Sunny?

Sunny?
Nilam


__ADS_3

Saat mengobrol dengan aydan, tanpa terasa kami sudah dekat dengan gerbang sekolah.


" Zel, mumpung udah dekat gerbang, balapan yuk? Yang menang harus kasih hadiah." Usul aydan tiba-tiba. Mendengar kata 'hadiah' aku tentu tertantang.


" Hah? Oke! Siapa takut!" Jawabku antusias atas tantangannya.


" Oke, siap ya..1...2...go!" Ucap aydan yang langsung berlari dan mencuri start duluan sebelum hitungan ketiga.


"Dihh! Dasar aydan curang!" Umpatku kesal dan langsung mendadak lari mengejar aydan.


Kamipun berlari sekuat tenang dari dekat gerbang sampai selesai di lapangan bola basket sekolah. Tanpa diduga, aku berhasil menyusul aydan dan memenangkan balapan hari ini.


"Yes! Aku menang! Memang ya, kalau orang curang itu pasti tidak akan berhasil." Ucapku bangga dengan nada menyindir dan raut wajah menahan kesal.


" Huh! Iya iya, gue ngaku kalah karena curang! Nih hadiah loe!" Balas aydan sambil memberikanku sebuah permen lolipop yang cukup besar.


" Dih! Hadiahnya permen! Emangnya aku anak kecil." Gerutuku kepada aydan

__ADS_1


" Ya emang loe kayak anak kecil, hahaha." Balas aydan sambil tertawa dan meninggalkanku kearah kantin.


Akupun berjalan menaiki tangga menuju ke kelas untuk mengambil baju seragamku dan menggantinya di kamar mandi.


" Huahhh, zel, sorry banget gue ninggalin loe sendirian." Ucap rachel tiba-tiba sambil memelukku dan memasang wajah bersalah.


" Iya, tidak apa-apa kok, aku juga enggak jalan sendirian." Balasku spontan


" Hah? Maksud loe apa? Loe jadinya gerak jalan sama siapa habis gue tinggal?" Tanya rachel penasaran dan wajah curiga.


" Ehh..itu...enggak..jadi gimana hasil battle kamu sama shane?" Jawabku gugup dan coba mengalihkan pembicaraan.


" Hahaha, ya udah deh, ganti baju seragam yuk." Ucapku sambil menarik rachel untuk ganti baju.


Kamipun pergi ke kamar mandi untuk ganti baju dan kembali ke kelas untuk bersiap pulang lebih awal. Tapi, tiba-tiba Bu Evelin masuk ke kelas dan mengabarkan berita duka.


" Maaf ibu mengganggu jam pulang sekolah kalian, tapi ibu ingin memberitahukan kabar duka bahwa ayah dari teman kalian Sri meninggal dunia pagi ini, ibu minta perangkat kelas berangkat duluan ke rumah sri untuk melayat dan ibu akan menyusul setelah semua urusan kantor selesai." Jelas Bu Evelin dengan mimik wajah berduka dan berlalu meninggalkan kelas.

__ADS_1


" Azel, temenin gue yuk ikut melayat ke rumah Sri." Ucap Rachel sesaat setelah Bu Evelin keluar kelas yang kuterima dengan tanda anggukan.


setelah Bu Evelin keluar, rachelpun langsung meminta sumbangan kepada anak-anak di kelas untuk diberikan kepada sri dan keluarga.


Setelah semua uangnya terkumpul, siang itu, aku, rachel, nilam, shane dan aydan berangkat ke rumah sri di Kampung Blimbing dengan menggunakan angkot.


Sepanjang jalan terlihat sesekali nilam mengeluarkan air mata karena merasakan kesedihan yang menimpa teman ganknya sri. Saat itulah, sang playboy karbitan alias Shane mulai beraksi.


" Udah, jangan nangis, gue yakin Sri cewek kuat kok! Loe harus kuat demi bisa menghibur dia." Hibur shane sambil memberikan tissue hasil meminta punyaku dan memberikannya ke nilam.


" Ya, makasih ya shane." Balas Nilam dengan senyum kecilnya.


" Cih! Dasar playboy karbitan!" Gerutu rachel setengah berbisik.


" Huss! Jangan gitu hel." Ucapku setengah berbisik sambil menyenggol sikutnya.


Ya, memang nilam itu termasuk primadona kelas, wajahnya yang oriental dengan hidung mancung, mata sipit, kulit putih bersih dan rambut ikal pendek mampu memikat siapa saja termasuk shane.

__ADS_1


Seantero kelas juga tahu, sudah lama shane mencoba PDKT dengan nilam dan sepertinya nilampun menanggapi shane.


Sekitar 15 menit naik angkot ke arah rumah Sri di kampung Blimbing, kami akhirnya tiba. Rumahnya sudah ramai dikunjungi oleh para pelayat.


__ADS_2