Sumiatun, Saranghae!

Sumiatun, Saranghae!
Bab 32 Jamuan Di Restoran


__ADS_3

Hari-hari telah berlalu, semuanya berjalan dengan baik. Baik itu kerja, kuliah maupun kehidupan mereka sehari-harinya. Seonho sudah tak sungkan lagi menunjukkan perhatian dan perasaannya kepada Ningsih, dan entah sejak kapan hubungan mereka semakin intim saja.


Sedangkan Seojun masih terus berusaha menyakinkan Sumiatun tentang perasaan dan keseriusannya, sedangkan Sumiatun sendiri masih tak yakin dengan perasaannya sendiri. Meskipun dia tak menampik dia menyukai Seojun dengan segala kebaikan, dan perhatiannya membuatnya tersentuh.


Tapi seseorang yang tertinggal di sana masih membayanginya, dia takut menyakiti perasaan orang itu, sedangkan logikanya berkata lain karena tak mungkin Hanif masih menunggunya, yang tak tahu kapan ia akan kembali lagi.


"Somi, aku mau pergi menemui klien kita yang baru, tapi Seonho tak bisa menemani aku pergi, dia juga lagi sibuk mengurus projek baru. Em.. Bagaimana jika kamu yang menemaniku?" pinta Seojun.


"Maaf, aku gak bisa.. Aku masih banyak pekerjaan, ini juga aku lagi sibuk memperbaiki pekerjaanku yang kemarin banyak salahnya.." jawab Sumiatun, tak enak hati juga menolak keinginan bosnya sekaligus 'pacar' itu.


"Terus siapa yang akan menemaniku? Gak mungkin juga aku berangkat sendirian, seolah perusahaan kita ini begitu kecil dan dianggap remeh nanti sama mereka!" sungut Seojun.


"Emang perusahaan ini kecil kok, mau gimana lagi.. Em, gimana kalau kamu minta Ningsih aja, aku yakin dia sekarang lagi planga-plongo ditempatnya sendirian. Seonho lagi pergi bersama beberapa karyawannya, dia diminta melanjutkan pekerjaannya sambil belajar lagi kayak aku juga.." ujar Sumiatun memberikan solusinya, gak solusi juga sih! Jatohnya sama aja kayak dia.


"Kalau gitu apa bedanya denganmu, kan sama aja!" ujar Seojun kesal.


"Bedanya aku disini bersama dengan mereka semua, sedangkan Ningsih paling dia sendirian, ada karyawan lainnya juga, pasti pada sibuk sama urusannya masing-masing, kamu tau kan si Ningsih itu tak pandai bergaul! Ayo ajak dia, sekalian dia belajar juga," ucap Sumiatun lagi.


"Ya udah, aku pergi sama dia nih! Jangan cemburu yah, janji gak marah?" tanya Seojun sedikit berat meninggalkannya.


"Iya, kagak! Sana pergi, lagian Ningsih juga udah ada yang punya sekarang!" jawab Sumiatun.


Seojun cemberut sambil pergi meninggalkannya, sementara Sumiatun sendiri cuek, dia masih sibuk dengan pekerjaannya.


Seojun menelpon keruangan Seonho, dan kebetulan Ningsih yang angkat, mendengar dia akan pergi menemani sang bos untuk menemui klien baru mereka, Ningsih senang setidaknya dia gak akan bosan sendirian.


"Aku sudah menelpon Seonho untuk mengajakmu untuk menemaniku, katanya tak apa. Ayo kita pergi," ujar Seojun diiringi anggukan Ningsih.


Kemudian keduanya langsung berangkat dengan mobilnya Seojun, diluar sana ada seseorang yang sedang mengawasi mereka, dia juga mengambil beberapa gambar mereka, dengan memotret diam-diam.


.


Tidak lama kemudian mereka sampai juga disebuah restoran, tempat mereka temu janji dengan klien mereka. Entah mereka yang kecepatan atau kliennya yang terlambat, mereka masih menunggunya dengan sabar.


"Ini kalau gak mikirin baru merintis usaha baru, dan kita juga lagi membutuhkan mereka juga.. Sudah lama aku pergi meninggalkannya, jadi orang kok gak tepat waktu, huh!" ujar Seojun kesel banget.


"Kalau gitu kita makan aja, Sajangnim... Aku lapar sekali," ujar Ningsih memelas, kebetulan itu memang jam makan siang.

__ADS_1


"Ya udah, kita pesan makan aja! Laper juga akunya," ucap Seojun sambil memanggil pelayan untuk memesan menu makanan.


Setelah beberapa saat, mereka sudah selesai makan tiba-tiba saja dia menerima telpon dari pihak kliennya jika pertemuan mereka dibatalkan, karena sang klien ada urusan mendadak.


"Maafkan kami terlambat memberitahukan kepada kalian, bagaimana kalau kita atur lagi pertemuan ini?" ujar dari pihak kliennya sambil memberikan penawaran lagi.


"Baiklah, tapi tetapkan jadwalnya sesuai janji, jangan terlambat juga. Saya tau kami yang membutuhkan kerja sama ini, tapi tolong hargai waktu yang kami ini juga." Ucap Seojun datar, vibes big bos keluar seketika.


"Baik, tentu saja!" jawab pihak kliennya itu.


"Kita juga akan mengatur kembali kesepakatannya, karena kalian yang membatalkan janjinya dan membiarkan kami membuang waktu percuma, maka biarkan kami yang membuat kesepakatan ulangnya," ujar Seojun memanfaatkan situasinya itu dengan cerdas.


"A-apa?!" pihak klien terlihat bingung dan khawatir juga.


"Kalau soal itu akan saya bicarakan kepada atasan saya langsung," ujar pihak kliennya itu.


"Baiklah, akan saya tunggu jawabannya segera sebelum membuat pertemuan lagi" ucap Seojun sebelum menutup telponnya.


"Woaaah, Sajangnim keren! Daebak, bisa memanfaatkan keadaan yang sebetulnya merugikan kita menjadi menguntungkan kita!" ujar Ningsih takjub.


"Wah, kita ini definisi beban hidup yang nyata rupanya, haha! Dan untungnya memiliki pasangan yang bisa mengimbangi kita juga, hehe.." ujar Ningsih lagi.


"Maksudnya?" tanya Seojun tak mengerti.


"Aku ini tak pandai bergaul, satu-satunya temanku adalah Sumiatun, eh! Somi maksudnya. Aku juga tak terlalu pandai dalam hal intelektual, hehe.. Tapi aku ini sangat kreatif dalam hal ide dan pemikiran.


Aku dan Somi begitu banyak perbedaan, tapi justru itu membuat kami begitu dekat. Dia anaknya pintar, smart, energik dan pemberani. Dia sangat pintar, pandai segala hal, dan dia sangat tulus jika melakukan sesuatu, tapi janganlah sesekali mengecewakannya, maka dia tidak akan pernah percaya lagi, dan satu hal lagi yang perlu kau ketahui, jika dia menyukai seseorang maka dia akan selalu dengan satu orang itu saja.." ujar Ningsih, ujung-ujungnya ngebahas Sumiatun.


"Waah, sama persis sama aku dan Seonho. Aku juga tak terlalu pintar, tapi aku percaya diri dan berani melakukan semua tantangan, berbeda dengan Seonho, dia tipikal pemalu dan penurut, dia juga setia sebagai sahabat dan sangat loyalitas dalam hal apapun.


Orangnya memang terlihat dingin dan datar dari luar, tapi sebenarnya dia sangat menyenangkan. Dia sangat menyayangi ayahnya, satu-satunya keluarga yang dia miliki, jika kamu ingin membuatnya berkesan lagi, dekati saja ayahnya, maka dia akan menjadi milikmu selamanya, haha!" ujar Seojun juga menjelaskan tentang Seonho dan hubungan mereka juga.


"Dia yang smart, dingin sangat cocok denganku yang biasa saja, tapi periang dan selalu bersemangat ini, begitu juga denganmu dan Somi! Dia yang smart, pintar sangat cocok denganmu yang biasa saja, haha!" sahut Ningsih sambil tertawa senang.


Seojun tersenyum kecut saat dibilang biasa saja, yah dan pada akhirnya dia mengakuinya juga, setelah itu ikut tertawa senang bersama si Ningsih.


Disalah satu pojok restoran itu, pria yang berstelan serba hitam dan memakai kacamata hitam juga, diam-diam mengambil beberapa gambar kebersamaan mereka dan bahkan merekam video pada momen-momen tertentu.

__ADS_1


"Haha! Photo dan video yang bagus untuk aku serahkan kepada tuan Jeong, haha.. Semoga saja aku mendapatkan bonus lebih dengan semua ini," ujar pria itu terlihat senang sekali.


Setelah makan dan berbincang sedikit, akhirnya Seojun dan Ningsih kembali lagi ke kantor. Seonho pun sudah kembali, dia nampak sibuk dimeja kerjanya.


"Makanlah, aku tau kamu pasti belum makan.." ujar Ningsih sambil memberikan seporsi chicken katsu untuknya.


Seonho menatap makanannya itu sambil menatap Ningsih, sudah lama sekali dia tak makan makanan seperti ini. Ini mengingatkannya pertama kali ayahnya mengajaknya ke restoran, dan membelikannya chicken katsu yang sampai sekarang menjadi favoritnya.


"Aku dengar dari Seojun, katanya kamu paling suka chicken katsu. Makanlah sebelum asam lambungmu naik, aku juga tau dari para karyawan jika kamu suka telat makan, jadi makanlah.." ujar Ningsih lagi.


Seonho tersenyum sambil menatap lembut wajah Ningsih yang nampak berseri-seri itu, dan dia pun menghentikan pekerjaannya, makan sambil ditemani Ningsih.


Sangat berbeda sekali dengan Sumiatun, gadis itu paling tak bisa menahan lapar. Jika perutnya minta diisi maka di segerakanlah, kalau tidak maag nya akan kambuh. Seojun sudah berniat romantis membawakan makanan untuknya, tapi gadis itu nampak begitu menikmati makan siang bersama rekan-rekannya yang lain.


"Oh, Sajangnim sudah pulang! Ayo bergabung dengan kami, makanlah.." ujar Sumiatun sambil menawarkan semangkok Jajangmyeon dan nasi mangkuk teriaki.


"Tidak usah, terima kasih! Aku sudah makan," sungut Seojun, sambil meletakkan makanannya itu diatas salah satu meja yang ada di sana.


"Kenapa dia?" tanya Sumiatun kebingungan melihat sikap Seojun mendadak murung.


"Mungkin dia kelelahan habis menemui klien kita yang baru," jawab salah satu rekannya itu.


"Sepertinya proyeknya gagal, kan kalian tahu kalau bos kita yang satu ini tak pandai berbicara ataupun bernegosiasi," sahut juga yang lainnya.


Sumiatun terdiam, dia sedikit merasa bersalah juga karena tak bisa menemaninya tadi. Mungkin masalah dipertemuan tadi gak membuahkan hasil.


"Ck! Apa yang aku harapkan dari mereka berdua, apa anak orang kaya semuanya sama seperti mereka?! Huft.." gumamnya sambil menghela nafas berat.


"Btw, bos bawa apaan yah? Kayaknya makanan, coba bawa kesini! Sepertinya dia membawakan kita makanan," ujar teman-temannya itu senang.


Dan benar saja, mereka menemukan beberapa menu makanan lezat di sana. Yang sebenarnya diperuntukkan untuk Sumiatun, akhirnya mereka semuanya yang makan, sedangkan Sumiatun sendiri diam-diam mengintip ke ruangan bosnya itu, dia penasaran apa yang terjadi.


...----------------...


Bersambung


Jangan lupa dukung terus karyaku yah, makasih All 😘🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2