Sumiatun, Saranghae!

Sumiatun, Saranghae!
Bab 31 Kisah Dari Sebuah Pengkhianatan


__ADS_3

Akhirnya mereka sampai juga di kantor baru itu, Sumiatun dan Ningsih langsung menghirup udara dalam-dalam dan bersiap menaiki anak tangga itu sampai ke lantai tiga.


"Oke, Ning! Bekerjalah bagai kuda, semangat!" ujar Sumiatun memberinya semangat.


"Semangat!" teriak Ningsih juga.


Seonho dan Seojun menatap mereka bingung, mereka seolah akan melakukan pekerjaan berat saja, saat Sumiatun dan Ningsih hendak menuju anak tangga, tiba-tiba keduanya langsung ditarik tangannya oleh dua oppa-oppa itu.


"Mau kemana kalian?" cegah Seojun.


"Keataslah, ayo! Kita jangan membuang-buang waktu, ayo pekerjaan kita sudah menunggu dan pasti tak sedikit," ujar Sumiatun.


"Justru kalian akan membuang-buang waktu jika menaiki anak tangga seperti itu, udahlah badan capek terus membuang waktu juga!" sahut Seonho juga.


"Terus mau gimana lagi, dong? Terbang?!" tanya Ningsih gemes.


"Teknologi sudah canggih, apartemen kecil dan murah saja sekarang pakai lift apalagi sejenis kantor.. Ayo, kita naik lift aja!" jawab Seonho lagi.


Sumiatun dan Ningsih celingukan nyari tuh lift, ternyata ada disela antara dua tiang. Nyempil di sana sendirian.


"Pantesan gak keliatan di sana rupanya, emang muat? Kecil gitu!" tanya Sumiatun.


"Jangan liat dari luarnya, ayo kita masuk dan liat sendiri.." ajak Seojun sambil menarik tangannya.


Dan benar saja, pintu lift dengan satu daun pintu itu terbuka dan saat mereka masuk kedalam, suasananya sama seperti lift pada umumnya, luas dan lega. Malah sedikit lebih nyaman dibandingkan lift dari biasanya.


"Keren, dindingnya terbuat dari kaca semua, sehingga terlihat nampak lebih gede lagi, terus keamanannya juga bagus!" ujar Ningsih berdecak kagum.


"Kemarin kita kenapa gak naik lift saja? Kan capek naik turun lewat tangga!" sungut Sumiatun masih sedikit waras pikirannya dibandingkan Ningsih.


"Kemarin liftnya masih diservis, jadi belum bisa dipakai.." jawab Seojun.


"Ooh, kirain yang berdiri didepan lift kemarin lagi bersihin dinding, gak taunya lagi servis lift toh.." gumam Ningsih sambil manggut-manggut sendiri.


Ting!


Mereka sudah sampai dilantai dua, saat pintu terbuka terlihat pertama kali adalah koridor lantai itu terlihat bersih dan rapi, seperti suasana kantor pada umumnya.

__ADS_1


Kemudian Seonho dan Seojun membawa mereka kesalah satu ruangan yang sudah terbuka lebar, saat keduanya ikut masuk mereka dibuat kaget lagi. Karena mengira Seojun belum memiliki karyawan kecuali mereka bertiga, ternyata didalam sana sudah ada beberapa orang yang tengah duduk sambil mengerjakan tugas mereka, dan ada juga yang masih duduk bersantai sambil sarapan, karena memang jam kerja belum dimulai sebenarnya.


"Apa kita kemarin ke lantai dua juga, Sum?" tanya Ningsih sambil berbisik.


"Iya, tapi gak ada orang-orangnya, terus ruangannya gak serapi dan senyaman ini sih seingatku.." jawab Sumiatun berbisik juga.


"Ayo, akan aku kenalkan kalian berdua dengan mereka.." ujar Seonho pula.


Kemudian Sumiatun dan Ningsih dikenalkan sebagai sekretaris dan asistennya Seojun juga Seonho, otomatis keduanya kaget dong. Dikiranya pekerjaan mereka bakalan kayak Sumiatun sewaktu di perusahaan ayahnya Seojun.


"Apa kalian gak merasa rugi memperkerjakan kami dengan posisi seperti itu? Kami belum tau apa-apa, dan gak punya pengalaman juga?" tanya Ningsih tiba-tiba panik sendiri.


"Justru itu, jika terus bersama kami kalian bisa kami awasi dan pantau terus. Dan kami bisa memberitahukan kalian langsung, tentang semua pekerjaan ini.. Jika kalian bersama dengan yang lain kami malah takut kalian tak terbiasa, dan bikin kesalahan terus!


Setidaknya kami tau semua kekurangan dan kelebihan kalian, jadi bisa mengukur kemampuan kalian masing-masing, jika sama mereka kalian takkan sanggup mengimbanginya.." ujar Seojun menjelaskan semuanya.


"Jadi maksudnya kita-kita ini gak mampu bersaing dengan mereka? Enggak bisa mengimbangi kerja mereka yang palli-palli itu? Hem?!" tanya Sumiatun sambil melotot kearah Seojun.


"Gak, gak seperti itu maksudnya.." jawab Seojun langsung jiper duluan.


"Gak salah juga sih mereka nyangka kita kayak gitu.." sahut Ningsih pelan, lesu menyadari ketidakmampuan nya.


Kemudian Seojun dan Sumiatun membiarkan mereka berdua sendirian, biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri. Sekalian Seonho bisa ngajarin si Ningsih soal pekerjaannya, kebetulan lantai dua adalah tempat kerjanya si Seonho.


"Ayo kamu ikut denganku ke lantai tiga, aku juga mau ngenalin kamu ke para pegawai yang lainnya juga.." ujar Seojun.


Sumiatun udah lupa rasa keselnya dengan ucapannya si Seojun, sebenarnya dia juga menyadari kekurangannya, hanya saja gengsi mengakuinya.


Di lantai tiga juga sama suasananya, dan di sana Seojun hanya memiliki enam karyawan, lebih sedikit dibandingkan dengan di lantai dua, dilantai dua ada sekitar sepuluh orangan karyawannya.


Dia juga dikenalin sebagai sekretarisnya, kebetulan Seojun belum memiliki sekretaris juga. Dan bersyukurnya semua karyawan kagak ada yang julid dan tukang gosip seperti di kantor sebelumnya.


Hari ini mereka menjalani hari pertama bekerja dengan damai dan nyaman, tanpa gangguan ataupun kesulitan, karena mereka berdua dibawah pengawasan langsung oleh Seojun dan Seonho, jadi tidak canggung jika ingin bertanya dan belajar.


Di sisi lain, disebuah resort yang dibangun ditepi pantai, ada seorang pria cukup berumur sedang nampak menikmati keindahan pantai laut itu, kemudian dia menerima sebuah email dari laptopnya yang terletak disisi nakas samping tempatnya duduk bersantai.


Dia menerima beberapa laporan dari seseorang terkait dengan Sumiatun dan Ningsih bersama Seojun dan Seonho juga. Dia tersenyum licik sambil memperhatikan beberapa foto dan video mereka.

__ADS_1


"Nampaknya aku terlalu santai, sebaiknya aku memberikan sebuah kejutan lagi kepada pria tua itu! Anak manja ini mulai berulah, berani-beraninya dia membawa orang asing di kehidupannya, dan seorang anak yang dipungut dari tempat kumuh itu!


Anak itu harus aku beri pelajaran, agar dia sadar dimana posisinya saat ini. Tapi bagaimana caranya aku membuat keributan diantara mereka? Hem, aku tau...


Aku dengar kekasih Seonho seseorang dari keluarga kaya juga, apa sebaiknya mereka bertukar pasangan? Haha.. Lucu rasanya jika melihat mereka bertengkar hanya gara-gara wanita," ujar pria tua itu.


Triiing.. Triing!


Terdengar suara ponselnya berdering, pria tua itu langsung mengangkatnya dan mengubah suaranya dengan sedikit lebih tenang.


"Halo, Tuan?" sapanya.


"Aku masih berlibur saat ini, baiklah aku akan segera datang besok siang.. Tidak apa Tuan, tidak masalah.." ucapnya lagi menyahuti tuan besarnya itu.


Kemudian pria tua itu bangun dari tempat duduknya, dan berbalik menuju kamarnya. Pria tua itu adalah pak Jeong, ketua pelayan dan orang kepercayaan ketua Park juga orang-orang di rumah itu, termasuk juga Seojun begitu percaya dan sangat menyayanginya.


Kenapa pak Jeong melakukan semua kesalahpahaman diantara keluarga itu? Itu karena sebuah dendam pribadi, saat masih muda dia memiliki kekasih yaitu ibu kandungnya Seojun, tapi hubungan mereka kandas karena sang kekasih dijodohkan dengan seseorang yang derajatnya lebih tinggi dibandingkan dengannya, dan menyedihkannya orang itu adalah bosnya sendiri.


Ketua Park dan orang-orang disekitar mereka tak pernah mengetahui hubungan masa lalu mereka, dan sebenarnya mereka juga sudah sepakat untuk tidak membahas hubungan mereka lagi.


Tapi semenjak kejadian itu, pak Jeong langsung berubah, dia tak sengaja mendengar pertengkaran antara orang tuanya Seojun, dan melihat ibunya Seojun kena tampar ayahnya.


Semenjak kejadian saat itu pak Jeong mengajak ibunya Seojun pergi bersama, tapi rencananya gagal karena ibunya Seojun menolak, apalagi dia juga baru mengetahui jika dirinya sedang mengandung Seojun.


Saat itu juga pak Jeong begitu benci kepada mereka, dia menganggap ketua Park telah merenggut kebahagiaannya, dan Seojun menghentikan langkah ibunya untuk pergi bersamanya.


Dan dia memanfaatkan kedekatan ketua Park bersama sekretarisnya itu, untuk mendekati ibunya Seojun. Dia sudah tak peduli jika terus ditolak oleh ibunya Seojun. Dan pada tiba saatnya ibunya Seojun melihat ketua Park sedang berduaan dengan sekretarisnya di ruang kerja, dia menuduh mereka berselingkuh.


Pertengkaran hebat tak terelakan sampai ibunya Seojun pingsan karena mendadak kena serangan jantung.


Dan ayahnya Seojun terpaksa menikahi sekretarisnya karena sudah tersebar fitnah tentang mereka, ditambah lagi orang tua sekretarisnya datang karena hasutan pak Jeong, dan mengatakan jika putri mereka sudah mengandung padahal tidak sama sekali.


Dan pernikahan harus terjadi akibat sebuah kesalahpahaman, disaat itu Seojun masih kecil dan begitu dekat dengan pak Jeong, tak heran jika dia percaya semua ucapannya.


Dan mengakibatkan keretakan hubungan ayah dan anak itu, padahal ibu tirinya itu begitu baik dan ikhlas menerima semua perlakuan buruk terhadap dirinya.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung


Mohon dukungannya yah, jangan lupa like, hadiah dan vote nya 😍 terimakasih 😘🙏💓💓


__ADS_2