
Shane dan Rachel yang sama-sama emosi memutuskan melakukan battle di timezone untuk pembuktian siapa yang cupu sebenarnya. Aku dan Aydan hanya bisa jadi supporter mereka.
"Ok, game pertama kita mulai dari ini aja, gimana cel?" Usul Shane sambil menunjuk game lempar bola basket.
"Hah? Basket? Oke siapa takut!" Balas rachel penuh semangat.
Merekapun mulai bermain game lempar bola dan hasilnya tanpa diduga rachel menang!
"Wah hel ternyata kamu bisa main basket?" Tanyaku yang kaget atas kemenangan rachel
" Iya nih! Masa sih boncel kayak loe bisa main basket!" Balas shane yang tak percaya dikalahkan atas salah satu olahraga kesukaannya.
"Haha kalian jangan salah! gini-gini gue udah hobi main basket sejak masih SD." Jawab rachel penuh kebanggaan.
" Oke, kali ini giliran gue yang nantangin loe game ini." Tantang rachel kepada shane sambil menunjuk game adu tembakan
" Haha ok, gue terima tantangan loe!" Balas shane penuh percaya diri
Merekapun bermain adu tembakan sedangkan aku dan aydan memperhatikan layar game masing-masing dengan seksama dan hasilnya kali ini shane yang menang
" Huh kalah gue! Jago juga loe nembak zombienya." Ucap rachel mengakui kekalahannya
" Hahaha, loe salah nantangin orang! Shane mah jagonya tembak menembak! Apalagi nembak cewek." Celoteh aydan diiringi tawa jahilnya.
" Haha, loe emang sohib gue bro! Paling mengerti gue deh!" Balas shane sambil tos dengan aydan
" Ok, dari 2 game sebelumnya, score kalian 1-1 jadi butuh game penentuan, gimana kalau kalian coba game ini?" Tawarku sambil berperan layaknya wasit dan menunjuk game palu tikus
" Oke!" Teriak shane dan rachel bareng yang menerima tawaranku.
Merekapun mulai memukul tikus demi tikus yang keluar dari lubang sekuat dan secepat mungkin.
Kali ini rachel berhasil memukul lebih banyak tikus daripada shane dan bersiap mengumumkan kemenangan tapi tidak jadi karena shane tidak terima atas hasilnya dan mengajukan tantangan terakhir.
" Gak, gue gak terima kekalahan ini, gue tantang loe tanding di game terakhir ini!" Protes shane sambil menunjuk ke arah kotak karaoke.
" Ok, gue terima tantangan terakhir loe ini! Yuk zel masuk!" Ucap rachel yakin sambil mengajakku ke dalam kotak karaoke tapi aku menolaknya
__ADS_1
" Enggak deh hel, kalian aja yang masuk, aku tunggu di kursi ini aja ya? Capek." Ucapku sambil sorry ke rachel.
Untungnya rachel dan shane setuju masuk sendiri ke dalam kotak karaoke untuk menyelesaikan urusan mereka.
Aku memilih duduk dikursi dekat pintu masuk timezone untuk menunggu mereka sambil membaca novel favoritku.
Tiba-tiba aku merasakan ada benda dingin di pipiku.
" Ini buat loe! Loe suka ice cream strawberry kan?" Ucap aydan yang tiba-tiba memberikanku sebuah ice cream.
" Enggak usah! Makasih." Balasku singkat sambil menolak ice cream dari aydan.
" Zel, jujur deh, loe masih benci sama gue karena kejadian waktu kelas 1 itu kan? Tanya aydan penuh kesungguhan dengan raut wajah bersalah.
" Ya, kamu itu jahat!" Jawabku jujur atas kejadian yang menimpaku di kelas 1
" Azelia, please maafin gue, gue nyesel udah melakukan itu ke loe! Dulu gue terpaksa melakukannya karena gak mau dianggap penghianat sama shane, dia itu udah lebih dari sahabat, dia sudah seperti saudara bagi gue." Ucap aydan panjang lebar menjelaskan.
" Kamu sungguh-sungguh menyesal dan tulus meminta maaf?" Tanyaku kepada aydan
" Oke, aku maafin kamu dan jangan pernah melakukan lagi hal seperti itu." Jawabku merelakan semua yang terjadi dulu.
" Makasih banyak zel, mulai detik ini kita berteman lagi kan?" Tanya aydan penasaran.
Aku hanya menjawabnya dengan anggukan dan langsung mengambil ice cream strawberry yang diberikan aydan.
"Haha diambil juga ice creamnya, kirain gak mau, dasar anak kecil." Ucap aydan dengan raut wajah meledek sambil mengacak-acak rambutku. Aku hanya membalasnya dengan tawa kecil.
" Loe lagi baca buku apa sih dari tadi? kayaknya serius banget?" tanya aydan spontan karena penasaran.
"Oh, ini novel Laskar Pelangi karya Andre Hirata, bagus banget!" jawabku dengan penuh senyum.
Saat kami asyik mengobrol, dari kotak karaoke terdengar suara shane mulai bernyanyi.
" Wow! Aku enggak menyangka ternyata suara shane bagus banget saat bernyanyi." Gumamku heran dan tak percaya atas apa yang kudengar.
"Haha ya iyalah bagus, shane itu kan gitaris sekaligus vokalis band." Ucap aydan menanggapi keherananku.
__ADS_1
" Hah? Serius kamu? Band apa?" Tanyaku penuh penasaran
" Iya, nama bandnya The Jungle Band." Jawab aydan singkat dan mulailah giliran rachel yang bernyanyi.
Aku juga tak menyangka suara rachel tak kalah bagusnya dari shane. Akhirnya mereka wajah tidak puas.
" Jadi gimana hasil pertandingan kalian yang terakhir?" Tanyaku penasaran kepada rachel
" Skor nyanyian shane 9 dan skor nyanyianku 8." Jawab rachel lemas atas kekalahannya.
" Huh! Ya walaupun di game akhir gue yang menang tetap aja hasil akhirnya kita seri 2-2!" Gerutu Shane dengan wajah tidak puas
" Ehm, ya lain kali kalian tanding aja lagi, tapi sekarang sudah mau maghrib, aku takut dimarahin ibuku kalau pulang kemalaman." Ucapku sambil terus melihat jam tanganku
" Ya udah, kita pulang aja sekarang, kasihan azelia kalau sampai dimarahin." Usul aydan yang disetujui oleh shane dan rachel.
Akhirnya kami berempat berjalan ke luar mall dan menunggu datangnya angkot yang menuju ke arah rumah kami. Tak lama, datang angkot yang kami tunggu dan sudah hampir penuh.
Tersisa 4 kursi dengan 2 belakang dan 2 depan. Shane dan Rachel duduk berdua di belakang. Aku dan aydan duduk di depan mereka.
" Eh pak ketua! Besok jangan lupa datang lebih pagi ya! Kita harus mulai menghias kelas." Ucap rachel mengingatkan shane dengan tegas.
" Iya iya, dasar boncel bawel!" Balas Shane malas-malasan. Setelah itu, mereka mulai berantem kecil lagi.
Sementara aku duduk sambil mendengarkan lagu kesukaanku dan band favoritku yang diputar di dalam angkot sambil bergumam-gumam kecil tanpa sadar disampinguku ada aydan.
*** Betapa aku mencintaimu.. dengan sepenuh hatiku..betapa aku menyayangimu lebih dari yang kau tahu...aku kan selalu ada di dekatmu..aku kan selalu menemani harimu..kau harus tahu.. betapa aku mencintaimu..***
" Zel, kamu suka sama band ini?" Tanya aydan tiba-tiba yang membuatku berhenti bergumam.
" Ahh..ehh..iya...maksud kamu vagetoz band ini?" Jawabku salting karena baru sadar sudah bergumam-gumam sendiri dan dibalas anggukan oleh aydan.
" Iya, aku suka banget sama band ini, walaupun mereka band baru tapi lagunya bagus-bagus semua." Celotehku penuh semangat saat membahas Vagetoz.
" Haha ternyata kamu bisa juga sesemangat ini bahas hal diluar pelajaran, aku gak nyangka." Ucap aydan sambil tersenyum yang membuatku malu.
Akhirnya kamipun turun didepan gang rumah masing-masing dari mulai shane, rachel, aku dan aydan.
__ADS_1