
happy Reading for you 🖤🖤
tinggalkan jejak setelah membaca ya
like komen vote dan hadiah 🖤🖤🖤
...Flasback Alvi...
"mari kita mulai rapat nya" perintah Alvi dingin mata nya menelisik satu persatu wajah dari karyawan nya yang nampak sekali kalau mereka sedang gugup.
salah satu karyawan wanita yang memang di tugas kan untuk mempersentasikan hasil rapat dari perusahaan cabang di Australia langsung berdiri kemudian berjalan ke arah samping Alvi dan memulai untuk berpresentasi...
karna cabang perusahaan yang berada di Australia sedang berada di dalam masa masa kesulitan membuat Alvi harus benar benar paham dengan apa yang di sampaikan, dia harus mendengar kan dengan teliti satu persatu kata kata yang di sampaikan agar tak ada yang keliru dan sampai membuat perusahaannya kembali merugi.
dret
dret
dret
dalam hening nya rapat getaran ponsel Alvi memecah konsentrasi membuat semua pasang mata mengalihkan pandangan nya.
tanpa melihat siapa yang menelpon Alvi langsung mematikan nya
dan memulai Kembali rapat yang sempat terganggu..
30 menit telah berlalu dan rapat masih di gelar, berbagai pendapat mulai bermunculan untuk menangani masalah
semua usulan di tampung oleh Alvi dia akan memindai satu persatu pendapat sampai jalan keluar di temukan.
bruk
tiba tiba seseorang langsung masuk ke ruang rapat dengan mendobrak pintu membuat semua orang mengelus dada nya kaget. namun tidak dengan Alvi dia hanya mengernyit kan dahi nya bingung begitu melihat bahwa Ronald lah yang ada di hadapan nya.
ada apa gerangan dia datang?? dan kenapa harus dengan mendobrak pintu segala ?? seperti tidak punya sopan santun saja!!
"apa kau tidak punya sopan santun Ronald!"dingin Alvi menatap tajam Ronald. tanpa meminta persetujuan dari alvi, Ronald langsung menenggak habis air minum yang memang di sediakan di meja Alvi, beberapa bulir keringat mengalir di area wajah nya terlihat seperti orang yang habis berlari.
"sekarang bukan saat nya mengurus tentang sopan santun.
Zoya dan Vivi di culik Alvi" dengan berbisik agar tak di dengar yang lain ronald pun segera memberitahu Alvi semua nya.
"sialan " bentak Alvi marah terlihat dari
__ADS_1
urat urat leher nya yang menegang serta sorot mata nya yang begitu dingin hingga membuat semua orang tak berani melihat ke arah nya. bahkan untuk bergerak pun rasa nya tak berani.
rupa nya ada yang ingin bermain main dengan diri nya!!
"dasar bodoh" maki Alvi pada diri nya sendiri
terlihat di layar ponsel nya begitu banyak panggilan tak terjawab dari Zoya dan beberapa pesan yang di kirim kan padanya dengan ucapan minta tolong.
"rapat kita sampai di sini
kita lanjut Minggu depan" ucap Alvi terburu buru langsung menyambar jas kantor di kursi nya
tak ada satu pun karyawan yang berani membantah atau mencegah nya mereka cukup sayang dengan nyawa mereka.
" dasar bodyguard tidak berguna
mengapa mereka tidak menghubungi ku" maki Alvi sepanjang jalan menuju parkiran.
banyak sekali karyawan yang menatap aneh ke arah boss nya itu, apa rapat tadi tidak sesuai dengan keinginan nya??
"maaf boss.
ternyata riki sudah menghubungi kita tentang masalah nona Zoya, namun saya tidak membuka pesan nya Karna sibuk " ucap Daniel dengan menunduk takut menyadari kesalahannya yang cukup patal.
"cepat hubungin riki dan serlok di mana mereka" perintah Alvi Kemudian mengeluarkan ponsel nya dan menghubungi seseorang.
"brian bawa setengah pasukan mu
dan saya serlok sekarang
kita bertemu di sana" ucap Alvi tanpa mendengar jawaban di sebrang sana Alvi langsung memutuskan panggilan.
asisten Daniel dan Alvi segera meninggalkan area perkantoran dengan hati cemas, dan Ronal dia mengikuti mereka dari belakang.
sepanjang jalan Alvi terus marah marah ntah itu terlalu lambat lah?? siput lah? kecelakaan lah
semua di sebutkan nya dan yang menanggung semua amarah nya adalah Daniel.
"apa mereka di sini" tanya Alvi dengan ragu melihat betapa luas nya hutan yang berada di samping jalan.
"dari lokasi yang mereka kirim
memang di sini lokasi nya boss" jawab Daniel tanpa ragu
__ADS_1
karna memang di jalan ini lah lokasi yang di kirim kan Riki pada nya.
"itu mereka boss" tunjuk Daniel pada dua orang bodyguard yang sedang di tugaskan berjaga.
dengan setengah berlari kedua nya langsung menuju ke arah dua bodyguard itu.
"tuan Alvi" panggil seseorang dari belakang
"kau sudah sampai Brian" tanya Alvi basa basi
"ayo kita segera pergi
aku tidak mau wanita ku kenapa Napa" kata ronald mulai mendahului berjalan masuk ke arah hutan di ikuti oleh anak buah nya.alvi berserta rombongan nya pun langsung mengikuti nya.
"boss ada jejak kaki" kata Daniel mengarahkan senter ponsel nya ke arah beberapa tapak kaki yang terlihat sangat jelas di tanah yang licin.
"ini pasti jejak mereka boss" ucap Daniel berspkekulasi.
jejak kaki yang kecil pasti nya milik Zoya kalau tidak Vivi.
"jangan lupa buat tanda agar kita tidak tersesat" peringat Alvi melanjutkan langkah nya.beberapa anak buah langsung membuat tanda dengan membuat tanda silang di bebrapa pohon sepanjang jalan.
semakin lama rombongan Alvi dan Ronald semakin masuk ke dalam hutan, suasana yang gelap begitu mendominasi.
"tunggu,,,tunggu
boss sepertinya ada yang meminta tolong " ucap salah satu anak buah Brian langsung membuat semua orang menghentikan langkah nya.
"itu suara Zoya" Alvi segera berlari dengan kencang menuju dari mana asal nya suara itu menghiraukan teriakan rombongan nya yang penting dia harus segera menyelamatkan Zoya.
"boss tunggu "
"Alvi tunggu"
"tuan tunggu" mereka berteriak secara bersamaan namun dengan panggilan yang berbeda.
dengan cepat rombongan segera menyusul Alvi walau sempat beberapa kali mereka terjatuh karena jalan setapak yang licin.
"baby" gumam Alvi
...Flashback end...
bye
__ADS_1
bye🖤🖤