
Azelia Wijayakusuma, siswi SMP 24 Tangerang yang senang belajar, baginya masa SMP adalah masa belajar dengan keras agar bisa melanjutkan ke SMA Negeri, pendiam, childish tetapi setia kawan.
Aydan Cipta Nugroho, siswa SMP 24 Tangerang yang dikenal populer, baginya masa SMP adalah masa bersenang-senang yang harus dinikmati, supel, agak jahil dan susah ditebak jalan pikirannya.
Shane Alendra, Sahabat baik Aydan dari kelas 1, anak populer, gaul, super jahil dan vokalis band. Baginya, tidak ada bedanya masa SD atau SMP cukup menjalani semuanya sesuka hati.
Rachel Escarina, Sahabat baru Azelia di kelas 2, cewek tomboy tapi populer, supel, pemberani, terkadang keras kepala, Baginya, masa SMP adalah masa yang tepat untuk mencari jati diri dan teman sebanyak-banyaknya.
***
"Halo, bolehkan gue kenalan sama loe?" Ucap cewek tersebut sambil tetap mengulurkan tangannya.
Ucapan cewek itu kembali membuyarkan perhatianku terhadap duo Aydan Shane.
" Oh iya boleh, nama aku Azelia." Jawabku setengah kaget sambil menjabat tangannya
__ADS_1
" Kenalin, nama gue Rachel, kita jadi teman sebangku ya." ucapnya penuh semangat dan percaya diri. Aku hanya bisa mengangguk dan tersenyum kecil atas semangatnya.
Kuperhatikan lagi perawakan rachel, dia cewek yang mungil dengan rambut bob pendeknya, wajahnya juga cantik tapi mungkin agak tomboy dilihat dari lengan pendeknya yang dilipat tinggi dan seragamnya yang dikeluarkan.
"Gue perhatiin tadi loe sempat bengong ya? lihat apa sih?" tanyanya penasaran dan melihat kearah tatapanku tadi.
"Heem, loe kenal mereka berdua?" lanjut rachel sambil menunjuk kearah duo aydan shane.
"Iya, duo nyebelin." jawabku singkat dan kembali menatap ke arah mereka.
Tanpa disangka, Shane akhirnya melihat kehadiranku di kelas dan mendekati tempat dudukku bareng Aydan.
" Wah..Wah...ternyata kita sekelas lagi nih dan sama si zelek." ucapnya cuek sambil menyikut aydan yang agak segan di belakangnya.
" Heh.. loe siapa sih dateng-dateng bikin rusuh aja, nama dia Azelia bukan zelek, sopan dong jadi orang!" Gerutu Rachel membelaku yang hanya memilih diam atas ejekan shane.
" Lah, loe yang siapa boncel, gak usah ikut campur deh!" Balas Shane sedikit nyolot
" Wah kurang ajar loe! nama gue rachel, dan jelas gue mesti ikut campur Azelia ini teman gue, gak usah ganggu dia lagi." Balas Rachel tak kalah nyolotnya dengan shane.
Kringg...Kringg...bel tanda masuk kelas sudah berbunyi.
"Sudah rachel, enggak usah ngeladenin mereka, cuekkin aja, aku udah kebal kok sama ejekan mereka." Ucapku mencoba menenangkan rachel yang mulai emosi.
__ADS_1
"Shane, loe ngapain sih, pagi-pagi udah bikin rusuh aja, sorry ya!" Ucap Aydan melerai dan menarik Shane menjauh ke belakang menuju tempat duduk mereka.
Kulihat Rachel dan Shane saling menatap emosi seakan berkata "Awas loe ya!"
Akhirnya seorang guru masuk ke kelas dan membuat kami melupakan insiden yang terjadi.
"Perkenalkan, saya Bu Evelin, wali kelas kalian di 8A ini, seperti biasa, setiap pertemuan pertama kali akan dibuat perangkat kelas secara acak untuk tugas 1 tahun ke depan, sudah siap?" Jelas Bu Evelin sambil melihat daftar absen anak-anak 8A.
"Ya Allah, please jangan bikin aku jadi perangkat kelas lagi terutama jika sampai bareng Aydan lagi." Doaku dalam hati sambil menunggu Bu Evelin Memilih.
"Oke, mari kita lihat, untuk Ketua Kelas 8A adalah Shane Alendra, silahkan maju." Teriak Bu Evelin semangat.
Tak kusangka dari sekian banyak siswa 8A kenapa harus si nyebelin itu yang jadi ketua kelas. Kulihat shane maju dengan santainya tanpa merasa terbebani sedikitpun.
" Baik, untuk selanjutnya, Sekertaris kelas 8A adalah Nilam Octavina, silahkan maju ke depan kelas." Lanjut Bu Evelin sambil tetap menatap nama di daftar absensi.
"Terakhir, untuk Bendahara kelas 8A adalah Rachel Escarina, silahkan maju." Ucap Bu Evelin sambil menutup daftar absensi.
Dilain sisi aku lega karena kali ini tidak terpilih sebagai perangkat kelas tetapi disisi lain aku juga kasihan kepada teman baruku Rachel yang harus jadi bendahara kelas dan akan sering bareng Shane yang nyebelin.
" Ihh, kenapa harus gue sih yang dipilih mana ketuanya si cowok rese itu." Ucapnya lirih dengan wajah cemberut akibat kesal sebelum maju ke depan kelas.
Kukira momen ini adalah momen yang biasa tetapi siapa kira semua ini adalah awal dari semuanya, awal dari ikatan takdir diantara kami berempat, aku, shane, aydan dan rachel teman baruku.
__ADS_1