Sumiatun, Saranghae!

Sumiatun, Saranghae!
Bab 23 Aku Bukan Wanita Lemah!


__ADS_3

Malam harinya Ningsih di jemput sama Seonho, sedangkan Seojun dan Sumiatun sudah duluan sejak tadi sore. Pas pulang kerja, mereka lanjut bersama dengan yang lainnya menuju restoran, sedangkan Seonho pulang menuju apartemen untuk menjemput Ningsih.


Malam ini Ningsih begitu sangat manis sekali, dengan penampilan yang sangat sederhana dari biasanya tapi sangat cocok untuk tampilan malam ini. Seonho tanpa sadar tersenyum saat melihatnya, Ningsih tampak tersipu malu dibuatnya.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu? Apa ada yang aneh?" tanya Ningsih memecahkan lamunannya Seonho.


"Aku, kenapa? Biasa saja," jawab Seonho datar tapi tidak dengan ekspresinya, yang terlihat sumringah sekali.


"Haha, masa sih? Tapi dari tadi tersenyum terus.." ujar Ningsih malu-malu.


"Masa' sih?" tanya Seonho masih mengelak, tapi pas dia tak sengaja menghadap kearah kaca mobilnya, dia baru sadar kalau dari tadi nyengir mulu.


"Tidak apa, aku suka liat kamu tersenyum begitu.." ucap Ningsih jujur, tapi sukses bikin jantungnya Seonho dag-dig-dug serr.


"Iya, makasih.." jawabnya sok cool.


Sesampainya di restoran, semua orang menatap Ningsih dengan tatapan agak aneh, karena baru kali ini pak bos mereka membawa wanita di acara kantor. Biasanya, Seonho tak pernah membawa wanita kesetiap acara, dia bisanya menempel terus sama Seojun, kalau ada acara apapun pasti yang diajak Seojun.


Tak heran semua karyawan sudah mengenal Seojun sebagai sahabatnya, bukan pacar yah! Soalnya udah kayak saudara kembar lain ayah dan lain ibu aja. Maka ada juga bisik-bisik dari beberapa karyawan kalau Seojun diterima di perusahaan itu karena Seonho, sungguh fitnah yang kejam sekali, saudara!


Sumiatun dan Seojun yang gak tau apa-apa tentang rencananya Seonho untuk mengajak Ningsih, langsung keselek pas lagi minum, tiba-tiba saja ada Ningsih bersamanya.


"Pantesan gw pamit bakalan pulang telat, dia enjoy bae! Ternyata ini toh, dasar enceng gondok!" sungut Sumiatun, meskipun begitu dia senang melihat sahabatnya itu ada bersamanya juga.


"Ning, sst! Ning, sini.. Duduk deket gw.." bisik Sumiatun memanggil Ningsih.


"Maaf, siapa anda? Saya tak kenal tuh sama karyawan magang!" kata Ningsih sok cakep.


"Awas lu ye, gw tinggal baru nyaho lu! Belagu amat anaknya mister Smith William!" ujar Sumiatun kesel di kacangin sama Ningsih.


"Hehe.. Becanda, Sum! Galak amat lu, hehe!" sahut Ningsih sambil beralih tempat duduk kesamping Sumiatun.


"Ini kita makan gini doang nih, kimbap, sup kimchi, ada sup rumput laut juga, sama Jajangmyeon.. Kagak ada makanan lain apa?" tanya Ningsih penasaran, karena isi meja mereka beda sendiri sama yang lainnya.

__ADS_1


"Anggaran kantor gak cukup buat makan makanan mewah, Ning... Udah dimakan aja, mumpung makan gratis" jawab Sumiatun gak enak hati juga dia nya.


"Kalau gitu kenapa mereka semuanya pada barbeque an, terus kita kagak! Gw juga liat ada yang mesen makanan enak lainnya, terus kenapa lu duduk disini sendirian, kayak anak tiri bae lu! Untung gw mau ikut pas diajak Seonho, kalau kagak bisa-bisa lu jadi 'makhluk halus' tak terlihat!" ujar Ningsih nampak kesel banget, dia gak terima sahabatnya diperlakukan berbeda.


"Sini gw jelasin, pertama gw anak magang bagian dari office girl, gak mungkin juga gw gabung sama mereka, seharusnya gw juga punya acara sendiri sih sama rekan kerja gw satu tim, cuma yaaa... kagak ada acara makan-makan begono..


Kedua, gw muslim. Jadi gw gak bisa makan apa yang mereka makan, Ssam itu dari daging bebong, mereka juga minum-minuman keras semacam soju dan lainnya, itu udah jadi tradisinya. Gw kagak mungkin juga kan ikut-ikutan kayak gitu demi bisa bergaul sama seperti mereka, faham kan?" ujar Sumiatun menjelaskan semuanya.


"Kagak, gw tetap aja kagak terima, Sum! Dari rekan satu tim lu aja kagak welcome sama lu, apa lagi yang laiin.. Setidaknya jangan dibuat misah kayak gini juga kalee, lagian lu juga kenapa ikut acara beginian? Mending lu pulang aja, kita bisa bikin pesta sendiri di apartemen!" kata Ningsih gedeg banget.


"Terima kasih atas perhatiannya, wahai sahabat karibku yang semakin hari semakin cuantik baeee! Tapi thank you, mau gak mau gw ikut, sebagai anak magang yang baru, gw kudu manut apa kate bos, pokoknya!" sahut Sumiatun tetap pada pendiriannya.


"Iyeeee, serah lu dah! Dasar, budak korporat lu!" kata Ningsih gak tau lagi mau ngomong apa.


Sedangkan Seojun dan Seonho menemani beberapa atasan mereka untuk minum bersama, juga bersama beberapa karyawan yang lainnya juga. Kemudian mereka pamit mau pulang, mereka tak bisa minum banyak-banyak karena harus menyetir mobil sendiri.


"Somi sama Ning Ning dimana?!" tanya Seojun bingung tak mendapati keduanya di mejanya.


Sementara itu, Sumiatun dan Ningsih yang lagi di toilet gak sengaja ketemu sama beberapa karyawan wanita dari perusahaan yang sama dengan Sumiatun.


"Jadi, kalian berdua ini adalah dua wanita asing yang berusaha merayu karyawan lelaki di kantor kami? Ck, aku pikir kalian begitu cantiknya, ternyata tak seberapa cantik dibandingkan dengan kami!" ujar salah satu dari mereka.


"Iya, kami ini memang pacarnya, memangnya kenapa? Tidak suka, mau marah? Kecewa? Hah, maaf ya kalau ini mengecewakan kalian, tapi selera mereka bukan kalian, permisi!" ucap Ningsih langsung membalas perkataan mereka.


Sebelum jawabannya dibalas, mending dia dan Sumiatun kabur duluan, dia gak mau kayak di drakor-drakor jadi babak belur berantem kayak gitu.


"Lu emosian banget sih jadi orang!" kata Sumiatun khawatir, takut nanti mereka dikejar sama para karyawati perusahaannya itu.


"Gedeg gw, Sum! Gw bukan tipikal yang diem bae dihina, kagak terima gw!" ujar Ningsih masih kesel.


"Iya, ya... Sabar, hembuskan nafasnya pelan-pelan.. Tenangkan dirimu, wahai Maimunah!" ucap Sumiatun semakin membuat Ningsih kezel.


Sumiatun sangat tau karakternya si Ningsih yang temperamental, dan gampang banget tersulut emosinya. Gak heran dia paling gak suka dipojokin apalagi sampai dihina-hina, bukan dirinya banget.

__ADS_1


Berbeda sekali dengan Sumiatun, meskipun dia rada tomboi bukan berati dia tipikal gadis emosian, dia cenderung berpikir dulu sebelum mengambil keputusan. Sudah jadi didikannya babeh dan mak, kalau ada yang ngomong gak ngenakin, mending ditinggal pergi aja, kagak usah diladeni!


Mereka berjalan menuju tempat mereka tadi, saat ditengah jalan mereka kembali bertemu dengan karyawan lainnya, kali ini adalah karyawan lelaki, dan sepertinya mereka sedang mabuk.


"Hei, gadis cantik! Apa kalian berdua berkencan dengan bos kami dan anak magang itu?! Waah, hahaha... Kau sangat pandai memilih kekasih, bos kami itu si Seonho tak pernah membawa wanita selain si Seojun! Kau wanita yang pertama kali dibawa olehnya.


Kami pikir dulu mereka berkencan, tapi ternyata tidak. Apalagi Seojun si anak magang itu selalu menempel pada OG ini, haha! Kalian sangat cocok dan serasi sekali, yang satunya bodoh, dan satunya juga sama! Seojun, mentang-mentang dekat dengan bos, dia jadi seenaknya sendiri! Tidak pernah lembur, selalu pulang sore, dasar phaboya (bo/doh)!" ujar karyawan itu.


"Mwarago' (apa katamu)? Pha-phaboya? Kamu yang bodoh, dasar! Shiball (breng.sek)!" ujar Sumiatun gak terima Seojun dijelek-jelekkan kayak gitu.


Maka tak ada ampun baginya, habis tuh laki dihajar sama Sumiatun, si Ningsih gak tau mau gimana lagi, dia mau njerit takut ntar si Sumiatun dikeroyok massa, kagak jerit ntar tuh anak orang bisa koit dibuatnya, untung saja tidak lama kemudian ada beberapa karyawan yang datang melerainya.


"Sum! Apa-apaan sih lu, gak gitu juga kali caranya! Lu baru aja bilang sama gw buat sabar, eh gak taunya sama aja lu ama gw!" ujar Ningsih kesel gw dia, hampir aja jantungan dia karena ulah bar-bar si Sumiatun.


"Gw kagak bisa nahan diri, Ning! Dari tadi tuh mulutnye nyerocos bae, kagak bisa di rem!" sahut Sumiatun masih emosi.


"Masalahnya ini berimbas sama karir lu, Sumiatun Astuti! Lu kalau berantem mulut sih masih gak apa, lah ini! Abis tuh muka orang bonyok ama lu," ujar Ningsih gemes sama kelakuan sahabatnya itu.


"Biarin, jadiin itu sebagai pelajaran buatnya.." kata Sumiatun lagi.


Sementara itu, Seonho dan Seojun tampak menikmati pertunjukan yang dibuat oleh Sumiatun tadi, mereka melihat semua apa yang terjadi, untuk berjaga-jaga, Seonho meminta rekaman Cctv yang berada di sana sebagai alat bukti menjadi saksi kejadian yang sebenarnya.


Dan dipojokkan restoran itu, ada lelaki yang sedang mengintai mereka dan kembali merekam kejadian itu tadi. Lelaki yang sama mengintai mereka sejak di rumah aula tempat Sumiatun dan lainnya belajar.


"Wanita itu tanpa sadar mengakui hubungannya dengan tuan muda, sebelumnya juga tuan muda pernah mengakui hubungan mereka, sekarang wanita ini juga, hem... Apa aku harus melaporkannya juga kejadian yang sebenarnya?" gumam orang itu lagi.


Sementara itu, Ningsih dan Sumiatun berusaha melipir menjauhi tempat itu, takut diteriaki preman lagi! Mereka gak sengaja ketemu dengan karyawati di toilet tadi, wanita itu bersama temannya nampak ketakutan melihat Sumiatun.


"Kayaknya mereka juga lihat kelakuan lu tadi, mampus kan lu!" ujar Ningsih bikin Sumiatun makin keder bae!


...----------------...


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2