Sunny?

Sunny?
Lomba Tarik Tambang


__ADS_3

Pagi hari di kelas 8A yang biasanya sepi saat mengikuti jam pelajaran mendadak ramai pagi itu. Jam pelajaran Bu Evelin hari itu dikosongkan dan diganti kegiatan menghias kelas untuk lomba 17 Agustus besok.


" Ini guys perlengkapan untuk menghias kelas hari ini, yuk semangat!" Ucap Shane sambil membawa pernak pernik yang sudah dibeli dibantu Aydan.


Terlihat disamping kanan kiri Shane ada Rachel dan Nilam yang masih saling canggung tapi tetap harus profesional sebagai perangkat kelas untuk tetap kompak menghias kelas.


Sekitar 1,5 jam dihabiskan untuk menghias kelas sebagus dan sekreatif mungkin. Setelah selesai, tiap anak melakukan hal yang lain ada yang ngobrol soal lomba 17an, ada yang ke kantin sekedar jajan dan lainnya.


Saat Rachel mencoba mendekati Nilam untuk minta maaf soal kemarin, tiba-tiba Nilam dan ganknya keluar untuk jajan di kantin. Rachel hanya terdiam dengan rasa bersalah.


" Loe gak apa-apa hel? kayaknya Nilam masih marah padahal gue udah jelasin soal salah paham kemarin," ucap Shane menghampiri rachel yang terdiam.


" Ya, wajar kok kalau dia marah, sorry ya kalau kedekatan kita kemarin bikin loe jadi kena marah Nilam," ucap rachel dengan mimik bersalah.


" Gak kok, loe kan udah gue anggap adek masa dia cemburu gitu," lanjut Shane.


" Wajarlah, gimanapun gue kan cewek lain, bukan saudara kandung loe," balas rachel dengan senyum getir. Shane hanya terdiam.


Aku hanya bisa memperhatikan mereka dari jauh sambil menghias jendela kelas dengan kertas warna warni bersama Elvira.


" Sini gue bantu, bagian lain udah selesai dihias tinggal ini aja," ucap Aydan yang tiba-tiba menghampiriku.


" Oh oke, thanks dan," jawabku dengan senyum manis. Sejujurnya aku senang bisa menghias bareng Aydan yang terlihat semakin keren di sampingku.

__ADS_1


" Aydan, ini aku belikan untuk kamu," ucap Milea yang tiba-tiba datang dari arah kantin sambil memberikan fanta dingin ke Aydan.


" Ahh ini buat gue, makasih ya mil," balas Aydan dengan canggung.


" Lho Milea, kok belinya cuma 1 minumannya, gue dan Azelia gak dikasih nih," ucap Elvira setengah meledek.


" Gak lah, kalian beli sendiri aja, minuman ini spesial buat Aydan aja," balas Milea dengan PDnya dan langsung masuk kelas.


" Apa-apaan sih dia?" gumamku dalam hati. Entah kenapa ada perasaan tak suka melihat perhatian Milea kepada Aydan tapi kucoba tepis semua perasaan itu.


*** Skip ***


Akhirnya tanggal 17 Agustus tiba, seperti biasa kegiatan dimulai dengan Upacara 17 Agustus di lapangan bareng sekolah lain.


" Nilam, coba deh kamu minta Shane buat ikut lomba tarik tambang itu, kamu kan pacarnya pasti dia mau," usul Sri kepada Nilam.


" Oke deh, gue coba," jawab Nilam yang keluar menghampiri Shane dengan percaya diri.


" Sayang, kamu ikut lomba tarik tambang antar kelas dong, kasihan lah masa yang ikut cuma 3 orang aja," rayu Nilam dengan manja.


" Eh gak deh yang, tangan gue agak sakit habis bantu upacara tadi," tolak Shane dingin.


" Oh ya udah deh," ucap Nilam dengan raut wajah kecewa atas sikap Shane yang dingin.

__ADS_1


Karena rayuan Nilam gak berhasil akhirnya anak-anak kelas meminta Rachel yang juga dekat dengan Shane membujuknya.


" Lah, Nilam yang pacarnya aja ditolak, apalagi gue yang cuma adek-adekannya aja," balas Rachel tak percaya diri.


" Udah lah dicoba aja dulu hel," ucap Elvira. Akhirnya Rachelpun terpaksa mencobanya dan menghampiri Shane diluar.


" Shane, loe kan ketua kelas masa permintaan anak-anak untuk ikut lomba tarik tambang aja gak bisa dikabulin, payah deh!" ucap Rachel cuek atas apapun jawaban Shane.


" Siapa yang payah? Enak aja! oke gue ikut," balas Shane PD.


Nilam yang melihatnya menjadi kesal dan langsung pergi ke kantin karena Shane lebih memilih ajakan Rachel dibandingkan dia yang pacarnya sendiri.


" Oke sekarang tinggal 1 orang lagi, Azelia coba deh loe bujuk Aydan buat ikut," usul Elvira dengan senyum jahil.


" Lho kok aku yang bujuk? kenapa gak yang lain aja," balasku ragu-ragu atas usulannya.


" Ya karena loe yang kelihatan dekat sama dia apalagi saat ujian semester kemarin," balas Elvira sambil menyemangatiku. Aku hanya bisa pasrah mengikuti kemauannya.


" Ehm dan, kamu mau gak ikut lomba tarik tambang, kurang 1 orang perwakilan kelas lagi nih," tanyaku pasrah apapun jawabannya.


" Oke, gue mau, masa partner in crime gue udah minta terus ditolak," jawab Aydan dengan senyum terbaiknya.


Tentu saja ada perasaan senang atas jawabannya mengenai permintaanku. Ada rasa deg-degan juga karena merasa aku cukup berarti untuknya.

__ADS_1


Tapi tak sengaja, kulihat sekilas ada tatapan tidak suka dari Milea melihat kedekatanku dengan Aydan entah kenapa.


__ADS_2