
"Terus bagaimana dengan Seojun sekarang? Apa dia baik-baik saja?" tanya nyonya Park khawatir juga dia.
"Dia baik-baik saja, Nyonya.. Saat ini dia beristirahat dengan baik di apartemennya, orang itu masih ditahan di kantor polisi. Sebaiknya kita harus bagaimana?" tanya Seonho lagi.
"Aku akan mengurus seseorang untuk menyelidiki kasus ini, apa ada orang lain dibalik ini semua? Btw, kau tadi bilang orang itu sangat dekat rumah ini? Makanya kau pikir aku menyuruhnya menyusup kediaman puteraku sendiri?!" tanya ketua Park penasaran.
"Betul, Tuan.." jawab Seonho sambil melirik pak Jeong.
"Siapa dia?" tanya ketua Park lagi.
"Hwang, Tuan.. Salah satu asistennya pak Jeong," jawab langsung Seonho.
Membuat semua orang terkejut, termasuk pak Jeong sendiri. Dia pikir Seonho akan diam saja takkan berani berbicara tentang itu kepada ketua Park.
"Apa?!" tanya mereka semua.
"Aku memiliki buktinya secara langsung, dari Cctv kamera keamanan depan pintu tempat tinggal unitnya Seojun, karena kamera cctv di lorong sudah dihancurkan oleh pelaku. Dan ada juga beberapa cuplikan rekaman dimana aku juga mengejarnya.." ujar Seonho sambil menyerahkan file berisi rekaman cctv apartemen Seojun.
Asistennya ketua Park mengambilnya dan memasangkannya ke laptop miliknya, mereka semua yang ada di sana melihat kejadian itu didalam rekaman video cctv itu, termasuk video saat pelaku berada di ruangan security di apartemennya Seojun.
"Pak Jeong, apa kamu mengetahui ini semua?" tanya ketua Park sambil meliriknya tajam.
"Ini semua tanpa sepengetahuan saya, Tuan. Saya juga sama terkejutnya dengan yang lainnya.." jawab pak Jeong serius, dia nampak begitu khawatir sekali.
"Kenapa kamu diam saja saat Seonho menyebutkan nama asistenmu itu? Apa kamu tak menyangkal apa yang telah dia perbuat?" tanya nyonya Park sedikit geram saat melihatnya.
"Aku hanya syok saja, Nyonya.. Aku juga sangat terkejut mengapa dia melakukannya? Mungkin ada seseorang yang berani membayarnya untuk melakukan hal itu, atau memang ada seseorang yang sengaja membuat kehebohan untuk menjebak asisten saya atau mungkin.. Saya sendiri," ujar pak Jeong membela diri, memutarbalikan fakta.
__ADS_1
"Kita tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya, sebelum itu mari kita buktikan dengan semua kecurigaan kita dengan menanyakannya langsung. Jika dia memang dalam tekanan seseorang, maka kita akan tahu nantinya.." ujar ketua Park sambil menatap semua orang.
"Aku akan pergi ke kantor polisi setelah menghadiri rapat pagi ini, kalian pergilah dengan urusan dan kegiatan kalian masing-masing, tidak perlu khawatir, anak itu baik-baik saja.
Dan kau pak Jeong, tunggu saja di rumah jangan kemana-mana sebelum kasus ini diselesaikan! Seonho, ikut aku sebentar.." ujar ketua Park memberikan arahan kepada semua orang.
Setelah itu semuanya kembali dengan kegiatan masing-masing, kecuali ketua Park mengajak Seonho masuk kedalam ruang kerjanya, asistennya menunggu diluar. Pak Jeong jadi tak bisa mengintip ataupun menguping pembicaraan mereka.
Ketika dia ingin masuk ke ruangan samping, dia terkejut melihat ada nyonya Park di sana sambil meminum teh dan memeriksa beberapa fail ditangannya.
"Ada apa, Pak Jeong? Ada yang bisa saya bantu?" tanya nyonya Park kepadanya.
"Ah, tidak ada Nyonya! Maaf mengganggu," jawab pak Jeong sambil buru-buru keluar dari sana.
"Dia nampak mencurigakan, apa ini semua ada hubungannya dengan dirinya? Tapi mengapa? Bukankah dia begitu dekat dengan Seojun?" gumam nyonya Park menatap curiga kearah pak Jeong tadi.
"Apa kamu mengenal mereka cukup baik?" tanya ketua Park.
"Kami baru bertemu dan kenal dengan mereka beberapa minggu ini, Tuan.. Tapi hampir setiap hari kami bertemu dengan mereka, karena keduanya satu kampus dengan kami dan sekarang bekerja juga dengan kami, Tuan.." jawab Seonho jujur dan tetap tenang.
"Kalian sudah mengenal mereka dengan baik?" tanya lagi ketua Park.
"Kami cukup mengenal mereka dengan baik, Tuan.." jawab Seonho tetap tenang.
"Latar belakang, kehidupan asli mereka, bagaimana dengan keluarga mereka di negaranya? Mereka seperti apa? Dan lainnya?" tanya lagi ketua Park, dia belum puas dengan jawaban Seonho.
"Izinkan aku menjelaskan semuanya, Tuan.. Dan maaf jika nanti pembicaraan ini akan menimbulkan pro dan kontra bagi Tuan sendiri, pertama.. Mereka wanita baik-baik, para wanita pemberani, cerdas dan memiliki potensi yang baik untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan besar lainnya, itu sudah dibuktikan dengan nilai akademik mereka, juga hasil pekerjaan mereka selama ini di kantor.." jawab Seonho, meskipun sedikit melebih-lebihkan.
__ADS_1
"Kedua, mereka tidak hanya cantik dari wajah dan penampilan saja, tapi mereka memiliki attitude yang baik juga. Ini bisa dirasakan oleh beberapa orang yang tinggal dan hidup berdampingan dengan mereka.
Ketiga, tidak ada yang salah jika kita berhubungan dengan mereka, hanya karena kita berbeda kultur, budaya, kepercayaan dan negara, bukan berarti hubungan ini sesuatu yang buruk, banyak para selebritas dunia menjalin hubungan lintas budaya, lintas negara, semuanya baik-baik saja.
Ketiga, mereka tidak mengenal kami dari keluarga dengan level berbeda dengan mereka. Mereka awalnya mengingat kami hanya mahasiswa biasa dan tidak tahu siapa kami sebelumnya, apalagi saat itu Seojun juga bekerja sebagai pemagang biasa.
Keempat, mereka memiliki hati emas yang belum tentu dimiliki oleh setiap orang, apalagi seorang gadis. Biasanya para gadis akan menilai seorang pria dari segi penampilan dan juga keuangannya, tapi mereka tidak.
Contohnya gadis ini, namanya Ningsih tapi kami lebih suka memanggilnya Ning Ning, karena dia suka dipanggil dengan nama itu. Dia gadis yang cantik wajah juga sifatnya, dia terlahir sebagai chaebol (keluarga bangsawan/konglomerat) tapi dia tak memilih dalam pergaulan.
Dia tidak memandang dengan siapa dia bergaul, selagi dia orang yang baik dia akan berteman dengannya, temannya ini namanya Sumiatun alias Somi, dia membawanya ikut kuliah ke negara ini, dengan bantuan orang tuanya juga dirinya, temannya juga merasakan kebaikannya selama ini.
Dia gadis periang, cantik dan juga lucu. Dia bisa mengimbangi kami semuanya, dia meskipun kaya tak keberatan bekerja keras, padahal orang tuanya tiap bulan dan kadang tiap minggu mengiriminya uang, tapi dia tetap ingin bekerja, tinggal di apartemen sederhana dan hidup apa adanya, dia wanita yang hebat!" ujar Seonho menjelaskan semuanya, tapi ujung-ujungnya malah memuji Ningsih sendirian saja.
Dan itu malah memantapkan hati ketua Park untuk mendekatkan atau menjodohkan Seojun dengan Ningsih, bukan hanya proposal diatas meja saja yang mampu menyakinkan nya, tapi penjelasan Seonho sudah lebih dari cukup baginya, apalagi Seonho menjelaskannya dengan baik, bagi ketua Park, Seonho mungkin lebih mengenal putranya lebih baik dibandingkan dengan dirinya, maka dia pasti lebih tahu mana yang terbaik bagi putranya.
"Terima kasih penjelasannya, ini semakin memantapkan keyakinanku jika mereka memang sangat cocok, latar belakang mereka hampir mirip, ditambah lagi gadis ini sangat baik seperti istriku, dia merupakan calon yang pas untuknya.." ujar ketua Park tersenyum puas.
"Apa? Maksud Tuan apa? Maaf, aku tidak mengerti sama sekali.." tanya Seonho penasaran.
"Gadis ini, Ning Ning.. Menurutmu bagaimana, apakah dia cocok jika disandingkan dengan Seojun? Haha.. Aku tak bisa membayangkan akan berbesan dengan warga negara asing, aku juga sudah tak sabar ingin bertemu dengan orang tuanya, mungkin saja mereka memiliki bisnis yang bagus di negaranya? Kita bisa bekerja sama dengan baik kalau begitu, bukankah ini akan saling menguntungkan kedua belah pihak? Haha.." ujar ketua Park tertawa senang.
Kemudian dia pergi menuju kantornya dengan perasaan senang, meninggalkan Seonho sendirian di sana dengan perasaan syok saat mendengar pernyataan ketua Park itu.
...----------------...
Bersambung
__ADS_1