Sunny?

Sunny?
Radio Galaxy


__ADS_3

" Ada yang bisa kakak bantu?" Tanya kakak resepsionis di ruang tamu radio ramah


" Ehmm, itu, kami teman sekelasnya Nilam, boleh tidak kami lihat proses siaran langsung?" Tanya Shane ragu-ragu


" Oh, kalian temannya Nilam adiknya Nino ya, boleh, tapi kalian hanya bisa lihat dari luar studio siaran ya dan jangan berisik." Jawabnya dengan senyum ramah


" Wah, baik kak, kami janji gak akan berisik." Balas Shane dengan raut wajah lega


Kamipun dengan antusiasnya mengikuti kakak cantik yang bernama Sheila itu menuju studio siaran radio Galaxy. Terlihat ada seorang penyiar ganteng yang sedang membuka sesi siaran dan di dekatnya terlihat sekumpulan anak band dengan 2 vokalis 1 cewek dan 1 cowok sedang bersiap tampil.


Kamipun duduk di luar studio sambil memperhatikan bagaimana siaran radio Galaxy biasanya berlangsung. Terdengar suara aba-aba, 1...2...3...


" Oke, selamat sore Galaxy Lovers semuanya, kembali lagi sama gue si tampan Nino Ferdian di 105.6 fm, gimana kabar kalian? hari ini kita kedatangan performer spesial Kangen Band dengan hits baru mereka berjudul " Cinta yang Sempurna" enjoy!" Ucap Kak Nino penuh semangat


** Seperti bintang di langit, begitu cinta kita, takkan pernah binasa meski terhapus masa...Terimakasih Tuhan kau telah sempurnakan...telah Engkau ciptakan..dia untuk diriku...**

__ADS_1


Sepanjang penampilan band itu, aku sangat menikmati lirik dan musiknya yang asyik didengar. Kulihat Rachel sudah sumringah mendengarkan lagu band itu, Shane fokus mendengarkan lagu dan sesekali ikut bernyanyi lirih dan Aydan terlihat sangat fokus menikmati setiap penampilan band itu dengan raut wajah penuh kekaguman.


" Aku yakin, jika kalian terus latihan , band kalian juga suatu saat pasti bisa berada di posisi itu, semangat terus ya!" Ucapku menunjuk posisi Kangen Band sebelum menatap aydan penuh keyakinan.


" Makasih ya zel atas dukungan loe," Balas Aydan yang balik menatapku dan tersenyum


Entah kenapa saat mata kami bertatapan, seakan waktu berhenti dan hanya ada suara detak jantungku yang tak karuan sampai suara Rachel memecah tatapan kami


" Ya, gue juga yakin, suara abang gue ini gak kalah bagus sama 2 vokalis Kangen Band itu!" celetuk Rachel sambil menyenggol lengan Shane tanda dukungan


Setelah puas menyaksikan proses siaran Kak Nino selama 30 menit, kami memutuskan pulang setelah berterimakasih atas kesempatan yang diberikan kepada kak Sheila dan pamit karena takut kemaleman.


Tak butuh waktu lama untuk dapat angkot, aku duduk bareng Aydan di belakang karena Rachel duduk dengan Shane untuk ngobrolin pertandingan club sepakbola favorit mereka Barcelona. Kucoba sebiasa mungkin dengan Aydan agar dia tak tahu isi hatiku sebenarnya


" Aku rasa, suatu saat Kangen Band akan jadi band besar, musiknya enak didengar dan liriknya juga dalam banget." Ucapku sebiasa mungkin layaknya teman

__ADS_1


" Ya bener banget, apalagi drummernya, keren bisa main sesantai itu tetapi tetap on beat, gue harap bisa seperti itu." Balas Aydan


" Aku yakin kamu pasti bisa." Jawabku penuh keyakinan atas kemampuan Aydan


" Haha apa loe gak terlalu meninggikan kemampuan gue ya, padahal lihat permainan drum gue juga belum pernah." Ucap Aydan


" Walaupun belum pernah, aku yakin rasa cintamu pada drum begitu besar, aku tahu dari tatapan matamu tiap membahas musik dan drum yang berapi-api, itu modal untuk terus mengasah kemampuan drum kamu." Ucapku sok tahu tetapi penuh kejujuran


" Wow, gue gak nyangka segitu perhatiannya loe sama gue, makasih ya udah selalu nyemangatin gue." Ucap Aydan dan tersenyum dengan tulus


" ahh iya, santai aja, itu kan gunanya teman," Ucapku sebiasa mungkin agar tidak salting


" Hehe iya loe emang teman terbaik gue," balas Aydan dengan santainya


Aku senang Aydan sesuai dengan keinginanku yang hanya menganggap hubungan kami sebatas teman tapi disisi lain hatiku tak bisa berbohong, ada perasaan sakit yang menjalar saat kata 'teman' keluar dari mulut Aydan langsung

__ADS_1


__ADS_2