Sunny?

Sunny?
Bayanganmu


__ADS_3

Sesuai kesepakatan, aku dan rachel sudah berdiri di lobby Mall Cosmopolitan menunggu kedatangan Shane dan Aydan. Selang 10 menit akhirnya mereka sampai.


" Jadi, kita mau cari kadonya kemana dulu?" Tanya Shane tak sabar


" Kita ke lantai 2 dulu aja, kata Elvira di lantai 2 banyak toko pernak pernik yang lucu-lucu." Jawab Rachel yakin


Kamipun jalan ke lantai 2 dan benar saja disana banyak berjejeran toko pernak pernik dari mulai nuansa unyu favorite cewek sampai nuansa sporty kesukaan cowok.


Rachelpun masuk ke salah satu toko pernak pernik bernuansa pink yang dipenuhi boneka aneka bentuk, ukuran dan warna.


" Menurut pengamatan gue hampir semua cewek feminim kayak nilam suka dikasih boneka lucu kecuali gue tentunya." Jelas Rachel dengan PDnya.


" Ya iyalah, loe gak bakal suka boneka, loe kan gak ada feminim-feminimnya, hahaha." Ejek Shane sambil tertawa lepas


" Huh! nyebelin loe shane! udah saran gue kasih nilam boneka ini aja." Ucap rachel sambil menunjuk sebuah boneka Teddy Bear cokelat.


" Hemm! oke deh, tapi kayaknya masih kurang romantis kalau cuma boneka." Balas Shane sambil memikirkan sesuatu


" Kenapa untuk hadiah ulang tahun harus yang romantis segala?" Tanyaku kepada Shane karena bingung.

__ADS_1


" Hehe, sebenarnya nanti malam selain gue mau ngasih hadiah ulang tahun ke nilam, rencananya gue juga mau nembak dia" jawab Shane sedikit salting karena malu


" Widih...jadi juga loe mau nembak dia bro! Good Luck deh." Timpal Aydan


" Gimana kalau selain kasih boneka, gue juga kasih dia ini?" Tanya Shane kepada Rachel sambil menunjukkan sebuah kotak musik berbentuk hati.


" Wah.. Emang dasar loe Playboy Karbitan! tahu aja trik bikin cewek luluh, ambil deh." Balas Rachel mengejek Shane.


Kamipun keluar dari toko pernak pernik tersebut setelah mengantarkan Shane membeli Boneka dan Kotak Musik untuk hadiah nilam.


" Eh, mumpung kita disini, mampir ke Timezone sebentar yuk." Ajak Shane


" Ehh sorry, aku mau ke Toko Buku aja deh ya." Jawabku menolak ajakan Shane.


" Gue juga ada urusan nih di Toko Buku." Timpal Aydan tak terduga


" Oh gitu, oke deh, nanti kita kumpul di lobby Mall aja ya jam 3." Usul Rachel sebelum berlalu ke arah timezone bareng Shane. Sedangkan aku dan Aydan pergi ke Toko Buku


Sesampainya di Toko Buku, kualihkan mataku ke deretan rak buku untuk mencari rak sastra. Di deretan buku sastra, akhirnya ada buku yang aku incar sejak awal di rumah, buku " Kahlil Gibran".

__ADS_1


" Cinta turun ke dalam roh kita melalui kehendak Tuhan, dan bukan melalui kemauan manusia sendiri." Ucap seseorang dibelakangku tiba-tiba.


Aku hanya bisa diam membeku karena mengira suara itu datang dari si cowok misterius. Kuberanikan diri memutar tubuhku dan ternyata suara itu datang dari Aydan.


" Huh, ternyata kamu aydan, aku kira siapa." Ucapku setengah kaget tapi lega juga.


" Hahaha kok kaget gitu, emang loe kira gue siapa hayo? gue iseng aja baca puisi di cover buku yang loe pegang ini." Jelas Aydan tanpa rasa bersalah.


" Huh dasar! lain kali jangan ngagetin orang begitu." Ucapku sedikit kesal


" By the way, sejak kapan loe suka puisi-puisi begitu, cieee loe lagi naksir seseorang ya." Ejek aydan sambil tersenyum usil.


" Ehh, enggak lah! apaan sih! gue cuma tertarik aja sama puisi dari Kahlil Gibran, kamu sendiri bawa buku apa itu? buku kumpulan kunci lagu?" Ucapku gugup dan langsung mengalihkan pembicaraan.


" Ehh, ya ini, cuma iseng-iseng aja kok gue. Pengen aja belajar memainkan semua lagu." Jawab Aydan sedikit kikuk.


" Azelia, mikir apaan sih kamu, mana mungkin tadi itu si cowok misterius." Gumamku dalam hati tanpa menghiraukan penjelasan Aydan.


Setelah selesai membeli buku di toko, aku dan aydan pergi ke Lobby Mall untuk bertemu rachel dan shane. Setelah kumpul, kamipun segera pulang karena malamnya Shane harus menembak Nilam di rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2