Sunny?

Sunny?
Perjamuan Makan


__ADS_3

Hari ini hari yang ditunggu-tunggu anak-anak kelas 8A termasuk aku karena nanti siang kami akan ada acara makan-makan dirumah Bu Evelin. Perangkat kelas sudah membooking 1 angkot untuk mengantarkan kami ke rumah Bu Evelin.


" Huah, gue penasaran banget bakalan seseru apa acara makan-makan nanti, kalau loe gimana zel?" Tanya Rachel antusias di sela-sela pelajaran.


" Ya, aku juga penasaran banget makanan apa aja yang nanti disediakan." Jawabku sambil menahan lapar


" Ahh, loe tuh ya zel, makanan mulu yang dipikirin." Ucap Rachel menahan sebal


" Ya tidak apa-apa, dapat makanan gratis itu kebahagiaan tersendiri buat aku, hehe." Balasku sedikit tertawa


" Huhhh, dasar loe zel! tambah gendut baru tahu rasa." Ucap Rachel dengan senyum jahil


Tak terasa waktu pelajaran hari ini cepat berlalu, sekarang semua anak kelas bersiap ke angkot untuk berangkat ke rumah Bu Evelin. Rachel terlihat tergesa-gesa membereskan tasnya.


" Zel, gue duluan ya ke angkot, gue mesti ngoordinir anak-anak ke angkot, loe cepetan nyusul ya, kalau enggak nanti dapat kursi yang kurang nyaman." Jelas Rachel sebelum bergegas meninggalkan kelas bareng Shane


" Zel, ayo buruan, udah selesai belum nyatet materinya?" Tanya Elvira yang sedang menungguku bareng Shafira.


" Duh, belum nih, sedikit lagi, kalian duluan saja deh ke angkot, kalian kan gampang mabuk kalau duduk di kursi belakang," nasehatku sambil terus mencatat.


" Iya juga sih, ya udah kita duluan ya, loe cepetan nyusul ya!" Ucap Elvira sebelum pergi bareng Shafira menuju angkot.


Akupun segera menyelesaikan catatan materiku, membereskan tas dan segera berlari ke arah angkot. Di depan pintu angkot, terlihat angkot sudah hampir penuh. Rachel duduk di samping supir bareng Nilam dan Shane. Di belakangnya, ada Elvira dan Shafira.

__ADS_1


Tinggal sisa 1 kursi kosong di samping Aydan


" Zel, duduk sini! tinggal kursi ini aja yang kosong." Ucap aydan penuh semangat


Aku tahu pasti akan seperti apa hatiku kalau sampai duduk bareng Aydan. Akhirnya, aku memutuskan hal bodoh.


" Milea, aku boleh duduk disini tidak? aku lebih nyaman di kursi single, takut mabuk, kamu mau pindah sama Aydan tidak?" Tanyaku penuh keyakinan


" Oh gitu, oke gue mau." Jawab Milea semangat dan tersenyum bahagia.


Tak aku hiraukan raut wajah menahan kesal Aydan atas apa yang kulakukan, aku tetap harus menjaga hatiku agar rasa cinta ini tidak semakin dalam dan menggebu.


Sekitar 1 jam perjalanan dari sekolah, kami tiba di rumah Bu Evelin. Rumah yang cukup besar berwarna hijau dengan halaman yang cukup luas.


Acara dimulai dengan pidato dari Bu Evelin, berdoa bersama demi kemajuan kelas 8A dan makan-makan. Aku sudah tidak sabar mencicipi makanan yang tersaji prasmanan di halaman tak jauh dari Panggung mini dengan alat karaoke lengkap untuk bernyanyi.


Setelah mengambil makan dari prasmanan, akupun duduk di sebelah kanan Rachel yang sudah bersebelahan dengan Shane yang dikirinya duduk Aydan. Ketika kami sedang asyik menikmati makanan. Bu Evelin maju keatas panggung mini.


" Tes..Tes, oke, biar acara ini makin seru, ibu akan bikin tantangan, siapapun yang berani maju duluan untuk bernyanyi duet, boleh memilih anak yang duet selanjutnya, dan anak-anak itu wajib maju dan bernyanyi bersama, kalau tidak mau, mereka akan dihukum membersihkan kelas selama 3 hari, gimana setuju?" Usul Bu Evelin mendadak


" Asyik, setujuuu Bu!" jawab anak kelas 8A kompak dan sangat antusias.


" Oke, kalau begitu siapa yang berani maju duluan?" Tanya Bu Evelin antusias

__ADS_1


" Kami Bu!" Teriak Shane dan Rachel sambil mengangkat tangan mereka


" Wah Wah, Pak Ketua dan Bu Bendahara ternyata, kalian mau nyanyi lagu apa?" Tanya Bu Evelin semangat


" Kita Selamanya dari Bondan." Jawab Rachel dan Shane kompak dan langsung berjalan menuju panggung. Tinggalah aku yang canggung duduk bersebelahan dengan Aydan


" Wah, ternyata makan loe banyak juga ya, tapi kok enggak gendut ya,apa karena loe jangkung ya." Ucap Aydan membuka percakapan


" Ahh,, Ehm,, iya." Jawabku gugup sambil menatap aksi duet Shane dan Rachel di panggung yang dikerumuni anak-anak kelas yang asyik mendengar suara indah mereka.


" Zelek, sejak hari terakhir ujian itu, kok kayaknya loe ngehindarin gue ya? apa gue punya salah sama loe?" Tanya Aydan mendadak serius.


" Hah? eng..enggak kok! kamu tidak punya salah apa-apa ke aku. Aku juga tidak menghindari kamu kok, mungkin karena lagi PMS kali ya jadi aku sedikit sensi, hehe." Jawabku coba senatural mungkin sambil menahan debaran hatiku yang tak karuan


" Ah, syukur deh kalau gitu, lega banget gue dengernya." Ucap Aydan dengan senyum lega


Kami hanya terdiam sampai terdengar suara tepukan anak-anak pertanda duet maut Shane dan Rachel berakhir spektakuler.


" Wah wah, ibu tidak sangka suara kalian bagus sekali, jadi kalian mau pilih siapa buat maju berikutnya?" Tanya Bu Evelin penasaran


" Kita pilih..... Aydan dan Azelia buat maju!" Teriak Shane dan Rachel sambil tersenyum jahil ke arahku dan Aydan.


" APAA??" Teriakku dan Aydan shock atas kejahilan mereka.

__ADS_1


__ADS_2