Sunny?

Sunny?
Sabtu yang Indah?


__ADS_3

Kulangkahkan kakiku penuh semangat memasuki gerbang sekolah karena hari ini adalah hari sabtu dan artinya pelajaran hanya akan berlangsung setengah hari. Angin pagi hari sungguh menyegarkanku.


Setiap sabtu aku memang terbiasa datang lebih karena harus piket. Kupikir sabtu ini akan baik-baik saja seperti sabtu biasanya. Tapi aku dikejutkan dengan suara benda jatuh dari arah kelas.


Brakk! Kulihat hiasan foto Presiden dan Wakil Presiden yang dibenturkan keras ke arah meja guru diiringi riuh perdebatan yang merusak sabtu pagiku yang tenang.


" Ahh udah lah, loe aja yang pasang kedua foto ini sendiri! Perasaan daritadi gue disalahin terus soal posisi pemasangan!" Teriak Shane sambil membenturkan hiasan foto ke meja dengan keras karena menahan kesal.


" Dihh! Baperan banget loe! Kalau gue nyampe masang kedua foto ini juga udah gue pasang sendiri dari tadi! Enggak ribet minta tolong loe!" Balas Rachel tak mau kalah sambil menunjuk foto yang tergeletak di meja guru.


" Huh! Makanya jadi cewek jangan boncel-boncel!" Ucap Shane sambil mengulangi kembali pemasangan kedua foto Presiden dan Wakil Presiden di atas papan tulis.


Aku memasuki ruangan kelas dengan langkah ragu-ragu berharap mereka berdua berhenti berdebat dengan kehadiranku.


" Selamat pagi." Ucapku penuh semangat yang tak digubris oleh shane yang masih sibuk memposisikan foto.


" Pagi, azelia, loe piket ya hari ini makanya datang pagi banget?" Jawab rachel sambil tersenyum.


" Ya hel, eh aydan sudah datang belum ya? Dia kan juga piket hari ini." Tanyaku kepada rachel yang mulai meletakkan perlengkapan kebersihan yang kemarin kami beli.


" Oh, tuh orangnya lagi asyik tiduran di meja belakang!" Jawab rachel dengan tatapan sinis ke aydan karena tidak piket.


Akupun menghampiri aydan yang asyik tiduran di meja belakang sambil mendengarkan lagu dari headset.


" Dan, kok kamu belum mulai piket?" Ucapku kepada aydan sambil menggoyangkan badannya agar bangun dari tidur.


"Hooaamm, ahh gue mah gampang nanti piketnya, loe dulu aja yang mulai duluan." Jawabnya malas karena masih menahan kantuk.


" Ehh maksudnya gimana? Ayo mulai nyapu sekarang aja sebelum anak kelas mulai masuk." Ucapku sambil memegang 2 sapu, 1 untukku dan 1 untuk aydan.


" Hah? Nyapu kan tugas loe, gue tugasnya kan cuma menghapus tulisan di papan sebelum guru masuk secara gue kan cowok." Jawab aydan tanpa dosa dan kembali menutup mukanya dengan buku untuk lanjut tidur.

__ADS_1


"Hah? Emangnya kalau cowok kenapa? Enggak boleh nyapu gitu!" Ucapku dengan menahan kesal dan tak habis pikir atas jawabannya.


Dia hanya mengangguk tanpa mengucapkan sepatah katapun


" Hah? Kemarin kan kamu sudah minta maaf dan katanya enggak akan melakukan hal buruk lagi, kok sekarang kamu gini?" Tanyaku bingung karena kemarin kami sudah berbaikan.


" Ya emang, gue udah minta maaf soal kejadian kelas 1 dulu dan janji enggak akan merugikan loe lagi tapi..." Balas aydan dengan ekspresi menahan tawa


" Tapi apa? Kamu berubah pikiran?" Tanyaku penasaran atas maksud ucapannya.


" Tapi kalau soal ngejahilin loe, itu beda lagi! Ngejahilin loe itu salah satu hiburan terbaik gue,hahaha." Jawab aydan percaya diri sambil tertawa lepas.


Aydan lalu menuju ke arah Shane yang sudah selesai memasang foto


" Bro, cari sarapan yuk! Laper nih!" Ucap aydan sambil berlalu meninggalkanku


" Yuk, cuss lah!" Balas shane yang langsung mengikuti aydan keluar kelas meninggalkan rachel dengan ekspresi menahan amarah.


Akhirnya belpun berbunyi dan pelajaran pertama yaitu biologi akan segera dimulai dan untungnya aku sudah selesai membersihkan kelas dan papan tulispun sudah dibersihkan oleh aydan sesuai kata-katanya.


Setelah pelajaran biologi, akan ada istirahat dan jam terakhir adalah pelajaran PenJasKes sebelum jam pulang sekolah.


Kami kelas 8A sudah berbaris di lapangan dengan baju olahraga lengkap untuk menantikan pelajaran penjaskes hari ini.


" Ok, pelajaran hari ini kita akan adakan gerak jalan sehat mengelilingi desa di sekitaran sekolah, kalian siap?" Tanya Pak Panji guru penjaskes kelas 8A


"Siap pak!" Jawab kami serentak dengan antusias karena banyak yang belum pernah keliling desa sekitar sekolah termasuk aku.


Awalnya semua berjalan dengan baik, aku bersama dengan rachel jalan santai sambil menikmati pepohonan di desa sekitar, mengamati tempat-tempat jajan baru yang ada disekitar dan bercanda tawa sambil membicarakan banyak hal layaknya sahabat.


Tapi semua berubah saat di pertengahan jalan terdengar suara shane memanggil rachel.

__ADS_1


" Woi, rachel boncel! Ayo kita lanjutkan battle tertunda kita kemarin, siapa yang duluan sampai di sekolah maka dia yang menang!" Teriak shane menantang rachel penuh percaya diri.


" Oke, siapa takut! Gue terima tantangan loe." Ucap rachel tak kalah percaya dirinya sambil mengejar shane yang sudah lari duluan dan meninggalkanku sendirian.


Aku lihat sekelilingku, banyak anak yang berjalan bergerombol dengan teman-teman gengnya masing-masing dan disini aku hanya berjalan sendiri.


Aku memang tipe cewek introvert dan sejauh ini hanya nyaman bergaul dengan rachel. Padahal, di kelas kebanyakan anak-anak sudah punya gank masing-masing.


Aku hanya bisa mencoba menikmati setiap pemandangan yang tersaji di sekeliling sendirian untuk mengusir rasa kesepianku sampai ada seseorang yang menepuk pundakku.


" Hei zelek! Jalan sendirian aja? Dimana si rachel?" Sapa seseorang dari belakang yang ternyata aydan


" Eh iya, biasa tuh! Kamu kayak enggak tahu aja kalau rachel udah berurusan sama shane itu lupa semuanya." Jawabku agak menahan kesal karena ditinggal sendirian.


" Aduh kasihan yang dilupain sama sahabatnya, hahaha." Ucap aydan sambil tertawa jahil


" Kamu ngapain dekat-dekat aku? Mau ngejahilin lagi? Pergi sana." Ucapku sambil mengusir aydan karena takut dijahilin


" Bro, ayo cepetan jalannya sampai sekolah katanya mau nongkrong di kantin!" Teriak ryan yang juga segeng dengan Shane Aydan.


" Kalian duluan aja! Gue masih ada urusan disini." Ucap aydan dan membiarkan teman ganknya yang lain jalan duluan.


" Enggak deh! Gue mau ngejahilin loe aja!" Balas aydan dengan senyum jahil dan memilih jalan santai di sampingku.


Dilain sisi aku takut akan kejahilan apalagi yang akan dilakukan aydan tapi disisi lain aku juga senang karena akhirnya enggak jalan sendirian lagi.


" Eh zel, loe pernah ke Cafe itu enggak?" Tanya aydan tiba-tiba sambil menunjuk sebuah cafe


" Hah? Cafe Amore? Belum lah! Aku bukan anak cafe, emang kenapa?" Jawabku kepada aydan dan penasaran dengan cafe itu


" Wah sayang banget! Sesekali coba lah loe mampir ke cafe itu, Mie Ayamnya enak banget murah dan sering ada live music dari band lokal." Balas aydan dengan sangat antusias.

__ADS_1


" Masa sih? oke deh! kapan-kapan aku coba ajak rachel mampir makan disini." Ucapku tak kalah antusiasnya karena aku termasuk mie ayam lovers.


__ADS_2