Sunny?

Sunny?
Canggung


__ADS_3

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Tahu-tahu sudah masuk pertengahan bulan Agustus. Tiap kelas sangat penasaran akan ada lomba apa saja di tanggal 17 Agustus.


" Pagi anak-anak, sebelum kita mulai pelajaran hari ini, ibu ada sedikit informasi mengenai event 17 Agustusan," ucap Bu Evelin sebelum mulai pelajaran.


" Event apa bu?" tanya anak kelas 8A tak sabar


" Jadi selain perlombaan olahraga antar kelas, akan ada 2 lomba utama yaitu Lomba Menghias Kelas dan Lomba Tarik Tambang," jelas Bu Evelin dengan antusias.


" Asyik! pasti seru!" teriak anak 8A gembira.


" Untuk keperluan lomba menghias kelas, seperti biasa para perangkat kelas yang akan bertanggungjawab membeli pernak pernik yang dibutuhkan," lanjut Bu Evelin.


" Siap Bu Evelin!" teriak Shane, Rachel dan Nilam kompak.


" Bagus, kalau bisa nanti sepulang sekolah kalian mulai belanja, udah itu saja. Mari kita mulai pelajaran hari ini," ucap Bu Evelin dan memulai pelajarannya.


" Duh! kenapa sih pas gue lagi ada trouble sama Shane malah dikasih tugas belanja," gerutu Rachel kepada Azelia.


" Sabar ya hel! kamu cuma perlu sebiasa mungkin saat berhadapan sama Shane dan Nilam," ucapku coba menenangkan Rachel.


" Zel, loe ikut ya belanja pernak pernik hari ini, pasti bakal canggung banget kalau cuma ada kami bertiga," pinta Rachel dengan memelas.


" Eh? ya udah deh! kamu gak usah pasang muka melas gitu," jawabku terpaksa karena tak tega.


" Thanks zel! loe emang sahabat terbaik gue," ucap Rachel bersemangat lagi.


*** Bel pulang sekolah berbunyi ***


" Yuk, kita belanja ke mall sekarang," ucap Shane singkat setelah menghampiri tempat duduk aku dan rachel.


" Loe diajak belanja juga dan?" tanya Rachel kepada Aydan untuk mencairkan suasana.


" Ya nih, Shane minta gue ikut buat bantu bawa belanjaan," jawab Aydan sambil tersenyum ke arah Rachel.

__ADS_1


Аnehnya saat Aydan tak sengaja menatapku, dia langsung memalingkan mukanya.


Kami menaiki angkot menuju mall. Shane duduk dengan Nilam. Aku duduk dengan Rachel dan Aydan sendiri di belakang. Setibanya di mall, Shane langsung mengajak kami ke toko pernak pernik tanpa banyak bicara. Dia hanya sesekali menjawab Nilam.


" Sayang, kamu kenapa hari ini? kok banyak diam," tanya Nilam khawatir melihat tingkah pacarnya.


" Gue gak apa-apa kok," jawab Shane singkat.


" Yaudah, masuk ke toko itu yuk! banyak pernak pernik yang bagus," ajak Nilam semangat sambil menggandeng tangan Shane.


Kami hanya mengikuti mereka. Terlihat Rachel sekuat tenaga berdamai dengan perasaan cemburunya.


" Hel, kamu harus kuat! kamu pasti bisa melewati semua ini, kamu udah melakukan hal yang benar," ucapku menyemangati Rachel yang dari tadi hanya diam dan meremas tangannya.


" Thanks ya zel," balas Rachel mencoba tersenyum


Cukup 1 jam, kami selesai berbelanja keperluan untuk lomba hias kelas lusa. Kamipun langsung berencana pulang karena takut kesorean.


" Loe beli sendiri aja ya yang, gue capek mau istirahat disini," jawab Shane selembut mungkin kepada nilam.


" Dih, yaudah," jawab Nilam kesal dan pergi meninggalkan kami.


Akhirnya tinggal kami berempat yang sama-sama dalam posisi canggung. Aydan maju untuk mencairkan suasana.


" Wah ada booth Ice Cream, kesana yuk!" ucap Aydan sesemangat mungkin. Sayangnya, ajakannya hanya dibalas gelengan oleh Shane dan Rachel.


" Aku mau," balasku memberanikan diri.


" Ehh, yaudah ayo," jawab Aydan agak canggung atas jawabanku.


Saat mengantri di booth ice cream, aku memberanikan diri untuk bertanya perihal perubahan sikap aydan hari ini.


" Aydan, aku ada salah apa ya sama kamu? sejak kejadian di warung itu, kok kayaknya kamu ngehindarin aku?" tanyaku to the point sambil terus mengumpulkan keberanian.

__ADS_1


" Eh, loe gak ada salah apa-apa kok sama gue, gue yang harusnya minta maaf kalau udah bikin loe jadi ngerasa punya salah," ucap Aydan sambil memberanikan diri menatapku.


" Syukurlah kalau aku gak buat salah sama kamu," ucapku lebih lega


" Jujur, gue juga gak tahu kenapa gue bersikap kayak gitu waktu di Warung Bu Merlina," ucap Aydan mencoba jujur.


" Ya gak apa-apa kok," balasku tersenyum lega


" Nih, sebagai tanda maaf gue," ucap Aydan sambil memberikanku Ice Cream Strawberry.


" Wah, kamu ingat ice cream kesukaanku?" ucapku tak menyangka


" Ya, ingat dong!" jawab Aydan sambil tertawa


Sementara, di lain tempat, Shane dan Rachel hanya terus saling diam dengan canggung.


" Ayo silahkan mampir ke toko ini, ada diskon besar-besaran buat Merchandise Barcelona khusus hari ini," teriak salesman depan toko sport penuh semangat.


Shane dan Rachel refleks berlari menuju toko sport setelah mendengar nama klub sepakbola kebanggaan mereka, Barcelona disebut-sebut.


" Wah, kaos Barca ini keren banget!" teriak Rachel refleks


" Ahh kerenan juga Sepatu Barca ini!" teriak Shane tak mau kalah.


Setelah saling bertatapan emosi selama beberapa menit, akhirnya Shane dan Rachel saling tertawa bersama.Mereka kembali kompak saling memilihkan barang-barang Barca yang bagus untuk masing-masing.


" Oh jadi gini, kalau nganterin aku bikin capek! sedangkan kalau udah sama Rachel capeknya hilang!" teriak Nilam emosi melihat mereka di depan toko dan berlari menjauh.


" Sayang, mau kemana? tunggu aku!" balas Shane panik dan berlari mengejarnya.


Terlihat raut wajah bersalah dari Rachel, akupun langsung menghampirinya dan memeluknya. Aydan hanya bisa diam tanpa tahu harus berbuat apa terhadap kami.


30 menit kami menunggu Shane dan Nilam di lobby mall, sampai akhirnya Aydan dihubungi Shane dan mengatakan dia bersama Nilam sudah pulang duluan. Kamipun langsung memutuskan pulang dengan rasa canggung.

__ADS_1


__ADS_2