Sugar Baby Om CEO

Sugar Baby Om CEO
Bab #33#


__ADS_3

Happy Reading for you 🖤🖤


tinggalkan jejak setelah membaca ya


like komen vote dan hadiah jangan lupa🖤🖤🖤


"hai zoya,Vivi" sapa varrel ramah menarik salah satu kursi yang masih berada satu meja dengan kedua gadis cantik yang tengah asik menyantap makanan nya itu.


Vivi yang menyadari kehadiran varrel langsung membalas sapaan varrel dengan senyuman manis nya yang bisa membuat semua cowok klepek klepek termasuk om Ronald pun takluk akan pesonanya..


berbanding terbalik dengan respon yang di berikan Vivi, Zoya justru hanya membalas sapaan Varrel dengan senyuman tipis saja, dia hanya tidak mau di cap sebagai gadis sombong dan tak tau cara menghargai orang lain.


satu nampan berisi paket makanan lengkap kini tersaji dengan lengkap nya di hadapan varrel


karna sebelum datang ke meja Zoya dan Vivi , varrel sudah terlebih dahulu memesan makanan.


"makan guys" tawar varrel mengangkat satu sendok makannya bermaksud untuk menawari.


"lu makan aja


gue mah udah kenyang" tolak Vivi halus menggelengkan kepala nya pelan.


"gue juga" sahut Zoya ikut ikutan


"ya udah gue makan dulu


awas lu berdua jangan ngiler" canda varrel menggoda sepasang sahabat itu.


yang langsung di balas oleh Vivi.


"ya kagak lah,


gue mah udah kenyang " ucap Vivi mengelus perut yang tadinya rata kini sedikit membuncit.


3 mangkok bakso ternyata bisa membuat nya kenyang juga.


"gue juga udah kenyang" sahut Zoya kembali mengikuti perkataan Vivi.


ntah Karna itu memang sengaja atau malas untuk memilih kata kata, ntahlah hanya Zoya saja yang tau.


"gimana kagak kenyang lu zoy, abis bakso 2 mangkok, belum lagi nasi goreng 2 piring" cibir Vivi bermaksud menyindir Porsi makan zoya yang jumbo.


dia sendiri tidak sadar kalau Porsi makan nya saja lebih banyak dari Zoya.


Zoya hanya memutar bole mata nya malas, benar benar tak tau diri ni anak."terus apa kabarnya sama cewek sebelah gue yang makan bakso 3 mangkok sama soto satu mangkok hmmm" balas Zoya menyindir Vivi.


enak saja mau menyindir nya akan ku balas sindiranmu.


skakmat!!


Vivi tidak lagi mengeluarkan cibiran nya.


dia baru sadar kalau dia tadi makan sangat banyak.


"nyenyenye" cibir Vivi mengeluarkan jurus andalan nya kalau sudah kalah debat dengan zoya.


"kalah kan luh!" sinis Zoya pada Vivi.


"b*c*t"


" kalah ngaku sayang" ledek Zoya mencolek dagu vivi gemas yang langsung segera di tepisnya.

__ADS_1


"fhuttt,, lucu juga kalau kalian berantem" ucap VARREL yang sedari tadi hanya berdiam diri menyimak perdebatan kedua gadis yang ada di hadapan nya itu.


"gak ada yang lucu


lu jangan ketawa" sentak Vivi memelototi varrel yang membuat varrel seketika bungkam.seperti nya mode serigala Vivi aktif.


lu diem aja zoy dari pada lu kena semprot sama ucapan pedas Vivi yang langsung ngena di hati.


"jangan marah marah Mulu Napa neng


nanti lu cepet tua, cepet koit ntar" goda varrel kembali yang justru semakin menambah rasa kekesalan Vivi.


Zoya hanya tersenyum tipis saja melihat interaksi kedua manusia berbeda berkelamin itu.


apa jadi nya kalau mereka berdua nanti berjodoh pasti kegiatan mereka berdua sehari hari cuma debat terus.


ehhh lu mikir apa sih Zoy


ntar kalau gue jodohin Vivi sama varrel yang ada om Ronald bakal ngamuk batin Zoya menggeleng geleng kan kepala nya mengusir pikiran bodoh nya itu.


"lu nyumpahin gue cepat mati" tuding Vivi yang kembali bersuara membuat varrel gelagapan.


~kayak nya gue salah ngomong~ rutuk varrel


" maksud gue gak gitu vi" elak varrel


" terus" tanya Vivi bersidekap dada menanti jawaban varrel.


"ad,,,aduh gimana ya ngejelasin nya" bingung varrel menggaruk tengkuk nya.


"apa?" tanya vivi tak sabar.


teng


teng


teng


gue masuk duluan ya" ucap VARREL menggunakan jurus seribu meninggalkan Vivi dan Zoya.


untuk sekarang lebih baik dia lari saja dari pada harus menghadapi serigala yang ngamuk.


"VARREL " teriak Vivi memenuhi area kantin bahkan sampai terdengar ke kantor sekolah.


suara yang menggelegar seperti petir menyambar membuat semua orang harus rela menutup telinga nya rapat rapat.


"sabar Vi,


orang sabar p*n*at nya lebar" ucap Zoya menepuk pundak Vivi dari belakang.


bermaksud untuk menenangkan sahabat nya itu.


"sabar sabar


orang sabar p*n"a*t nya lebar.


whattt


dasar sialan lu Zoya" teriak Vivi Kembai menggelegar untuk yang kedua kali nya.


ketika di lihat ke belakang ternyata orang yang sudah ngacir meninggal kannya.

__ADS_1


"dasar temen gak ada akhlak lu berdua " maki Vivi


"mana gue di tinggalin lagi


nasib nasib" rutuk Vivi yang kembali menggerutu sepanjang jalan menuju kelas.


****


"kapan kita akan sampai Niel" tanya Alvi pada asisten nya


kedua pria itu kini tengah berada di dalam mobil untuk bertemu klien.


"sekitat lima menit lagi kita akan segera sampai tuan" jawab Daniel melirik arloji mewah yang melingkar pas di pergelangan tangan nya.


" hemmm" dehem Alvi sebagai jawaban


tak sampai 5 menit


mobil yang di tumpangi Alvi dan Daniel sudah sampai di grandania restoran, saja satu restoran mewah yang berada di daerah sleman,Jakarta.


kenapa restoran ini yang di pilih?? Karna restoran ini merupakan restoran khusus yang biasanya di gunakan oleh para pengusaha atau pejabat untuk mengadakan pertemuan penting atau meeting.


"mari boss" ajak Daniel mempersilahkan Alvi berjalan terlebih dahulu.


setalah tau di mana ruangan nya Daniel dan Alvi segara bergegas agar waktu mereka tak terbuang sia sia.


ruang VIP merupakan ruangan yang di pilih oleh klien Alvi.


"selamat siang tuan Alvi, asisten daniel" sapa tuan mahmed berdiri dari sofa kemudian menjabat tangan asisten Daniel dan Alvi secara bergantian.


mahmed langsung mempersilahkan Alvi dan Daniel untuk duduk di sofa.


"saya tidak mau berbasa basi jadi kita langsung saja ke inti nya saja , apa maksud mu mengundangku ke sini" tanya Alvi dingin pas sekali dengan wajah nya yang datar bak tembok.


"jadi begini tuan,,,,," ucap nya yang langsung terpotong karna seseorang mengetuk pintu.


ceklek


tanpa ada sopan seorang wanita langsung masuk ke dalam ruangan.


"papi,,,," teriak wanita itu yang merupakan putri dari tuan Mahmed langsung berhambur ke pelukan ayahnya.


"Kinan jaga sikap kamu di sini ada tuan Alvi" bisik mahmed tak enak hati apalagi ketika melihat pelotatan Daniel pada nya.


"papi Koo gak bilang sih" rutuk Kinan malu.


"maafkan atas ketidak sopanan putri saya tuan Alvi" ucap Mahendra membungkukan badan nya di ikuti Kinan.


"hmmm" dehem Alvi


"tuan Alvi,,," panggil Kinan tersenyum cerah.


"apa kita saling mengenal" tanya Alvi dingin yang di angguki Kinan.


"kita pernah bertemu di rumah sakit kebetulan saya bekerja sebagai dokter di sana " ucap nya tersenyum manis.yang justru terlihat sangat memuakkan di mata alvi


dia baru menyadari kalau wanita di hadapan nya itu merupakan dokter yang sengaja menggoda nya saat berada di rumah sakit.


mahmed sebagai ayah dari Kinan justru sangat bangga dengan begitu akan lebih memudahkan nya untuk bekerja sama dengan perusahaan Alvi.sukur sukur kalau Alvi menyukai putri nya


"maaf tapi Aku tidak mengenal mu" balas Alvi sarkas yang membuat senyum ayah dan anak itu luntur. dan berganti dengan ekspresi malu.

__ADS_1


bye


bye 🖤🖤


__ADS_2