
1 minggu waktu libur yang diberikan sebelum pembagian raport kuhabiskan dengan perasaan deg-degan...bukan hanya deg-degan menunggu hasil nilai-nilai di ujian semester kali ini, tetapi juga deg-degan tentang benarkah perasaanku kepada aydan itu cinta.
Entah yang orang bilang cinta pertama lah, cinta monyetlah, apapun itu. Aku sungguh penasaran benarkah perasaanku ini cinta atau hanya efek kebanyakan nonton film Candy yang sedang hits.
Tanpa terasa seminggupun berlalu, kini aku bersama ibuku pergi ke sekolah untuk menghadiri pembagian raport. Sejujurnya ada rasa lega karena di ruangan kelas tidak hanya ada teman sekelas tetapi juga para wali murid sehingga peluangku untuk berbicara dengan aydan juga semakin kecil.
* Bel kelaspun berbunyi *
Murid dan Wali Murid sudah duduk rapi sambil menunggu pembagian raport semester 1. Tak lama, Bu Evelin memasuki ruangan kelas sambil membawa tumpukan buku raport berwarna biru.
" Selamat Pagi, anak-anak dan para wali murid kelas 8A yang saya hormati, terimakasih atas waktunya menghadiri pembagian raport hari ini, saya akan mulai membagikan raport dari 10 besar kelas dahulu dan seterusnya." Jelas Bu Evelin dengan senyum sumringah.
Akupun merasa dag dig dug menanti pembagian raportku mengingat waktu kelas 1 aku peringkat 1 di kelas.
" Oke, untuk peringkat 1 di kelas 8A adalah Mayang, selamat!" ucap Bu Evelin antusias
Mayangpun terlihat bangga saat maju ke depan kelas bersama ibunya.
" Oke, mungkin kali ini aku peringkat 2." Gumamku dalam hati meski kecewa
" Baik, untuk peringkat 2 di kelas 8A adalah Milea, Selamat!" Ucap Bu Evelin tetap antusias
__ADS_1
" Oke, tenang tenang masih ada peringkat 3." Gumamku dalam hati menenangkan diri
" Selanjutnya, peringkat 3 kelas 8A adalah Nirmala, selamat untuk 3 besar kelas 8A, beri tepuk tangan." Ucap Bu Evelin antusias sambil bertepuk tangan
" Apa? aku tidak masuk 3 besar?" gumamku kecewa dalam hati atas kenyataan ini
Bu Evelinpun terus melanjutkan membagikan raport hingga akhirnya namaku disebut
" Baik, untuk peringkat ke 5 kelas 8A adalah Azelia, selamat!" Ucap Bu Evelin tak kalah antusiasnya dengan sebelumnya.
Akupun maju ke depan kelas dengan tersenyum terpaksa bersama ibuku untuk mengambil raport.
Setelah sesi pembagian raport selesai, para wali muridpun diminta menunggu diluar karena Bu Evelin akan memberikan pengumuman terlebih dahulu kepada murid kelas 8A.
" Selamat kepada murid-murid yang berhasil masuk ke dalam 10 besar! pertahankan dan tingkatkan terus nilai kalian, kalian hebat! tapi untuk yang belum berhasil, jangan patah semangat! belajarlah terus! masih ada kesempatan di semester 2!" Ucap Bu Evelin memberi semangat
" Siap Bu!" jawab anak-anak serentak
" Sejujurnya, Ibu sangat bangga kepada kalian! nilai rata-rata kalian sudah bagus, jadi sesuai janji ibu, besok kalian cukup belajar setengah hari dan sisanya makan sederhana di rumah ibu, ibu juga sudah dapat izin dari Pak Kepala Sekolah." Ucap Bu Evelin penuh semangat
" Horeee....We Love You Bu!" Teriak anak kelas 8A riang gembira
__ADS_1
Setelah itu, Bu Evelin langsung menutup acara pembagian raport di kelas dan meninggalkan kelas. Akupun bersiap keluar kelas sampai ada yang menepuk pundakku.
" Hei zel, gila hebat loe bisa dapat peringkat 5! selamat ya!" Ucap Rachel antusias sambil menghampiriku.
" Hebat? makasih, selamat juga kamu dapat peringkat 10," Jawabku mencoba tersenyum
" hehehe, ya lumayan lah peringkat 10 daripada enggak sama sekali." Ucap rachel yang diiringi tawa bahagianya
" Zelek! wih keren nih partner in crime gue dapat peringkat 5!" teriak Aydan dari jauh dan berjalan menghampiriku dan rachel.
" Cieee, partner nih ye...." Timpal rachel dengan senyum jahilnya.
" Apaan sih loe hel! Selamat ya zel!" Ucap Aydan dengan senyuman manis sambil mengulurkan tangannya.
" ahh, eehh, ii...iya..makasih!" jawabku singkat sambil berjalan cepat meninggalkan mereka berdua setelah berjabatan tangan dengan aydan.
" Zel...Zel sadar dong! nilai kamu itu anjlok! bukan saatnya buat cinta-cintaan seperti ini, cukup fokus belajar aja!" gumamku dalam hati dan terus meyakinkan diri.
Tapi apalah daya, perasaan memang tak bisa dibohongi, saat melihat senyum aydan dan menjabat tangannya, hatiku tak henti-hentinya berdebar tak karuan dan wajahku mendadak bersemu merah.
Tapi, apapun itu, aku akan terus meyakinkan diriku untuk melupakan perasaan ini dan hanya fokus untuk belajar dan meraih impianku walaupun hatiku tak bisa bohong
__ADS_1