Sunny?

Sunny?
Partner in Crime


__ADS_3

Pagi ini, aku lebih semangat pergi ke sekolah untuk ujian hari kedua. Bukan cuma karena hari ini ada ujian bahasa inggris yang kusuka, tetapi juga karena aku sudah berdamai dengan aydan dan memilih bekerjasama.


" Pagi Azelia!" sapa Aydan penuh semangat


" Oh, Pagi juga Aydan!" Jawabaku singkat sambil tetap serius meraut pensil mungilku.


" Nih kupinjami pensilku." Tawar Aydan sambil memberikan pensil baruku.


" Hah? kenapa?" Tanyaku bingung atas tawarannya


" Lah, bukannya loe gak punya pensil lain buat mengerjakan ujian makanya masih pakai pensil yang sudah seukuran kelingking itu," Tanya Aydan yang juga bingung


" Hah? enggak lah, aku emang sengaja tetap pakai pensil ini karena lebih gampang buat nulis." Jawabku spontan


" Hah? kenapa? mending di buang aja, nanti kena karma lho." Ungkap aydan serius


" Hah? emang kenapa kok bisa dapat karma kalau aku enggak buang pensil mini ini?" Tanyaku penasaran


" Katanya, kalau masih memakai pensil seukuran kelingking, nanti umur ibumu bakal cepat berkurang alias meninggal." Jelas Aydan dengan ekspresi serius.


" Hahaha, info dari mana itu? itu kan cuma takhayul aja."Jawabku meremehkan

__ADS_1


" Huh, beneran ya! mending buang sekarang deh." Balas Aydan terus mendesakku


" iya iya, okelah udah kubuang tuh! dasar aneh!" Jawabku jengkel sambil menurutinya karena tak ingin berantem lagi setelah damai


Terlihat raut wajah aydan yang puas karena aku menuruti perkataannya. Satu sisi lain yang baru aku tahu dari aydan, ternyata aydan percaya dengan yang namanya takhayul.


Bel masukpun berbunyi, aku dan aydan bersiap mengerjakan ujian Bahasa Inggris.


Kami sibuk mengerjakan ujian masing-masing sampai 30 menit kemudian, aydan mendadak tanya.


" Zel, ini soal nomor 20 jawabannya I will go to the cinema tommorow, kan?" bisik aydan pelan agar tidak ketahuan pengawas.


" Lho tapi kan ceritanya si Tom baru mau rencana pergi ke bioskop." Balas Aydan kekeh atas jawabannya


" Kamu baca ulang lagi deh, kan sebelumnya diceritain si Tom udah diajak temannya Jack buat kebioskop kemarin dan Tom mengiyakan berarti kan mereka sudah berencana sebelumnya." Jelasku kekeh atas pilihanku


" Oh iya, loe bener, gue yang kurang teliti bacanya, sorry zelek." Balas Aydan


" Hehehe, iya lah udah pasti aku yang bener." Jawabku penuh percaya diri


" Hehe, iya deh percaya yang Miss Smart." Ucap Aydan yang membuatku malu.

__ADS_1


" Heem, tapi aku enggak nyangka ternyata kerjasama yang kamu maksud itu berdiskusi soal jawaban, aku kira kamu cuma akan nyontek hasil jawabanku." Ucapku jujur


" Hah? gak lah! aku juga mikir sendiri dulu kali, kalau ada yang ragu baru diskusiin sama punyamu ya tapi kalau gak tahu sama sekali jawabannya baru deh nyontek punyamu, hehehe." Balas Aydan jujur disertai tawa


*** Bel Pulang Sekolah Berbunyi***


" Huahh, akhirnya selesai juga ujian hari ini, capek." Keluhku sambil meregangkan tubuh


" Iya nih capek banget." Ucap aydan sambil melakukan hal yang sama denganku.


" Huh, besok gimana ya ujian seni musik, aku parah banget lagi kalau soal musik." Keluhku


" Udah tenang aja deh zelek, kan ada gue." Ucap Aydan percaya diri


" Hahaha, benar juga, mohon bantuannya Tuan Musisi." Ledekku kepada Aydan


" Hehe, aamiin deh." Balas Aydan malu-malu


Akhirnya sejak kejadian itu, aku dan aydan melalui ujian dengan saling berdiskusi jika ada jawaban yang meragukan dan saling nyontek jika ada soal yang kami tidak tahu sama sekali.


Anehnya kegiatan kami ini, tidak pernah ketahuan guru pengawas dan kami sudah sepakat menjadi 'Partner in Crime' selama periode ujian ini.

__ADS_1


__ADS_2