Sumiatun, Saranghae!

Sumiatun, Saranghae!
Bab 21 Barang Kesayangan


__ADS_3

Seojun berlari masuk kedalam gedung itu lagi, dia mencari Sumiatun kesemua tempat tapi gadis itu tak ditemukan. Dia takut Sumiatun menjadi korban bullying karena pegawai baru ditambah dia juga seorang pekerja asing.


"Dimana dia? Apa dikunci didalam toilet? Disekap dalam gudang? Atau, digantung diatas roof top? Oh my god!" Seojun benar-benar khawatir, pikirannya sudah tak jelas mengenai Sumiatun.


"Yang ada dia lagi makan ramyeon di pos security, ketawa-ketiwi sama mereka sambil main mahyong!" tiba-tiba saja Seonho sudah ada dibelakangnya.


"Hah! Masa' sih, Somi bukan gadis seperti itu?!" sungut Seojun tidak terima.


"Cintamu membutakan matamu, sehingga gak bisa membedakan mana gadis manis dan mana gadis anyep! Coba kamu liat antara Somi dan Ning Ning, sangat berbeda! Yang satunya gadis manis meskipun sedikit ghilak dan satunya gadis setengah laki dan setengah perempuan, siapa lagi kalau si Somi mu itu!" ujar Seonho menjelaskan pendapatnya.


"Jadi menurutmu, si Ning Ning alias Ningsih itu manis?" tanya Seojun sambil memperhatikan reaksinya si Seonho.


"Tentu saja! Dia, dia.... Aish, sudahlah! Ayo kita jemput pacar anehmu itu dan langsung pulang, ingat aku akan memberikan hukuman lebih berat lagi jika kalian terlambat!" ujar Seonho langsung mengalihkan pembicaraannya, saat tau Seojun sengaja menanyakan soal Ningsih.


"Haha, ternyata dia juga sudah keblinger sama si Ningsih, cuma masih gengsi mengakuinya, haha!" ujar Seojun menertawakan sahabatnya itu.


Mereka mencari keberadaannya si Sumiatun, dan benar saja kata Seonho, Sumiatun nampak begitu menikmati mie instan khas Korea itu bersama beberapa security, sambil melihat para penjaga keamanan gedung bermain mahyong.


"Somi!" panggil Seojun sambil menghampirinya.


"Oh, hai!" sahut Sumiatun sambil melambaikan tangannya.


"Apa yang kau lakukan disini?! Aku mencarimu kemana-mana, aku pikir kau... Kau, em.." Seojun sulit mengatakan kalau dia khawatir takut Sumiatun di-bully sama rekan kerjanya.


"Sorry, aku lupa memberitahumu. Aku diminta lembur buat menemani para karyawan yang masih lembur, emm.. Sepertinya aku bakalan absen dulu belajarnya," ujar Sumiatun menjelaskan semuanya, sambil minum setelah menghabiskan ramyeon nya.


"Dasar bo.doh! Tidak ada hal seperti itu disini, para pekerja kebersihan langsung pulang setelah jam kerja selesai, meskipun masih ada karyawan yang lembur mereka tak diwajibkan untuk ikut lembur juga!" sahut Seojun sedikit kesal, saking khawatirnya.


"Yaaa, aku gak tau soal itu! Mhianeee (maaf).." ujar Sumiatun merasa tak enak karena sudah bikin Seojun menunggu dan khawatir juga.


"Hei, kalian berdua pacaran yah?" tiba-tiba salah satu security itu bertanya, karena melihat tingkah Seojun mirip seperti seorang pacar yang sangat protektif.


"Apa?! Tidak, bukan seperti itu!" jawab langsung Sumiatun.

__ADS_1


"Jhagiya (sayang), tak usah malu.. Tak apa, tak ada larangan satu kantor saling berhubungan kok," ucap Seojun tersenyum-senyum dengan wajah merona, ketika ditanya seperti itu oleh security itu.


Plak!


"Auh, sakit!" teriak Seojun tiba-tiba mendapatkan pukulan di bahunya, tentu saja Sumiatun tak terima dengan pernyataannya si Seojun, dia takut semua orang jadi tambah salah faham.


"Ngomong apa sih?! Jangan aneh-aneh kamu yak!" pelotot Sumiatun marah.


"Aku justru melindungimu dari mereka atau orang lain yang ingin menggodamu, kau pikir semua orang baik sepertiku! Berhati-hatilah," bela Seojun sambil mengalihkan pandangannya, jiper liat Sumiatun melotot kayak gitu, tuh mata kayak mau keluar aja, saking keselnya dia.


"Satu-satunya orang yang menggodaku selama ini hanya kamu, justru aku yang harus berhati-hati padamu!" ujar Sumiatun kesel sambil berlalu pergi.


"Jhagiya, tunggu!" kejar Seojun, Sumiatun menoleh kearahnya sambil melotot marah, Seojun sudah tak perduli, itu udah gak bikin dia takut lagi, malah dia pikir itu imut.


"Dasar, ghilak!" ujar Seonho yang sedari tadi hanya memperhatikan mereka, tiba-tiba dia jadi keinget sama si Ningsih, tuh anak lagi ngapain yah?


.


Sementara di apartemen, Ningsih sibuk membongkar isi lemarinya memilah dan memilih mana yang layak dipakai menurutnya.


Dia berniat ingin merubah penampilannya menjadi lebih manis dan cute versinya Seonho, tapi dia bingung mau yang kayak apa. Sementara isi lemarinya penuh dengan pakaian-pakaian modelan orang mau konser semua.


"Baju yang biasa aja cuma ada baju tidur sama baju olah raga doang! Masa iya gw tiap hari pergi kuliah pake trening?!" ucapnya lagi.


Tidak lama kemudian, dia mendengar suara pintu dibuka, Ningsih langsung berlari kedepan dan menarik tangannya Sumiatun menuju kamar mereka.


"Sum! Sum, kasih tau gw yang mana baju yang bagus buat gw kuliah, buat gw hang out, buat gw nge date, dan baju-baju yang sekira cocok buat gw!" pinta Ningsih secara bersemangat.


"Lu kenapa, Ning?! Tumben-tumbenan minta pendapat segala! Sakit lu?!" tanya Sumiatun heran.


"Kagak! Enak aja, gw cuma pengen nyari suasana baru aja. Kan biasanya lu paling protektif banget ama yang gw pake, ya kan?" ujar Ningsih lagi.


"Em, gimana yah.. Lu kalau gw kasih tau ngeyel orangnya, jadi males gw nya..." kata Sumiatun gak yakin sama si Ningsih.

__ADS_1


"Suer dah, kali ini gw bakalan dengerin lu!" ucap Ningsih bersemangat.


"Yakin, janji? Kalau lu mau dengerin gw, berarti lu harus menerima semua pendapat gw, termasuk menyingkirkan semua barang-barang tak berguna ini!" ujar Sumiatun lagi sambil menunjuk semua pernak-pernik koleksinya Ningsih, yang menurut Sumiatun itu barang-barang gak berguna.


Gimana gak, cangkir melamin bergambar idol K-Pop kesayangannya yang udah pecah, gantungan kunci yang udah pada potek-potek semua, boneka udah kayak bekas gigitan an.jing, belum lagi sapu tangan udah macam kain blacan, kotor dan bau, sumpeh ye si Ningsih jorok beut!


"Yakin seratus persen, dan janji!" jawab Ningsih tanpa tau kalau barang-barangnya bakalan raib sama di Sumiatun.


"Oke! Karena lu udah janji, sembari gw mandi dulu karena bau badan gw udah mirip kaya sapu tangan blacan lu, lu beresin dah tu barang-barang, menuhin tempat tau gak! Di dapur masih ada kotak kosong belum dibuang, lu taruh aja di sana! Abis tuh serah lu dah, mau lu buang atau simpen. Dah gw mandi dulu, beresin ye.." ujar Sumiatun enteng sambil berlenggak pergi.


Sedangkan si Ningsih nampak syok mengetahui barang-barang kesayangannya bakalan di usingkan, dia melihat semua koleksinya itu dengan pandangan ngenes, dan mau gak mau ngikutin sarannya si Sumiatun, udah kepalang janji.


Setelah beberapa saat, Ningsih sudah membereskan semua barang-barangnya dan Sumiatun pun sudah mandi dan bersiap mau kuliah.


"Nah, kalau gitu kan enak liatnya... Semuanya jadi rapi dan bersih, lu bisa taruh beberapa barang bermanfaat lainnya, paling gak beli barang yang masih baru dan enak diliat nya, bukannya cangkir keramik udah pada potek pinggirannya, kaca pecahlah, boneka sobek masih lu simpen!


Kalau urusan pakaian, besok lagi ye kita beberesan nya, gw mau kuliah dulu! Takut gw ntar dihukum lagi sama si Seonho, males banget jalan jongkok sambil naikin anak tangga yang tingginya minta ampun!" ujar si Sumiatun lagi.


Ningsih yang lagi sedih perkara barang-barangnya bakalan raib dari pandangannya, mendadak sumringah mendengar nama Seonho, tapi murung lagi perkara penampilannya yang kurang menarik.


"Lu mau ikut gak?" tanya Sumiatun serius mau mengajaknya.


"Enggak deh, ntar gw ngerepotin lagi.." jawab Ningsih murung.


"Gak usah sedih begitu, kan maunya elu pengen deket sama Seonho, ya kan-ya kan?" goda Sumiatun sambil menaik turunkan alisnya.


"Enggak, males gw..." sahut Ningsih lagi.


"Huft, ya udah kalau gitu.. Gw tinggal pergi yah, kalau mau nyusul datang aja! Lu masih inget kan tempatnya? Kalau laper, ada makanan didalam kulkas, tadi dikasih Seojun ayam goreng, enak loh! Bye, Ning Ning.." ujar Sumiatun sambil berlari keluar, karena Seojun sudah menunggunya diluar.


Sebenarnya dia rada khawatir juga melihat si Ningsih, sahabatnya itu menjadi murung dan sedih begitu, Sumiatun pikir si Ningsih lagi sedih karena barang-barang kesayangannya dia singkirin, padahal dia lagi galau soal perasaannya sendiri.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2