
Satu persatu murid sekelas yang lainnya mulai berdatangan dengan kondisi yang rata-rata hampir sama dengan kami yaitu baju, kaos kaki dan sepatu yang basah akibat banjir dan guyuran hujan yang kian deras.
Kukira ketika melihat tingkah laku kami berdua yang aneh dengan menjemur kaos kaki dan sepatu yang basah di depan kelas, kami akan jadi bahan ejekan teman-teman sekelas yang mulai berdatangan.
" Jemur sepatu dan kaos kaki basah di depan kelas ide loe aydan?" Tanya Shane yang baru datang bareng rachel.
" Hehe iya bro! daripada kita kedinginan dan masuk angin," jawab aydan dengan PDnya.
" Wah ide loe bagus juga, ikutan ah gue," timpal rachel yang sepatunya basah.
Tanpa disangka bermula dari Shane dan Rachel yang mengikuti kami menjemur sepatu dan kaos kaki basah di depan kelas, teman-teman sekelas yang lain ikut melakukan hal yang sama.
Bel masuk sekolah mulai berbunyi dan untungnya pengawas ujian hari ini memaklumi kondisi kami dan membiarkan deretan kaos kaki dan sepatu yang dijemur di depan kelas.
Akupun mulai membaca soal penjaskes yang diberikan berharap hafalanku banyak yang keluar, untungnya banyak soal tentang olahraga basket.
" Heem, basket ya? jadi inget kenangan waktu kelas 1." Gumamku lirih
__ADS_1
" Kenangan betapa payahnya loe tiap masukin bola basket ke dalam ring maksud loe, hehe," celetuk aydan mendadak dengan tawa jahil
" Huh! dengar aja kamu gumamanku, ya kuakui aku payah banget soal basket saat kelas 1 dulu, tapi kan sekarang sudah enggak, haha," Ucapku yakin sambil tertawa bangga
" Haha iya iya percaya, berkat siapa dulu dong," Tanya aydan dengan tawa bangga
" Huh! iya iya berkat pak ketua kelas 1," jawabku malas-malasan
Setelah percakapan kecil itu, aku kembali fokus mengerjakan soal-soal yang tertera di ujian penjaskes sampai bel berakhirnya ujian berbunyi.
Kulihat anak-anak sekelas kebanyakan gembira karena akhirnya momen ujian kelas 2 semester 1 berakhir dan mereka bebas.
" Horee akhirnya ujian semester 1 ini berakhir juga, zelek ke kantin bareng yuk! kita lakukan pembubaran Partner in Crime di semester 1 ini," Ajak aydan mendadak saat aku sedang bersiap pulang.
" Boleh juga, ayo deh!" jawabku tanpa pikir panjang atas ajakannya.
Kamipun pergi berdua ke kantin dan memesan 2 mangkok mie instan dan 2 es teh sambil ngobrol.
__ADS_1
" Gue kira loe anaknya pendiam, ternyata setelah seminggu ini gue lebih dekat sama loe, ternyata loe anaknya asyik juga," Ucap aydan membuka obrolan kami.
" Ya kamu juga, aku kira kamu anaknya cuma jahil dan nyebelin, tapi setelah lebih dekat seminggu ini, kamu anaknya absurd tapi kocak sih,hehe." Balasku kepada aydan
" Makasih ya udah mau jadi partner in crime gue selama seminggu ini," Ucap aydan dengan senyuman manis sambil mengulurkan tangannya.
" Eh iya sama-sama." Jawabku tergagap sambil menjabat tangan aydan
Aneh, saat tangan kami berjabatan, rasanya ada kehangatan yang menjalar dari telapak tanganku sampai menembus ke dalam hatiku yang tadinya dingin dan kosong.
" Semoga setelah ujian inipun, kita tetap sedekat ini, pulang yuk!" Ucap aydan tetap tersenyum sambil mengacak-acak rambutku
Aku hanya diam mematung melihatnya berlalu karena entah kenapa hatiku tak henti-hentinya berdebar tak karuan, sungguh perasaan aneh yang belum pernah kurasakan sebelumnya.
Sampai di rumahpun jantungku terus berdetak kencang tak karuan tiap ingat sosok aydan, iseng kubuka buku kumpulan puisi Kahlil Gibranku, kubaca tiap puisi dan kutemukan 1 puisi yang menohok.
" Cinta membuka mataku dengan keindahannya, dan membeli jiwaku dengan kehangatan jemarinya."
__ADS_1
" Mungkinkah ini yang dinamakan CINTA?" tanyaku dalam diam