus putus nyambung.
Alvi sedikit ragu karna baru pertama kali ini lah dia mendatangi markas the Scorpio secara langsung,
__ADS_1
kalau bukan karena gadis nya mana mau dia mendatangi markas rival nya itu.
"bener boss" jawab Daniel yang juga sedang menatap mansion itu.
rombongan dengan ratusan orang itu berjaga jaga mengamati keadaan sekitar membaca tata letak tempat penting di sekitar markas.
setelah mengetahui tempat tempat yang lengah di jaga akhir nya mereka pun mulai melaksanakan rencana yang sudah matang matang di susun.
"bergerak" titah Alvi tegas
mereka pun mulai menempati posisi nya masing masing.
di lengkapi dengan senjata senjata rakitan khusus mereka mulai menyerang the Scorpio dari segala penjuru.
teh Scorpio yang memang sudah berjaga jaga jika mendapat serangan langsung siaga ketika melihat pergerakan anak buah Alvi.
bunyi senjata di luncurkan pertanda peperangan siap di mulai
baku hantam, saling serang menyerang , tembak menembak riuh terjadi, suara ledakan di sana sini menimbulkan suara yang bising.
anggota teh Scorpio yang masih berada di dalam langsung menghambur keluar membantu kelompoknya menghadapi serangan kelompok Alvi yang menggila termasuk anggota anggota inti yang membantu.
anggota the Scorpio di gabung dengan the araster tak sedikit pun membuat rombongan Alvi gentar, justru kelompok ricko lah yang kewalahan menangkis semua serangan membabi. buta yang di lakukan kelompok Alvi.
tak sedikit yang tumbang dengan luka luka di sekujur tubuh baik kelompok Alvi maupun ricko.
namun bila penyerangan ini tetap di lakukan maka akan banyak nyawa yang terbuang sia sia.
dua ketua mafia besar berperang demi seorang gadis benar benar hal yang langka
support author dengan
_like
_komen
_vote
_gift
__ADS_1
_