
" Hah? Loe mau ngapain Shane?" Tanya rachel bingung atas yang dilakukan shane
" Mau gendong loe lah! mau ngapain lagi, udah ah cepet naik boncel! gak usah bawel!" perintah shane dengan raut wajah serius.
Akhirnya rachelpun hanya bisa pasrah dan menuruti perintah shane. Kami melanjutkan perjalanan menuju pool angkot dengan posisi rachel digendong shane, aku di belakang rachel dan disampingku aydan yang msmbawa tas rachel.
" Udah kita nunggu angkot disini aja sambil ngobatin kakinya rachel yang terkilir." Ucap shane mendadak dan berhenti di sebuah bengkel.
Akupun bingung kenapa shane berhenti di sebuah bengkel padahal pool angkot hanya tinggal beberapa meter lagi. Aydan tiba-tiba memasuki bengkel dan menghampiri bapak tukang bengkel yang sedang sibuk mengganti ban motor.
" Assalamualaikum pak Toto, kita masuk ke dalam ya pak, teman saya kakinya terkilir." Timpal Aydan mendadak seolah bengkel itu rumahnya sendiri.
" Eh iya masuk aja, bapak kira ada apa kamu kemari, jatah kerjamu kan masih besok." Jawab Pak Toto dengan setengah kaget
Akupun mengikuti langkah Shane dan Aydan masih dengan wajah kaget dan tak mengerti apa yang terjadi. Rachelpun diturunkan di kursi ruang tamu dan muncul seorang cowok dari ruang kamar.
" Lah loe kok kalian malah pada disini?katanya kalian mau layat ke rumah Sri? lah itu kenapa juga si rachel?" Tanya cowok yang ternyata adalah ryan dengan wajah penuh kebingungan.
__ADS_1
" Udah loe gak usah bawel, nanti gue jelasin semuanya, sekarang yang penting ambilin gue minyak urut." Perintah shane kepada ryan tanpa menjawab satupun pertanyaan ryan.
Ryanpun masuk ke kamarnya untuk menuruti perintah shane. Ryan memang salah satu anggota gank shane dan aydan. Bengkel ini ternyata rumahnya. Setelah Ryan memberikan minyak urut, shanepun menceritakan semuanya kepada ryan.
" Oh gitu ceritanya, ya udah deh, kalian tunggu angkotnya disini aja, banyak angkot jurusan rumah kalian kok lewat depan bengkel ini, gue panggil nyokap gue dulu buat bawain minum dan makanan." Ucap ryan setelah mendengar cerita shane dan masuk ke ruangan lain.
" Oke, thanks banget bro, hel loe tahan sedikit ya, mungkin agak sakit." Ucap shane sambil mulai mengurut kaki rachel yang terkilir
" Aww sakit!! pelan-pelan shane, loe beneran bisa ngurut kaki terkilir gak sih!" Gerutu rachel setengah teriak, aku hanya bisa melihat rachel dengan wajah khawatir
" Bisa-bisa, udah loe diam aja boncel!" balas shane dan terus berkonsentrasi mengurut kaki rachel
Tiba-tiba datanglah ibunya ryan membawa es teh manis dan toples berisi roti kering.
" Eh, terimakasih banyak bu, maaf kami jadi merepotkan." Ucapku seramah mungkin
" Tidak apa-apa kok, anggap saja seperti rumah sendiri layaknya Aydan dan Shane." Jawab Ibu Ryan sambil meletakkan makanan dan minuman diatas meja lalu berlalu pergi dengan senyum amat ramah
__ADS_1
" Apakah anggota gank Shane memang semuanya sedekat ini?" Tanyaku dalam hati
Setelah 15 menit kaki rachel diurut oleh shane, rasa sakitnya mulai berkurang, kamipun langsung mengobrol bersama ryan sambil makan minum dan berharap ada angkot yang segera lewat.
Beruntung, setelah 1 jam di rumah ryan, akhirnya angkot pasar yang lewat sekitar jam 5 sore, kami langsung berpamitan pada keluarga ryan dan mengucapkan banyak terimakasih sebelum naik angkot.
Angkot penuh dengan pedagang sayuran yang pulang dari pasar, jadi rachel duduk dengan ryan di samping pak supir dan aku aydan duduk di tengah.
" Ehmm, Aydan, kamu sudah lama bantu Pak Toto di bengkel?" tanyaku membuka obrolan karena sangat penasaran.
" Eh iya, lumayan lama sih, udah dari kelas 1, lumayan lah dapat tambahan uang jajan tiap hari minggu, hehehe." Jawab Aydan antusias sambil tertawa sesekali.
Jujur aku salut banget sama aydan dan shane, ternyata dibalik tingkah super jahil mereka, mereka sangat dewasa pantas anak-anak di kelas mengagumi mereka. Aku jadi tahu sisi lain shane yang baik dan aydan yang mandiri.
" Kamu keren aydan." Ucapku tanpa sadar dan langsung menutup mulutku
Terlihat raut wajah kaget aydan sebelum turun dari angkot dan tersenyum malu.
__ADS_1
Setelah aydan waktunya aku yang turun dari angkot sambil masih menahan malu karena keceplosan di depan aydan. Sebelum turun,kulihat rachel dan shane masih saling diam di kursi depan.