Sunny?

Sunny?
Obrolan Pagi


__ADS_3

Pagi hari yang tenang, aku dan rachel sudah duduk di kelas lebih awal karena ada PR Matematika yang perlu didiskusikan. Tidak biasanya, Shane dan Aydan datang lebih pagi.


" Akhirnya, nilam mau nerima gue jadi pacarnya!" Teriak Shane tiba-tiba kepada kami dengan raut wajah penuh kegembiraan.


" Hah? iya selamat deh ya." Ucap rachel acuh dan kembali menggeluti rumus-rumus


" Dih, kok cuma gitu doang responnya." Balas Shane sedikit kecewa.


" Lah, terus?" Ucap Rachel bingung


" Tahu ah!" Balas Shane dengan wajah cemberut.


" Lagian, gue heran kok dia mau ya sama playboy karbitan kayak loe." Ucap Rachel dengan senyum mengejeknya.


" Hahaha tahu tuh! gue juga bingung." Timpal Aydan sambil tertawa.


" Dih! kalian nyebelin! ya jelas karena gue ganteng." Jawabnya lantang dan penuh percaya diri.


Rachel dan Aydan hampir mau muntah mendengar kenarsisan Shane. Aku hanya terus mengerjakan rumus matematika sambil tetap mendengarkan ocehan mereka bertiga.


" Lagian gue penasaran deh, sebenarnya apa sih yang bikin loe sesuka itu sama nilam?" Tanya Rachel penasaran

__ADS_1


" Ya karena Nilam cewek yang baik dan yang paling penting dia cantik banget." Jawab Shane dengan polosnya.


" Hah? cuma karena itu? setahu gue di dalam hubungan cinta yang terpenting itu rasa nyaman." Ucap Rachel agak kesal dengan jawaban Shane.


" Ahh masa sih." Ucap Shane meremehkan.


" Kalau menurut loe gimana zel?" Tanya Rachel tiba-tiba kepadaku yang sibuk dengan rumus.


" Ehh, soal apa?" Jawabku bingung


" Soal Cinta zel." Balas Rachel agak kesal


" Ehmmm, aku enggak tahu." Jawabku polos.


" Ahh, kamu mengerti aku banget deh." Ucapku membalas ledekannya.


Memang benar yang dibilang aydan, saat ini yang ada dipikiranku hanya bagaimana bisa bersaing di kelas unggulan dan tetap mendapatkan nilai terbaik.


Apalagi minggu depan, ujian semester awal akan dimulai. Tak ada pikiran sama sekali soal cinta-cintaan dan aku harap akan terus seperti ini sampai kelulusan.


" Kalau gitu, menurut loe gimana soal cinta?" Tanya rachel kepada Aydan

__ADS_1


" Cinta itu membawa kebahagiaan dan kesedihan sekaligus." Jawab Aydan dengan pikiran entah kemana dan senyum getir.


Entah kenapa saat itu aku merasa bahwa aydan memendam kesedihan saat menjawab pertanyaan dari rachel.


" Udah ah! gue kan cuma mau kasih kabar gembira, kenapa malah jadi galau-galauan gini deh." Ucap Shane memecah keheningan diantara kami dan menarik aydan kembali ke tempat duduk mereka karena sebentar lagi bel masuk.


** Bel Masuk Berbunyi**


" Selamat pagi anak-anak, masih tetap semangat belajar kan? Ingat minggu depan sudah ujian semester awal." Tanya Bu Evelin sebelum memulai pelajaran.


" Masih bu." Jawab anak-anak serentak


" Oke, biar kalian lebih semangat lagi saat ujian, ibu ada pengumuman, jika saat ujian semester awal ini rata-rata nilai rapor kalian bagus, ibu akan buat jamuan makan sederhana di rumah ibu untuk kalian."Jelas Bu Evelin dengan senyum ramahnya.


" Horee...Ibu memang the best!" Teriak kami gembira atas tawaran Bu Evelin.


" Okay, hari ini kita akan mempelajari unsur-unsur intrinsik dalam drama dan di akhir nanti akan ada tugas kelompok ." Jelas Bu Evelin


Bu Evelin menjelaskan materi pelajaran bahasa indonesia itu dengan mudah dipahami seperti biasanya. Setelah selesai, Bu Evelin mengambil buku Absen untuk memilih kelompok secara acak.


" Oke, untuk kelompok pertama Azelia dan Aydan." Ucap Bu Evelin mengagetkanku dan terus membagikan tiap kelompok berisi 2 orang. Selain kami, Rachelpun sekelompok dengan Shane dalam tugas ini.

__ADS_1


" Jadi, tugas kalian adalah membuat rangkuman unsur-unsur intrinsik sebuah film, tema filmnya bebas." Jelas Bu Evelin sebelum menutup pelajaran dan keluar kelas.


__ADS_2