
Sebelumnya momen ujian selalu menjadi momok menakutkan bagiku yang ingin segera diakhiri. Tetapi entah kenapa saat ini momen ujian menjadi momen yang menyenangkan dan paling kutunggu.
Aku juga tidak ingin momen ujian ini cepat berakhir. Kenyataannya hari ini adalah hari terakhir ujian kelas 2 semester 1 dan aku sengaja datang lebih pagi ke sekolah untuk menikmati sisa momen ujian.
" Hai, zelek!" sapa seseorang dari arah belakangku sambil menepuk pundakku
" Oh, hai aydan! kok tumben datang sepagi ini?" Tanyaku pada aydan yang ternyata dibelakangku.
" Ya, mumpung ujian terakhir hari ini itu penjaskes, entah kenapa gue pengen main basket dulu di lapangan sekolah, temenin gue yuk!" ajak aydan mendadak sambil menarikku ikut ke lapangan
Akhirnya, aku berdiri di sisi luar lapangan sambil menunggu aydan yang asyik memasukkan bola ke dalam ring.
" Oh iya makasih ya dan buat jawaban seni musiknya kemarin soal bagian drum, pas aku cek malamnya ternyata jawaban yang kamu kasih benar semua." Teriakku kepada aydan
" Ya, santai aja kali, kita kan partner!" Balas aydan sambil tetap fokus bermain basket.
" Tapi hebat juga kamu, bisa tahu soal bagian-bagian drum padahal posisimu kan gitaris di band shane,dkk." Ucapku pada aydan
" Hah? gitaris? kata siapa? posisi gue di band bareng shane itu drummer," Jawab Aydan spontan sambil menoleh ke arahku
__ADS_1
" Hah? aku kira posisimu gitaris soalnya dulu di warung doger itu kamu dan shane bawa gitar." Jawabku kaget karena salah paham
" Oh itu, ya emang sih gue dan shane bisa main gitar tapi di band posisi gitaris itu ryan dan bass arifin." Jelas aydan dan lanjut main
" Wih! keren dong kamu udah bisa main gitar bisa main drum juga, beneran calon musisi nih." Balasku kepada aydan
" Ya semoga, sejujurnya mimpi gue, band kami bisa exist terus dan bisa jadi band professional, tapi kayaknya mustahil." Ucap aydan dengan senyum yang dipaksakan
Tiba-tiba langit yang mendung berubah jadi hujan lebat dan kulihat aydan berdiri dibawah ring basket menikmati tiap momen air hujan mengguyur badannya seakan membersihkan kegusarannya. Akupun langsung membuka payungku dan berlari ke arahnya.
" Kenapa mustahil? tidak ada yang mustahil di dunia ini asal terus berusaha. Aku yakin nanti kamu bisa jadi musisi hebat dan bandmu jadi professional." Ucapku menyemangati aydan sambil memayunginya dari guyuran hujan.
" Ahh, ehhm, thanks ya azelia atas semangat yang loe berikan ke gue," Ucap Aydan sambil tersenyum manis.
" Loh, sejak kapan ya wajahnya aydan begitu tampan dan bersinar di mataku, apa mungkin efek air hujan," gumamku heran dalam hati
" Heii zel! kok malah ngelamun, ini kita kok malah mirip adegan hujan di film Cinta Pertama, ya" Ucap aydan yang bingung aku terdiam lama.
" Ehh, iya juga ya." Jawabku spontan
__ADS_1
" Ya udah deh, yuk lari ke kelas pakai payung berdua aja karena udah mau bel."Ucap aydan
Kamipun berlari menerobos guyuran hujan dan banjir yang menggenang berbekal payung berdua hingga ke dalam kelas.
Sesampainya di kelas, aku merasa kedinginan karena sepatu dan kaos kakiku yang basah akibat banjir. Sepertinya aydan juga mengalami hal yang sama.
" Zel, buka aja deh kaos kaki dan sepatu loe." Usul aydan mendadak.
" Eh, kenapa gitu?" Tanyaku bingung
" Loe kedinginan kan? kita jemur aja deh kaos kaki dan sepatunya di depan kelas." Usul aydan sambil meletakkan kaos kaki dan sepatunya di depan kelas
" Huh, kamu itu orang paling aneh dan absurd yang pernah kukenal," Ucapku sambil ikut menjemur kaos kaki dan sepatuku yang basah.
" Hahaha, biar absurd gini tetap aja loe ikutin juga," Ucap Aydan sambil tertawa jahil.
" Ya lah, kita kan partner,hahaha," Balasku ikut tertawa bersama aydan.
Ya aydan memang cowok paling absurd yang pernah kukenal. Tapi keabsurdan dia membuatku lebih banyak tertawa dibanding sebelum-sebelumnya. Aku juga sudah terbiasa dengan semua itu selama seminggu ini kami duduk bareng.
__ADS_1