
happy Reading for you 🖤🖤
tinggalkan jejak setelah membaca ya
like komen vote dan hadiah 🖤🖤
" ehh guys gue denger denger kata nya besok bakalan ada anak baru di sekolah kita, kalau gue gak salah informasi dia itu pindahkan dari Amerika. kata Anak kelas sebelah sih orang nya cantik bakalan jadi adek kelas kita nanti ," ucap Vivi memberitahu teman teman nya karna pada saat mengumpulkan hasil tugas kelompok mereka ke kantor tadi dia tak sengaja mendengar percakapan beberapa siswa tentang siswi baru itu.
bahkan hampir sepanjang jalan mereka menggosipkan tentang anak baru itu.
saat ini kelima nya tengah berada di kantin sekolah untuk merayakan keberhasilan tugas kelompok mereka tadi di tambah kelompok mereka mendapat kan nilai yang paling tinggi di antara kelompok kelompok yang lain, dan hasil nya cukup memuaskan untuk menambah nilai ujian akhir mereka nanti.
beberapa jenis makanan tersaji dengan lengkap di atas meja berbentuk bundaran itu karna hari ini mereka di traktir varrel makan sepuas nya di kantin.
"hemmm benar kata lu Vi
gue denger denger dari anak sebelah juga gitu" timpal Reno membenarkan perkataan Vivi.
"gimana gak cantik orang dia adek nya model yang terkenal di Amerika" sambung Vini kemudian membuat beberapa siswa terkejut tak menyangka termasuk teman teman nya yang termangut mangut.
"seberapa cantik sih tuh anak baru nyampe bisa di bicarain satu sekolah, jangan sampe dia lebih cantik dari gue" terka Vivi dalam hati
"Widihhhh adek nya model terkenal guys
boleh lah gue gebet " pede Reno berbinar bahagia kemudian menenggak habis minuman nya yang tinggal sedikit lagi.teman teman nya hanya memutar bola nya malas, bagaimana mungkin anak baru itu suka sama reno yang emmm kalian tau sendiri lah. pede nya tingkat tinggi lagi bukan nya suka nanti nya malah ilfiel lagi.
"modelan monyet kek lu
emang ada yang mau?? " ejek Vivi tersenyum remeh meragukan pesona Reno yang di bawah standar menurut vivi.
"Vivi" ucap Zoya turun tangan memperingati ucapan gamblang Vivi takut nya ucapan itu akan menyakiti perasaan orang lain termasuk perasaan Reno.
walau pun Reno adalah teman mereka dan sering bertengkar dengan nya.
bukan nya tersinggung akan ucapan nyelekit Vivi Reno justru menanggapi nya dengan tingkah pede nya. wajah nya di buat seserius mungkin agar kali ini Vivi percaya dengan ucapan nya.
"sekate Kate lu sarkiyem
gini gini jennie blackpink pernah jadi mantan gue!" ucap Reno
serius melihat ke arah Vivi yang duduk tepat di samping nya.
perkataan Reno membuat Vivi tertawa terbahak bahak bahkan hampir ke selek.
bagaimana mungkin Reno si kang pede pernah pacaran sama idol K-Pop terkenal di Korea itu??
apa dia sedang bermimpi??
visual si kang pede reno
" Halu Terus,
sadar woyy ini udah siang gak usah ngimpi terus" sambung Vini yang geleng geleng kepala melihat tingkat kepedean Reno yang di atas rata rata orang pede.
pandangan reno yang tadi melihat ke arah Vivi kini beralih ke arah Vini yang masih tertawa
"ya udah kalau lu pada gak percaya" kekeh Reno memilih diam.
mau menjelaskan pun akan percuma karna mereka pasti mengira diri nya halu!!
"mulai deh baperan nya keluar" sinis Vivi melemparkan sendok hendak menimpuk kepala Reno supaya sadar dari dunia halu nya
" iri bilang say
gak bisa saingin ya
ckckck kasian" sinis Reno dengan cepat menghindar hingga membuat sendok itu jatuh tepat di samping Reno.
"ngapain iri sama modelan emak emak kek Lo" sinis Vivi beranjak dari kursi nya dan memungut sendok itu.dan
plak
sendok makan itu mendarat dengan indah nya di jidat Reno membuat teman teman nya tertawa,
__ADS_1
"gimana enak kan sendok gue?" tanya Vivi tanpa dosa
" bacot" ucap Reno mengelus ngelus jidat nya yang lumayan terasa nyeri.
Ting
Ting
Ting
****
"assalamualaikum bik Zoya pulang" ucap Zoya mengucap Salam saat membuka pintu memasuki mansion. ruang tamu dengan nuansa modern itu menjadi pilihan Alvi untuk mansion nya dengan warna emas di setiap ujung ujung mansion nya.
"Waalaikumsalam waroh matullahi wabarakatuh
udah pulang nona muda?" tanya bibi pelayan yang bernama BI nia dengan sopan. karna dia tau kini dia berbicara dengan siapa, jadi dia harus berbuat sopan supaya pekerjaan nya tetap aman.
"Iyah
tuan Alvi belum pulang?" tanya Zoya basa basi melangkah kan kaki nya menuju meja makan kemudian menuangkan segelas air putih pada gelas nya dan menenggak nya hingga habis
cuaca yang panas membuat nya sangat mudah meras haus.
saat berada di mansion Zoya memanggil Alvi dengan sebutan tuan, dia tidak berani memanggil Alvi dengan sebutan Daddy takut semua pelayan berpikir macam macam pada nya.
bahkan justru para pelayan lah yang bingung kenapa Zoya memanggil Alvi dengan sebutan tuan??
padahal semua pekerja di mansion tau kalau Zoya adalah calon istri tuan mereka.
Alvi memang sengaja tidak memberi tau kebenaran nya kalau Zoya adalah sugar baby nya.
"belum nona" jawab pelayan itu sopan mengikuti Zoya dari belakang takut nona muda nya itu ingin apa apa.
BI nia merupakan pelayan yang Alvi tugaskan khusus untuk memenuhi semua kebutuhan Zoya. dan gaji nya pun di atas rata rata pelayan lain nya.
"hmmm
ya udah Zoya ke kamar dulu ya bi" pamit Zoya melangkah kan kaki nya satu persatu menuju kamar nya di lantai dua tepat nya di kamar tamu yang bersebelahan dengan kamar utama alias kamar alvi.
BI nia pun Kembali ke dapur melaksanakan tugas nya Kembali, karakter Zoya yang mandiri tanpa meminta bantuan orang lain membuat nya sangat di sukai oleh para pekerja mansion tapi tidak untuk BI Nia yang merasa makan gaji buta walau sesekali Zoya meminta bantuan nya.
makan sosis goreng kayak nya enak deh" menolog Zoya sambil menopang dagu menghadap ke arah balkon kamar nya.
di mansion setiap kamar pasti nya memiliki sebuah balkon untuk bersantai di malam hari.
jam baru menunjukkan pukul 16.00 wib sore
yang artinya masih sangat siang untuk keluar keluar atau jalan jalan.
"ke mall lah beli sosis
ajak Vivi sekalian buat ngilangin suntuk" ucap Zoya langsung berdiri menggapai ponsel nya
kemudian menghubungi Vivi yang tampak nya sedang online
kedua nya pun memulai percakapan dengan hasil kedua nya berencana pergi ke mall dengan Vivi yang menjemput Zoya.
"mandi atau nggak ya?? mandi aja lah habis itu baru dandan" menolog Zoya melihat penampilan diri nya di kaca yang tampak cukup kusut.
karna bukan nya mandi sehabis sekolah Zoya justru langsung makan dan menonton kartun kesayangan nya di televisi.
jam 16.30 Zoya sudah siap dengan style nya
"sorry
"sorry telat Vi" ucap Zoya terburu buru menghampiri Vivi yang terlihat sedang fokus memainkan ponsel nya di sofa. perasaan nya tak enak takut Vivi sudah menunggu nya lama ini semua gara gara dia ketiduran di bath up tadi.
"gak papa kali zoy Sans aja
gue juga baru Dateng kok" ucap Vivi tersenyum bangkit dari sofa kemudian cipika cipiki dengan Zoya.
"btw mansion om Alvi gede banget nya mewah lagi
__ADS_1
gue juga mau lah beli mansion Segede ini" bisik Vivi kagum membuat Zoya memutar bola mata nya jengah.
mereka ini mau jalan jalan atau mau dengerin haluan Vivi sih.
"jadi kita mau langsung jalan aja
apa gimana dulu?" tanya Vivi meminta pendapat Zoya
" langsung ke mall aja
takut kalau pulang ke sorean Daddy bakal marah" ucap Zoya di angguki vivi
"ya udah yok" ajak Zoya melangkah kan kaki nya terlebih dahulu di ikuti vivi .
brum
brum
brum
mobil Lamborghini berwarna hitam milik Vivi pun mulai keluar dari mansion. mereka tau kalau mereka pasti di awasi oleh anak buah baik itu anak buah Alvi atau anak buah Ronald.
tak sampai 20 menit kedua nya sudah sampai di mall terbesar di Jakarta.
"masuk"
"yok"
kedua nya terus berjalan mengelilingi mall mulai dari toko pakaian, aksesoris, sepatu, tas semua di datangi satu persatu.
niat hanya ingin membeli makanan pun tak jadi Karna nyata nya saat melihat benda benda yang unyu unyu mereka seakan lupa tujuan awal mengapa mereka datang ke sini.
"ehh Vi
liat deh tas nya bagus banget" ucap Zoya menunjuk sebuah tas kepada Vivi.
tas selempang dengan di hiasi batu permata berwarna merah membuat nya tampak berkilau di tengah tengah tas yang lain nya
"hooh" ucap vivi setuju
"ayo liat" ajak Zoya menarik tangan Vivi menuju toko tas yang berada di tengah tengah mall.
saat tangan Zoya ingin menggapai tas itu, ada sebuah tangan yang sudah terlebih dahulu mengambil nya.
"ehhh" kaget Zoya mengikuti dari mana asal datang nya tangan itu.
"saya yang mengambil nya terlebih dahulu
jadi saya yang dapat" kata wanita itu tersenyum sinis melenggang pergi
namun dengan cepat Zoya langsung menghadang tepat di hadapan wanita itu
"saya yang melihat nya terlebih dahulu
jadi saya yang berhak atas tas ini" ucap Zoya dengan cepat merebut tas itu dari tangan wanita yang nggak punya sopan santun itu.
enak saja main ambil ambil.
"ehh bocah
orang miskin kek kamu mana bisa bayar tas mahal kayak gini
KW nya pun kamu gak bakal bisa beli" sinis wanita mencoba merebut kembali tas itu dari tangan zoya. namun dengan cepat Zoya langsung menyembunyikan di belakang tubuh nya.
penampilan Zoya yang sangat sederhana membuat wanita itu yakin kalau Zoya pasti gadis miskin yang berlagak sok kaya.
"permisi nona nona
ini ada apa ya" tanya manager mall karna perdebatan antara Zoya dan wanita itu cukup keras membuat para pengunjung berkerumun mendatangi dari mana asal datang nya keributan itu.
bye
bye
🖤🖤🖤
__ADS_1
visual nya Vivi